Temukan kesempatan kerja yang sesuai untuk Anda dan kembangkan diri

Sektor:
Lokasi:
Jenis Disabilitas:
Sektor:
Lokasi:
Jenis Disabilitas:
Sektor:
Lokasi:
Jenis Disabilitas:
Sektor:
Lokasi:
Jenis Disabilitas:
Sektor:
Lokasi:
Jenis Disabilitas:
Sektor:
Lokasi:
Jenis Disabilitas:

Berita terbaru tentang sektor ketenagakerjaan dan disabilitas

Foto: 9 perwakilan organisasi disabilitas yang berkomintmen mengembangkan program Jaminan Kesehatan Khusus (Jamkesus) Disabilitas di Provinsi Bali

 

9 organisasi disabilitas berkomitmen untuk menerapkan program Jaminan Kesehatan Khusus (Jamkesus) Disabilitas di Provinsi Bali, termasuk diantaranya adalah DNetwork yang akan turut berperan aktif dalam merencanakan, mengawasi, mensosialisasikan dan memberi masukan terhadap jalannya program Jamkesus Provinsi Bali. 

Untuk mengembangkan model Jamkesus yang sesuai dengan penyandang disabilitas di Provinsi Bali. Team Gugus Tugas akan mengadakan 3 pertemuan dalam setahun guna membahas langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan untuk memaksimalkan kerja dari Team Gugus Tugas. Pertemuan pertama telah diadakan tanggal 27 Mei 2021 lalu untuk membentuk Gugus Tugas alat bantu adaptif. Gugus Tugas ini nantinya bertugas untuk memastikan tersedianya alat bantu dan jaminan kesehatan yang layak dan mampu mendukung kehidupan penyandang disabilitas di Bali.  

Program Jamkesus ini sebelumnya telah sukses dilaksanakan di Provinsi D.I. Yogyakarta dan kini akan diadaptasi di Provinsi Bali. Langkah ini diinisiasi oleh Puspadi Bali, Annika Linden Centre, dan UCPRUK dengan menggandeng 5 organisasi penyandang disabilitas (OPD) dan 4 Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS). Selain itu Gugus Tugas ini juga akan melibatkan perwakilan pemerintah sebanyak 5 orang yang rencananya akan diundang pada pertemuan kedua di bulan Juli mendatang. Harapannya terjadi kerjasama yang baik antara OPD, LKS, dan juga pemerintah, sehingga program Jamkesus Provinsi Bali dapat terlaksana dengan optimal dan meningkatkan kesejahteraan penyandang disabilitas di Provinsi Bali.

Foto: Tangkapan layar dari salah satu sesi program Bahasa Inggris yang digagas oleh DNetwork bersama After School English.

 

Tidak bisa dimungkiri, kemampuan berbahasa Inggris saat ini merupakan salah satu faktor paling berpengaruh dalam mendapatkan pekerjaan yang layak. Kini banyak perusahaan yang menerapkan wawancara kerja dalam Bahasa Inggris, bahkan menjadikan skor tes Bahasa Inggris tertentu sebagai syarat untuk melamar kerja. Karenanya, DNetwork – Jaringan Kerja Disabilitas, merasa perlu untuk membekali para pencari kerja disabilitas dengan kemampuan Bahasa Inggris yang mumpuni agar kompetensinya di pasar kerja meningkat.

Dengan dukungan dari Inspirasia Foundation dan Direct Aid Program yang digagas Konsulat Jendral Australia di Bali, DNetwork memulai pelatihan intensif Bahasa Inggris bagi 40 peserta disabilitas terpilih. Ternyata, kegiatan ini disambut sangat baik oleh komunitas disabilitas dan pendaftarnya pun mencapai lebih dari 100 orang dari berbagai penjuru Indonesia. Untuk memastikan efektivitas pembelajaran, peserta disaring melalui pre-test dan dikelompokan sesuai dengan disabilitasnya agar bisa mendapatkan akomodasi dan penyesuaian cara penyampaian yang tepat. Para pengajar yang berasal dari lembaga After School English, merupakan pengajar berpengalaman yang lihai menyesuaikan cara ajar serta menjadikan proses belajar menyenangkan.

