Kisah Sukses

Kali ini kita akan menyimak kisah usaha dari Patrisia Pantouw. Ia adalah peserta Aku Mampu Berbisnis 2020, program pendampingan usaha untuk penyandang disabilitas yang digagas oleh DNetwork. Berikut kisah Patrisia:

"Saya sudah pernah mengikuti program Aku Mampu Berbisnis tahun 2020 dan menjadi salah satu peserta yang mendapatkan bantuan modal dan pendampingan dari DNetwork dan Female Preneur. Prorgram ini sangat bermanfaat untuk pengembangan bisnis online kerajinan tangan saya. Saya belajar memiliki mental wirausaha dan tahapan-tahapan dalam memulai menjalani bisnis online saya. Bantuan modal yang saya dapat dari DNetwork juga membantu penjualan bisnis saya. Sampai sekarang telah terjadi 3 periode penjualan produk hasil karya saya dengan menggunakan bantuan modal dari DNetwork. Periode pertama terjual 100 pcs, periode kedua terjual 50pcs dan periode ketiga 50 pcs.

gambar: kerajinan tangan produksi Patrisianacraft

 

Saya juga baru saja menyelesaikan program pelatihan Bahasa Inggris dari DNetwork bulan Juni tahun 2021 ini. Program ini menambah bekal dan pengetahuan saya tentang Bahasa Inggris. Ilmu dari pelatihan ini bisa saya pakai untuk mengajar di Benih Belajar yang baru dimulai awal Juli 2021.

Terima kasih banyak DNetwork dan lembaga lainnya yang menjalin kerjasama dengan DNetwork."

 

Patrisia sudah mempromosikan usahanya lewat online, loh! Anda bisa kunjungi toko online Patrisia di https://shopee.co.id/patrisianapantouw84

Yuk, simak cerita kerja dari Annisa Rahmania, seorang Tuli asal Jakarta yang saat bekerja di Kementrian Perhubungan.

Sebelum bergabung dengan Kementerian Perhubungan, Nia sebelumnya aktif dalam bidang advokasi di Jakarta Barrier Free Tourism (JBFT). Pada tahun 2019, Kementerian Perhubungan bekerjasama dengan JBFT mengadakan perekrutan tenaga kerja disabilitas. Nia mencoba untuk melamar dan akhirnya diterima sebagai Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri (PPNPN). Beberapa tugas yang dilakukan Nia diantaranya mengurus persuratan, desain media visual, dan juga advokasi.

Dalam bekerja ada beberapa media yang Nia gunakan untuk berkomunikasi, diantaranya WhatsApp, live transcriber, Google Drive, dan juga Juru Bahasa Isyarat. Hal ini mempermudah Nia untuk menyesuaikan dengan lingkungan kerjanya. Ia sangat menikmati pekerjaannya karena dapat turut serta memberi masukan untuk aksesibilitas transportasi komunitas penyandang disabilitas.

Nia berpesan ada empat hal yang harus dimiliki teman-teman dalam bekerja, diantaranya harus percaya diri, selalu mencoba untuk menambah pengalaman, selalu mau belajar, dan juga tidak kalah penting berkontribusi di tempat kerja.

Semangat Nia 😊

Banyak penyandang disabilitas juga terdampak oleh COVID-19 sehingga kehilangan pekerjaannya. Namun hal ini tidak berarti mereka berhenti berkarya. Banyak diantaranya yang merintis usaha, salah satunya adalah Pak Adhi yang, pemiliki usaha Pizza Adhi Tuli Monang-Maning berlokasi di Denpasar, Bali.

Sebelum membuka usaha ia sempat bekerja selama selama 3 tahun sebagai cleaning service di daerah kuta, sebelum kemudian pindah kerja memasak di tempat lain selama 9 tahun.

2 tahun belakangan Pak Adhi bekerja di sebuah pusat oleh-oleh di Bali, namun karena pandemi ia terpaksa kehilangan pekerjaannya. Sejak itu ia memulai bisnisnya berjualan pizza, minuman, dan makanan lainnya. Yang menarik lagi Pak Adhi juga mempekerjakan teman Tuli lainnya di usahanya ini.

Awalnya hanya sedikit yang mengetahui bisnisnya, sehingga jualannya cenderung sepi. Namun, setelah ia memakai instagram ada media yang meliputnya, dan sejak saat itu usahanya semakin ramai. Bahkan Pak Adhi pernah dirawat di rumah sakit karena kelelahan menerima pesanan. Wah, semoga sehat selalu dan lancar usahanya ya, Pak Adhi!

Silakan simak wawancara DNetwork dengan Pak Adhi di link YouTube berikut: www.youtube.com/watch?v=avAYWDS5_co

Mau tau lebih lanjut tentang usaha pizza pak Adhi? Silakan cek di instagramnya ya @pizzaadhitulimonangmaning

 

DNetwork juga memiliki program pemberdayaan usaha penyandang disabilitas bernama program Aku Mampu Berbisnis. Silakan hubungi DNetwork untuk kerjasama dan informasi lebih lanjut.

