Kisah Sukses

Foto: Fiona Rezky Adelin - Karyawan Call Centre InfoMedia Jakarta

 

Dalam melamar pekerjaan, tentunya banyak tahapan yang harus dilalui. Mulai dari mengirim surat lamaran, interview, dan tahapan lainnya. Proses tersebut harus dilalui dengan semangat dan telaten, seperti yang dilakukan Fiona Rezky Adelin. Ia adalah seorang penyandang disabilitas fisik asal Jakarta yang saat ini bekerja di Call Centre InfoMedia Jakarta. Setelah melalui beberapa tahapan tes, akhirnya Fiona diterima bekerja di InfoMedia. Disamping kemampuan menjawab saat interview, menurut Fiona pengalaman dan skill juga cukup diperlukan karena kita masih harus melalui tahapan training yang menentukan akan dikontrak kerja atau tidak.

Sejak tahun 2020, Fiona mulai bekerja di InfoMedia dan bertugas meng-handle telepon masuk dari nasabah yang membutuhkan informasi atau adanya komplain. Fiona juga harus bisa multitasking untuk terlibat mengurus sosial media perusahaan. Sampai saat ini Fiona belum mendapatkan kendala dalam pekerjaannya dan Fiona juga cukup disenangi oleh atasan serta rekan kerjanya.

“Berusaha, berdoa, dan bekerja keraslah sampai kalian bisa mendapatkan apa yang diinginkan. Libatkan Tuhan dalam kondisi apapun itu,” ujar Fiona ketika diminta memberi motivasi untuk teman-teman disabilitas lainnya.

PT RJH Group adalah perusahaan makanan yang berlokasi di Sanur, Bali. PT. RJH memproduksi roti, gelato, pasta, sosis, dan produk makanan lainnya. Perusahaan ini adalah perusahaan inklusif yang banyak mempekerjakan penyandang disabilitas.

Salah satu karyawan Tuli mereka, Ni Nyoman Miniasih, dipromosikan sebagai Kepala Baker karena hasil kerjanya yang luar biasa pada bagian produksi roti. Dia juga bisa memberikan arahan kepada rekan kerjanya tentang cara memproses produksi roti.

Selain itu perusahaan juga mempekerjakan Candra, pengguna kruk yang bekerja sebagai staf akuntansi dan Wayan yang bekerja untuk produksi pasta. PT. RJH Group selalu menekankan pentingnya kemampuan karyawan untuk mencapai tugas mereka

dan setiap karyawan memiliki kesempatan yang sama untuk perkembangan karirnya.

The Conrad Bali, sebuah hotel mewah di bawah Hilton Group yang berlokasi di Nusa Dua, menciptakan lingkungan kerja yang inklusif melalui program CSR mempekerjakan karyawan dengan disabilitas. DNetwork mewawancarai Asisten Manajer Sumber Daya Manusia Conrad Bali, Bapak Surya, yang menjelaskan bahwa perusahaan menghargai keragaman tenaga kerja. Beberapa upaya yang dilakukan diantaranya meningkatkan partisipasi perempuan, mempekerjakan tenaga kerja dari berbagai latar

belakang budaya, dan mempekerjakan penyandang disabilitas. Hal ini telah memperkuat keunggulan kompetitif The Conrad Bali karena ide dan strategi yang tak terduga sering muncul akibat adanya keragaman budaya di lingkungan kerja.

Melalui kolaborasi dengan DNetwork, The Conrad Bali saat ini mempekerjakan dua karyawan Tuli: Ayu Lasmi dan Komang Sumedana. Ayu ditugaskan di area kantin karyawan. Dia menunjukkan antusiasme yang tinggi di tempat kerja dan selalu berpenampilan rapi. Rekan kerjanya tidak merasa sulit untuk berkomunikasi dengannya karena pribadinya yang mudah bergaul dan selalu aktif.

Sumedana bekerja di Departemen House Keeping dan kemudian dipromosikan ke Departemen Laundry. Awal mula bekerja, Sumedana sempat tidak percaya diri dengan kemampuannya. Namun supervisornya terus mendukungnya dan setelah 3 bulan dia mampu menunjukkan kemajuan dalam bekerja. Hal ini juga meningkatkan kepercayaan dirinya secara signifikan.

