Kisah Sukses

Yuk, simak #CeritaKerja Andi Nadaa Nafisaa, seorang Tuli di PT Permodalan Nasional Madani Cabang DKI Jakarta

Andi Nadaa Nafisaa seorang teman Tuli yang saat ini bekerja di PT PNM Cabang DKI Jakarta sebagai Admin Remedial yang bertugas dalam monitoring jatuh tempo nasabah, Nafisaa membuat laporan dari unit-unit dan mengumpulkan dokumen nasabah.

Sebagai teman Tuli yang sudah menyelesaikan pendidikan hingga D1, Nafisaa tidak mengalami kesulitan saat bekerja karena sudah terbiasa menggunakan bahasa tertulis/tulisan saat mengikuti pembelajaran selama kuliah dan biasa berinteraksi dengan teman dengar.

Nafisaa sangat menyenangi pekerjaannya, baginya hambatan dan kesulitan dalam bekerja dapat terselesaikan apabila dikomunikasikan. Komunikasi yang sering dilakukan olehnya yaitu melalui tulisan baik lewat chat atau kertas jadi dengan demikian rekan kerjanya sudah biasa berinteraksi dengan Nafisaa yang memiliki hambatan pada pendengaran.

Harapan kami kedepannya lebih banyak lagi teman-teman disabilitas bisa bekerja di perusahaan seperti Nafisaa sehingga pihak penyedia kerja bisa paham bahwa teman-teman disabilitas bisa bekerja.

#CeritaKerja #DisabilitasBisa

Kali ini kita akan menyimak kisah usaha dari Patrisia Pantouw. Ia adalah peserta Aku Mampu Berbisnis 2020, program pendampingan usaha untuk penyandang disabilitas yang digagas oleh DNetwork. Berikut kisah Patrisia:

"Saya sudah pernah mengikuti program Aku Mampu Berbisnis tahun 2020 dan menjadi salah satu peserta yang mendapatkan bantuan modal dan pendampingan dari DNetwork dan Female Preneur. Prorgram ini sangat bermanfaat untuk pengembangan bisnis online kerajinan tangan saya. Saya belajar memiliki mental wirausaha dan tahapan-tahapan dalam memulai menjalani bisnis online saya. Bantuan modal yang saya dapat dari DNetwork juga membantu penjualan bisnis saya. Sampai sekarang telah terjadi 3 periode penjualan produk hasil karya saya dengan menggunakan bantuan modal dari DNetwork. Periode pertama terjual 100 pcs, periode kedua terjual 50pcs dan periode ketiga 50 pcs.

gambar: kerajinan tangan produksi Patrisianacraft

 

Saya juga baru saja menyelesaikan program pelatihan Bahasa Inggris dari DNetwork bulan Juni tahun 2021 ini. Program ini menambah bekal dan pengetahuan saya tentang Bahasa Inggris. Ilmu dari pelatihan ini bisa saya pakai untuk mengajar di Benih Belajar yang baru dimulai awal Juli 2021.

Terima kasih banyak DNetwork dan lembaga lainnya yang menjalin kerjasama dengan DNetwork."

 

Patrisia sudah mempromosikan usahanya lewat online, loh! Anda bisa kunjungi toko online Patrisia di https://shopee.co.id/patrisianapantouw84

Yuk, simak cerita kerja dari Annisa Rahmania, seorang Tuli asal Jakarta yang saat bekerja di Kementrian Perhubungan.

Sebelum bergabung dengan Kementerian Perhubungan, Nia sebelumnya aktif dalam bidang advokasi di Jakarta Barrier Free Tourism (JBFT). Pada tahun 2019, Kementerian Perhubungan bekerjasama dengan JBFT mengadakan perekrutan tenaga kerja disabilitas. Nia mencoba untuk melamar dan akhirnya diterima sebagai Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri (PPNPN). Beberapa tugas yang dilakukan Nia diantaranya mengurus persuratan, desain media visual, dan juga advokasi.

Dalam bekerja ada beberapa media yang Nia gunakan untuk berkomunikasi, diantaranya WhatsApp, live transcriber, Google Drive, dan juga Juru Bahasa Isyarat. Hal ini mempermudah Nia untuk menyesuaikan dengan lingkungan kerjanya. Ia sangat menikmati pekerjaannya karena dapat turut serta memberi masukan untuk aksesibilitas transportasi komunitas penyandang disabilitas.

Nia berpesan ada empat hal yang harus dimiliki teman-teman dalam bekerja, diantaranya harus percaya diri, selalu mencoba untuk menambah pengalaman, selalu mau belajar, dan juga tidak kalah penting berkontribusi di tempat kerja.

Semangat Nia 😊

Simak #CeritaKerja dari salah satu sobat DNetwork yuk!