 

 

Kali ini kita akan menyimak kisah usaha dari Patrisia Pantouw. Ia adalah peserta Aku Mampu Berbisnis 2020, program pendampingan usaha untuk penyandang disabilitas yang digagas oleh DNetwork. Berikut kisah Patrisia:

"Saya sudah pernah mengikuti program Aku Mampu Berbisnis tahun 2020 dan menjadi salah satu peserta yang mendapatkan bantuan modal dan pendampingan dari DNetwork dan Female Preneur. Prorgram ini sangat bermanfaat untuk pengembangan bisnis online kerajinan tangan saya. Saya belajar memiliki mental wirausaha dan tahapan-tahapan dalam memulai menjalani bisnis online saya. Bantuan modal yang saya dapat dari DNetwork juga membantu penjualan bisnis saya. Sampai sekarang telah terjadi 3 periode penjualan produk hasil karya saya dengan menggunakan bantuan modal dari DNetwork. Periode pertama terjual 100 pcs, periode kedua terjual 50pcs dan periode ketiga 50 pcs.

gambar: kerajinan tangan produksi Patrisianacraft

 

Saya juga baru saja menyelesaikan program pelatihan Bahasa Inggris dari DNetwork bulan Juni tahun 2021 ini. Program ini menambah bekal dan pengetahuan saya tentang Bahasa Inggris. Ilmu dari pelatihan ini bisa saya pakai untuk mengajar di Benih Belajar yang baru dimulai awal Juli 2021.

Terima kasih banyak DNetwork dan lembaga lainnya yang menjalin kerjasama dengan DNetwork."

 

Patrisia sudah mempromosikan usahanya lewat online, loh! Anda bisa kunjungi toko online Patrisia di https://shopee.co.id/patrisianapantouw84

Yuk, simak cerita kerja dari Annisa Rahmania, seorang Tuli asal Jakarta yang saat bekerja di Kementrian Perhubungan.

Sebelum bergabung dengan Kementerian Perhubungan, Nia sebelumnya aktif dalam bidang advokasi di Jakarta Barrier Free Tourism (JBFT). Pada tahun 2019, Kementerian Perhubungan bekerjasama dengan JBFT mengadakan perekrutan tenaga kerja disabilitas. Nia mencoba untuk melamar dan akhirnya diterima sebagai Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri (PPNPN). Beberapa tugas yang dilakukan Nia diantaranya mengurus persuratan, desain media visual, dan juga advokasi.

Dalam bekerja ada beberapa media yang Nia gunakan untuk berkomunikasi, diantaranya WhatsApp, live transcriber, Google Drive, dan juga Juru Bahasa Isyarat. Hal ini mempermudah Nia untuk menyesuaikan dengan lingkungan kerjanya. Ia sangat menikmati pekerjaannya karena dapat turut serta memberi masukan untuk aksesibilitas transportasi komunitas penyandang disabilitas.

Nia berpesan ada empat hal yang harus dimiliki teman-teman dalam bekerja, diantaranya harus percaya diri, selalu mencoba untuk menambah pengalaman, selalu mau belajar, dan juga tidak kalah penting berkontribusi di tempat kerja.

Semangat Nia 😊

Banyak penyandang disabilitas juga terdampak oleh COVID-19 sehingga kehilangan pekerjaannya. Namun hal ini tidak berarti mereka berhenti berkarya. Banyak diantaranya yang merintis usaha, salah satunya adalah Pak Adhi yang, pemiliki usaha Pizza Adhi Tuli Monang-Maning berlokasi di Denpasar, Bali.

Sebelum membuka usaha ia sempat bekerja selama selama 3 tahun sebagai cleaning service di daerah kuta, sebelum kemudian pindah kerja memasak di tempat lain selama 9 tahun.

2 tahun belakangan Pak Adhi bekerja di sebuah pusat oleh-oleh di Bali, namun karena pandemi ia terpaksa kehilangan pekerjaannya. Sejak itu ia memulai bisnisnya berjualan pizza, minuman, dan makanan lainnya. Yang menarik lagi Pak Adhi juga mempekerjakan teman Tuli lainnya di usahanya ini.

Awalnya hanya sedikit yang mengetahui bisnisnya, sehingga jualannya cenderung sepi. Namun, setelah ia memakai instagram ada media yang meliputnya, dan sejak saat itu usahanya semakin ramai. Bahkan Pak Adhi pernah dirawat di rumah sakit karena kelelahan menerima pesanan. Wah, semoga sehat selalu dan lancar usahanya ya, Pak Adhi!

Silakan simak wawancara DNetwork dengan Pak Adhi di link YouTube berikut: www.youtube.com/watch?v=avAYWDS5_co

Mau tau lebih lanjut tentang usaha pizza pak Adhi? Silakan cek di instagramnya ya @pizzaadhitulimonangmaning

 

DNetwork juga memiliki program pemberdayaan usaha penyandang disabilitas bernama program Aku Mampu Berbisnis. Silakan hubungi DNetwork untuk kerjasama dan informasi lebih lanjut.