 

Foto: Fiona Rezky Adelin - Karyawan Call Centre InfoMedia Jakarta

 

Dalam melamar pekerjaan, tentunya banyak tahapan yang harus dilalui. Mulai dari mengirim surat lamaran, interview, dan tahapan lainnya. Proses tersebut harus dilalui dengan semangat dan telaten, seperti yang dilakukan Fiona Rezky Adelin. Ia adalah seorang penyandang disabilitas fisik asal Jakarta yang saat ini bekerja di Call Centre InfoMedia Jakarta. Setelah melalui beberapa tahapan tes, akhirnya Fiona diterima bekerja di InfoMedia. Disamping kemampuan menjawab saat interview, menurut Fiona pengalaman dan skill juga cukup diperlukan karena kita masih harus melalui tahapan training yang menentukan akan dikontrak kerja atau tidak.

Sejak tahun 2020, Fiona mulai bekerja di InfoMedia dan bertugas meng-handle telepon masuk dari nasabah yang membutuhkan informasi atau adanya komplain. Fiona juga harus bisa multitasking untuk terlibat mengurus sosial media perusahaan. Sampai saat ini Fiona belum mendapatkan kendala dalam pekerjaannya dan Fiona juga cukup disenangi oleh atasan serta rekan kerjanya.

“Berusaha, berdoa, dan bekerja keraslah sampai kalian bisa mendapatkan apa yang diinginkan. Libatkan Tuhan dalam kondisi apapun itu,” ujar Fiona ketika diminta memberi motivasi untuk teman-teman disabilitas lainnya.

PT RJH Group adalah perusahaan makanan yang berlokasi di Sanur, Bali. PT. RJH memproduksi roti, gelato, pasta, sosis, dan produk makanan lainnya. Perusahaan ini adalah perusahaan inklusif yang banyak mempekerjakan penyandang disabilitas.

Salah satu karyawan Tuli mereka, Ni Nyoman Miniasih, dipromosikan sebagai Kepala Baker karena hasil kerjanya yang luar biasa pada bagian produksi roti. Dia juga bisa memberikan arahan kepada rekan kerjanya tentang cara memproses produksi roti.

Selain itu perusahaan juga mempekerjakan Candra, pengguna kruk yang bekerja sebagai staf akuntansi dan Wayan yang bekerja untuk produksi pasta. PT. RJH Group selalu menekankan pentingnya kemampuan karyawan untuk mencapai tugas mereka

dan setiap karyawan memiliki kesempatan yang sama untuk perkembangan karirnya.

The Conrad Bali, sebuah hotel mewah di bawah Hilton Group yang berlokasi di Nusa Dua, menciptakan lingkungan kerja yang inklusif melalui program CSR mempekerjakan karyawan dengan disabilitas. DNetwork mewawancarai Asisten Manajer Sumber Daya Manusia Conrad Bali, Bapak Surya, yang menjelaskan bahwa perusahaan menghargai keragaman tenaga kerja. Beberapa upaya yang dilakukan diantaranya meningkatkan partisipasi perempuan, mempekerjakan tenaga kerja dari berbagai latar

belakang budaya, dan mempekerjakan penyandang disabilitas. Hal ini telah memperkuat keunggulan kompetitif The Conrad Bali karena ide dan strategi yang tak terduga sering muncul akibat adanya keragaman budaya di lingkungan kerja.

Melalui kolaborasi dengan DNetwork, The Conrad Bali saat ini mempekerjakan dua karyawan Tuli: Ayu Lasmi dan Komang Sumedana. Ayu ditugaskan di area kantin karyawan. Dia menunjukkan antusiasme yang tinggi di tempat kerja dan selalu berpenampilan rapi. Rekan kerjanya tidak merasa sulit untuk berkomunikasi dengannya karena pribadinya yang mudah bergaul dan selalu aktif.