Nih kenalin, 𝐀𝐝𝐢𝐭𝐲𝐚 𝐆𝐢𝐧𝐚𝐧𝐣𝐚𝐫, seorang disabilitas fisik yang akrab disapa Adit.

Kecelakaan kerja yang dialaminya saat menjadi staff teknisi mesin di sebuah perusahaan tekstil, menyebabkan tangan kanan Adit harus diamputasi. Namun hal tersebut tak menyebabkan Adit putus asa. Walaupun setahun setelah kecelakaan tersebut Adit diberhentikan dari tempat bekerja, Adit tetap semangat untuk mencari pekerjaan. Hingga akhirnya melalui info dari DNetwork, Adit diterima kerja sebagai operator ‘call centre’ di Infomedia Bandung.

Dalam situasi pandemi seperti saat ini, Adit masih tetap bekerja dengan penerapan protokol kesehatan di lingkungan tempat bekerjanya yang cukup ketat. Ia dan semua teman kerjanya diwajibkan untuk selalu mengunakan masker, menjaga jarak, menjaga kebersihan, dan selalu mengecek suhu tubuh sebelum memasuki kantor.

Ingin tahu lowongan kerja yang tersedia atau mengikuti kegiatan DNetwork? Silakan hubungi kami di bit.ly/kontakdnetwork atau melalui email info@dnetwork.net

Note: Cerita kerja ini diambil pada tahun 2020

Tahun 2019 Courtyard Seminyak merekrut tiga trainee Tuli dengan penempataan di departemen steward, culinaries, dan housekeeping. Ini adalah pertama kalinya bagi mereka untuk merekrut tiga trainee sekaligus yang baru saja lulus dari SMALB. Sebelumnya Courtyard Seminyak juga pernah mempekerjakan Tuli sebagai daily worker atau pekerja harian.

Ibu Caroline Consita, Training Executive Courtyard by Marriott Bali Seminyak Resort, menuturkan bahwa salah satu hal yang banyak dipelajari adalah bagaimana cara menyikapi kebutuhan trainee, “Memang harus lebih sabar, karena metode komunikasi dan cara penangkapan mereka berbeda.”

Untuk menjembatani komunikasi tersebut ia terkadang juga menggunakan Bahasa Isyarat untuk mengeja sesuatu. Selain itu juga bisa menggunakan teknologi smartphone untuk menuliskan instruksi atau pesan kepada trainee Tuli. Meski demikian butuh proses untuk akhirnya bisa memahami dan beradaptasi dengan cara penangkapan gaya komunikasi.

Hambatan berkomunikasi tidak serta merta mengurangi kinerja. “Mereka membantu kita di bidang operasional. Dari sisi kinerja mereka sama dengan yang lain.”

 Wawancara dengan pihak Courtyard Seminyak selengkapnya dapat Anda saksikan melalui link YouTube berikut https://www.youtube.com/watch?v=6EKnzVUyZ6w

Tertarik untuk merekrut tenaga kerja disabilitas? DNetwork dapat menjadi partner Anda. Silakan hubungi kami di bit.ly/kontakdnetwork atau melalui email info@dnetwork.net

Kali ini kita akan berkenalan dengan Ayu Komang, Andre, dan Anom. Mereka bertiga menjalani training di Courtyard by Marriott Bali Seminyak Resort pada tahun 2019. Ketiganya saat itu baru saja lulus dari SMALB dan tengah mencari pekerjaan dan mendapat kesempatan untuk mengikuti training selama 6 bulan. 

Ayu Komang ditempatkan di departemen steward dan culinary, sedangkan Andre dan Anom di housekeeping. Selama training mereka tidak hanya mengerjakan hal yang itu-itu saja, melainkan mendapat kesempatan belajar di berbagai bidang di departemennya. Contohnya Ayu Komang yang awalnya ditempatkan di steward sebelum kemudian ditempatkan di bagian dapur. Andre yang menerima training di bagian laundry dan kemudian dipindah ke housekeeping. Ia merasa senang mendapat kesempatan training di Courtyard Seminyak dan juga mendapatkan kolega yang banyak membantunya.

Anom juga ditempatkan di bagian housekeeping. Salah satu tugasnya adalah merapikan tempat tidur hotel yang harus dilakukan dengan teknik tertentu. Anom belajar banyak dari rekan kerjanya. Awalnya ia akan memperhatikan bagaimana cara temannya menata tempat tidur, baru kemudian menirukannya. Ia berkata bahwa untuk komunikasi memang ada hambatan, tapi ia menggunakan alat catatan digital yang ada di handphone. Selain itu ia juga memanfaatkan kesempatan training ini untuk mengajarkan temannya berbahasa Isyarat.