 

 

Mari kita berkenalan dengan Radita Puspa, seorang penyandang disabilitas fisik yang bekerja sebagai freelancer Admin Sosial Media di Kayni Shop. Apa saja sih tugas Radita dan bagaimana program DNetwork sudah membantunya? Silakan simak wawancara di bawah ini.

Bagaimana pengalaman Radit mencari pekerjaan di DNetwork?
Saya mengirimkan CV saya ke DNetwork dan melakukan dua wawancara sebelum dipekerjakan. Saya sangat bersyukur bahwa saya diterima.

Apa yang Radita kerjakan sebagai seorang freelance admin sosial media?
Sebagai admin media sosial saya memposting konten produk kami di Instagram dan di katalog Shopee (e-commerce) setiap lima jam. Saya membuat postingan untuk setiap hari libur nasional.
Kayni Shop tempat saya bekerja menjual pakaian anak-anak, oleh karena itu bagian dari kampanye juga berisi tentang keluarga. Saya membuat konten dan mengunggahnya setiap hari Sabtu.

Apa saja program DNetwork yang pernah Radita ikuti sebelumnya?
Sebelum pandemi, saya menghadiri Acara Temu Pencari Kerja DNetwork tentang menulis dan jurnalisme. Baru-baru ini saya juga mengikuti pelatihan yang DNetwork bekerjasama dengan Thisable dan JD.ID tentang peningkatan pendapatan melalui platform digital

Bagaimana program DNetwork mendukung Radita dalam bekerja?
Program-program DNetwork membantu saya untuk lebih memahami tentang cara efektif untuk mempromosikan produk yang terkait dengan pekerjaan saya. Saya belajar tentang pentingnya storytelling, copywriting yang baik, dan teknik lain untuk mempromosikan produk.

Saya berharap kedepannya DNetwork bisa membuat lebih banyak kelas tentang marketing, seperti soft-selling dan lebih banyak lagi kelas tentang copywriting.

 

Ingin tahu lebih lanjut tentang acara yang diadakan DNetwork? Jangan lupa cek di website kami atau di sosial media DNetwork instagram.com/dnetwork_indonesia

CeritaKerja datang lagi!
Hari ini ada Agung Firman, sobat disabilitas ganda asal Ponorogo, Jawa Timur.
Meski mengalami hambatan dalam berkomunikasi dan berjalan, bakat Firman dalam membuat desain gambar dan mengedit video tidak dapat diragukan. Sebagai staff desain dan editing video di PT. Lentera Agung Raya, Firman dapat membuktikan bahwa dirinya mampu bekerja dengan baik dan bertahan di pekerjaanya selama 3 tahun ini.

Ia sudah banyak membuat desain berbagai produk perusahaan untuk keperluan marketing. Produktivitasnya membuat perusahaan sangat senang mempekerjakan Firman. Disamping itu, dengan keahlian Firman di bidang komputer yang dia pelajari secara otodidak, ia juga membuka jasa servis komputer secara freelance. Sebelumnya, Firman juga pernah menjadi pelatih komputer di salah satu sekolah SMK di Ponorogo.

Ingin tahu lowongan kerja yang tersedia atau mengikuti kegiatan DNetwork? Silakan hubungi kami di bit.ly/kontakdnetwork atau melalui email info@dnetwork.net

 

Note: Cerita kerja ini diambil pada tahun 2020

#disabilitaskerja #DNetworkIndonesia #difabelkerja #disabilitasindonesia #disabilitasbisa

Simak #CeritaKerja dari salah satu sobat DNetwork yuk!

Nih kenalin, 𝐀𝐝𝐢𝐭𝐲𝐚 𝐆𝐢𝐧𝐚𝐧𝐣𝐚𝐫, seorang disabilitas fisik yang akrab disapa Adit.

Kecelakaan kerja yang dialaminya saat menjadi staff teknisi mesin di sebuah perusahaan tekstil, menyebabkan tangan kanan Adit harus diamputasi. Namun hal tersebut tak menyebabkan Adit putus asa. Walaupun setahun setelah kecelakaan tersebut Adit diberhentikan dari tempat bekerja, Adit tetap semangat untuk mencari pekerjaan. Hingga akhirnya melalui info dari DNetwork, Adit diterima kerja sebagai operator ‘call centre’ di Infomedia Bandung.

Dalam situasi pandemi seperti saat ini, Adit masih tetap bekerja dengan penerapan protokol kesehatan di lingkungan tempat bekerjanya yang cukup ketat. Ia dan semua teman kerjanya diwajibkan untuk selalu mengunakan masker, menjaga jarak, menjaga kebersihan, dan selalu mengecek suhu tubuh sebelum memasuki kantor.

Ingin tahu lowongan kerja yang tersedia atau mengikuti kegiatan DNetwork? Silakan hubungi kami di bit.ly/kontakdnetwork atau melalui email info@dnetwork.net

Note: Cerita kerja ini diambil pada tahun 2020