Salah satu peserta Tuli, Josephine Kintan, menyatakan bahwa dirinya sangat senang terpilih untuk mengikuti program Bahasa Inggris ini. “Ini adalah kesempatan besar. Terutama dengan adanya akomodasi berupa Juru Bahasa Isyarat di setiap kelas. Terima kasih, DNetwork,” paparnya. Semoga setelah selesai 16 kelas Bahasa Inggris ini, kemampuan para peserta meningkat pesat, terutama dalam hal kepercayaan diri saat berkomunikasi.

Rangkaian program Aku Mampu didukung oleh:

 

 

Foto: Fiona Rezky Adelin - Karyawan Call Centre InfoMedia Jakarta

 

Dalam melamar pekerjaan, tentunya banyak tahapan yang harus dilalui. Mulai dari mengirim surat lamaran, interview, dan tahapan lainnya. Proses tersebut harus dilalui dengan semangat dan telaten, seperti yang dilakukan Fiona Rezky Adelin. Ia adalah seorang penyandang disabilitas fisik asal Jakarta yang saat ini bekerja di Call Centre InfoMedia Jakarta. Setelah melalui beberapa tahapan tes, akhirnya Fiona diterima bekerja di InfoMedia. Disamping kemampuan menjawab saat interview, menurut Fiona pengalaman dan skill juga cukup diperlukan karena kita masih harus melalui tahapan training yang menentukan akan dikontrak kerja atau tidak.

Sejak tahun 2020, Fiona mulai bekerja di InfoMedia dan bertugas meng-handle telepon masuk dari nasabah yang membutuhkan informasi atau adanya komplain. Fiona juga harus bisa multitasking untuk terlibat mengurus sosial media perusahaan. Sampai saat ini Fiona belum mendapatkan kendala dalam pekerjaannya dan Fiona juga cukup disenangi oleh atasan serta rekan kerjanya.

“Berusaha, berdoa, dan bekerja keraslah sampai kalian bisa mendapatkan apa yang diinginkan. Libatkan Tuhan dalam kondisi apapun itu,” ujar Fiona ketika diminta memberi motivasi untuk teman-teman disabilitas lainnya.

The 1O1 Jakarta Sedayu Dharmawangsa - Alih-alih membuka lowongan dengan posisi yang sudah ditentukan, The 1O1 Jakarta Sedayu Dharmawangsa memutuskan untuk melakukan role creation, yaitu menciptakan sebuah posisi kerja berdasarkan kemampuan kandidat. Hotel ini mengedepankan inisiatif dalam bekerja, yang juga diiringi dengan kemampuan karyawan mengikuti arahan dari perusahaan.

Setelah melalui seleksi kerja yang ketat, The 1O1 Jakarta Sedayu Dharmawangsa mempekerjakan Sifa Putri Maharani (Tuli) karena kecerdasan dan semangatnya. Sifa dipekerjakan sebagai Daily Worker di Departemen Pastry. Posisi ini dibuat sesuai dengan latar belakang Sifa di bidang Pastry saat SMK dan pengalamannya magang di pabrik roti.

Kesempatan untuk bekerja pada pekerjaan yang sesuai dengan latar belakangnya membantu Sifa mengaplikasikan pengetahuannya dan mengembangkan kemampuannya di bidang Culinary Arts. “Saya bersyukur atas kesempatan yang diberikan

dan saya berharap lebih banyak perusahaan akan memberikan kesempatan bagi kami orang Tuli, sehingga lebih banyak orang Tuli dapat bekerja”, terang Sifa.

perusahaan membuka lowongan untuk penyandang disabilitas.

penyandang disabilitas terserap dunia kerja.

“DNetwork sangat berguna bagi kita yang disabilitas. Buktinya saya kirim CV dan surat lamaran sehingga langsung terhubung ke tempat kerja seperti sekarang.”.

Account Payable Happy Trails

"DNetwork betul-betul membantu memberikan basic training kepada Department Head kami bagaimana berkomunikasi efektif dengan penyandang disabilitas sebelum mereka diterjunkan ke industri."

Director of Sales Dash Hotel Seminyak

We are very pleased to work with DNetwork since 2015. They support with employment efforts in the disability employment sector.

Ministry of Manpower

DNetwork adalah jawaban yang cerdas menjadi jembatan antara penerima dan pencari kerja. Dan yang paling mendukung adalah Puspadi dan DNetwork bekerjasama sangat erat.

Direktur Yayasan Puspadi Bali