Simak wawancara lengkap dengan Ayu Komang, Andre, dan Anom dalam video berikut https://www.youtube.com/watch?v=6EKnzVUyZ6w mulai dari menit 2:38, ya.

Ingin tahu lowongan kerja yang tersedia atau mengikuti kegiatan DNetwork? Silakan hubungi kami di bit.ly/kontakdnetwork atau melalui email info@dnetwork.net

Wulan menjalani training di The Pavilions Bali pada tahun 2019. Ia menjadi bagian dari Departemen Spa dan membantu untuk bagian foot massage. Kami berkesempatan untuk mewawancarai Ibu Amita Lestari, Spa Supervisor The Pavilions Bali, pengalamannya bekerja dengan Wulan. Ia dan teman-teman satu departemennya merasa terbantu dengan adanya Wulan. Dan juga ia termasuk cepat belajar, bahkan tekanannya saat memberikan massage juga sudah cukup bagus. Pelanggan juga senang berinteraksi dengan Wulan yang ramah.

Menurutnya ini adalah pengalaman unik mengingat ini pertama kali hotel tempatnya bekerja mempekerjakan Tuli. Selain melatih kesabaran, bekerja bersama Tuli juga melatihnya dan koleganya untuk bisa luwes dalam berkomunikasi.

Simak wawancara DNetwork dengan Wulan dan Ibu Amita Lestari di link YouTube berikut https://www.youtube.com/watch?v=sN2EwW-ENVA

Tertarik untuk merekrut tenaga kerja disabilitas? DNetwork dapat menjadi partner Anda. Silakan hubungi kami di bit.ly/kontakdnetwork atau melalui email info@dnetwork.net

"Sebagai manusia, kita harus merangkul orang di sekitar kita dan memberikan kesempatan kepada siapapun agar mereka dapat berkontribusi."

AccorHotel adalah jaringan hotel internasional yang menjunjung inklusivitas, keragaman dan kesempatan yang sama bagi semua orang. Upaya ini tercermin dalam salah satu resor dan vila mewah yang terletak di Sanur, The Fairmont Sanur Beach Bali, melalui inisiasi
mereka untuk mempekerjakan Penyandang Disabilitas.

Tim DNetwork mewawancarai Bapak Andi Lukman Hakim, Direktur Talent & Culture di Fairmont Sanur Beach Bali. Dia menekankan bahwa perusahaan menerapkan kriteria yang sama dalam mempekerjakan penyandang disabilitas.

Pelamar harus memiliki latar belakang di bidang perhotelan. Mereka akan diposisikan pada posisi pekerjaan yang tepat sesuai dengan latar belakang mereka.

The Fairmont Sanur Beach Bali mempekerjakan Komang Adi (Tuli) yang telah bekerja sebagai Staf Dapur sejak 2015. Rekan kerjanya berpendapat Komang mampu bekerja dalam tim dan bisa beradaptasi dengan mudah dengan lingkungan dan rekan-rekannya. Dia juga orang yang rendah hati yang memiliki tanggung jawab tinggi pada tugas-tugas yang diberikan padanya.

Anda bisa membaca kisah Komang Adi dan cerita sukses lainnya di buku panduan Ketenagakerjaan dan Sektor Disabilitas

 

Note: Cerita Kerja ini diambil pada tahun 2018

“Terlepas dari kondisi mereka, kita tidak boleh memandang sebelah mata Penyandang Disabilitas. Melalui dukungan dan kesempatan, mereka juga akan dapat berkontribusi.”

– Mr. Carlos Sanchez,
General Manager dari Dash Seminyak Hotel

Sebuah hotel terkemuka di Seminyak telah bergabung mempekerjakan penyandang disabilitas sebagai bagian dari program CSR. Mr. Carlos Sanchez, General Manager Dash Hotel Seminyak memiliki pengalaman bekerja dengan Penyandang Disabilitas saat ia bekerja di Bangkok dan Spanyol. Hal ini yang membuatnya terinspirasi untuk menumbuhkan lingkungan kerja inklusif di Dash Hotel Seminyak.

I Kadek Wartika (Deaf) adalah trainee di The Dash Hotel Seminyak dan merupakan salah satu barista terbaik di hotel tersebut. Supervisornya juga memiliki kesan yang baik terhadap Kadek. Selain itu rekan kerjanya juga tidak memiliki hambatan untuk berkomunikasi dengan Kadek yang mampu menulis dengan baik dan berbicara dalam Bahasa Isyarat.

Anda bisa membaca kisah Wartika dan cerita sukses lainnya di buku panduan Ketenagakerjaan dan Sektor Disabilitas

 

Note: Cerita Kerja ini diambil pada tahun 2018