Sumedana bekerja di Departemen House Keeping dan kemudian dipromosikan ke Departemen Laundry. Awal mula bekerja, Sumedana sempat tidak percaya diri dengan kemampuannya. Namun supervisornya terus mendukungnya dan setelah 3 bulan dia mampu menunjukkan kemajuan dalam bekerja. Hal ini juga meningkatkan kepercayaan dirinya secara signifikan.

 

KARSA SPA - Para staf khawatir ketika pertama kali mendengar bahwa Karsa Spa - spa produk herbal dengan pemandangan indah berlokasi di Ubud, Bali - akan mempekerjakan tidak hanya satu, tetapi dua Therapis Tuli. “Bagaimana caranya kita berkomunikasi dengan mereka?” adalah pertanyaan yang sering ditanyakan oleh para staf. Namun, kekhawatiran itu segera berubah menjadi

sambutan hangat setelah mereka berkenalan dan bekerja dengan Nadi dan Ayu.

Karsa Spa memiliki cara unik untuk membantu pelanggan berkomunikasi dengan Therapist Tuli. Mereka memberikan panduan dimana pelanggan dapat menunjuk instruksi yang diminta pada Therapis melalui selembar Lembar Panduan. Ibu Putu, manajer Karsa Spa, menjelaskan bahwa kedua terapis Tuli mereka belajar dengan cepat dan mereka menyelesaikan pelatihan mereka dalam waktu 2 minggu, yang termasuk cepat. Keduanya unggul dalam pekerjaan mereka dan bahkan melampaui ekspektasi. Mereka juga sering menerima komentar yang luar biasa dari pelanggan.

 

The 1O1 Jakarta Sedayu Dharmawangsa - Alih-alih membuka lowongan dengan posisi yang sudah ditentukan, The 1O1 Jakarta Sedayu Dharmawangsa memutuskan untuk melakukan role creation, yaitu menciptakan sebuah posisi kerja berdasarkan kemampuan kandidat. Hotel ini mengedepankan inisiatif dalam bekerja, yang juga diiringi dengan kemampuan karyawan mengikuti arahan dari perusahaan.

Setelah melalui seleksi kerja yang ketat, The 1O1 Jakarta Sedayu Dharmawangsa mempekerjakan Sifa Putri Maharani (Tuli) karena kecerdasan dan semangatnya. Sifa dipekerjakan sebagai Daily Worker di Departemen Pastry. Posisi ini dibuat sesuai dengan latar belakang Sifa di bidang Pastry saat SMK dan pengalamannya magang di pabrik roti.

Kesempatan untuk bekerja pada pekerjaan yang sesuai dengan latar belakangnya membantu Sifa mengaplikasikan pengetahuannya dan mengembangkan kemampuannya di bidang Culinary Arts. “Saya bersyukur atas kesempatan yang diberikan

dan saya berharap lebih banyak perusahaan akan memberikan kesempatan bagi kami orang Tuli, sehingga lebih banyak orang Tuli dapat bekerja”, terang Sifa.

Ryusei Ouchi, seorang penyandang tunanetra, berlatih skateboard di sebuah skatepark di Tokorozawa, utara Tokyo, Jepang, pada 13 Desember 2019. Ouchi terlahir dengan penglihatan sempurna. Penglihatannya kemudian menurun sejak usia tujuh tahun dan kini hampir sepenuhnya buta.

Ryusei Ouchi, seorang penyandang tunanetra, berlatih skateboard di sebuah skatepark di Tokorozawa, utara Tokyo, Jepang, pada 13 Desember 2019. Ouchi terlahir dengan penglihatan sempurna. Penglihatannya kemudian menurun sejak usia tujuh tahun dan kini hampir sepenuhnya buta.

Ouchi butuh beberapa waktu untuk terbiasa dengan tata letak skatepark. Namun setelah memiliki gambaran yang cukup baik, dia bisa melakukan lebih banyak trik.

Skateboarding akan tampil sebagai olahraga baru di Olimpiade Tokyo tahun depan, tetapi tidak di Paralimpiade. Ouchi pun berharap suatu hari nanti skateboarding juga dilombakan di Paralimpiade.