Salam semangat!

Tahukah kamu? Salah satu hal yang membuat seseorang kesulitan mencari kerja adalah karena keterampilan yang dipunyai seseorang tidak cocok dengan yang dibutuhkan dunia kerja. Begitu juga dunia usaha membutuhkan skill tertentu agar usaha yang dijalan lancar dan berkembang.

Nah, untuk membantu teman-teman lebih lancar dalam membangun karir dan usaha, DNetwork membuat program baru bernama "Aku Mampu".

Aku Mampu bertujuan membantu teman-teman Penyandang Disabilitas meningkatkan keterampilannya agar sesuai dengan peluang karir dan usaha masa kini, sebagai jawaban dari tantangan dunia kerja dan usaha. 

Apa aja sih rangkaian programnya? Simak di bawah ini, ya!

Ada berbagai macam materi yang dibahas di dalam modul. Diantaranya tentang mempersiapkan CV dan interview dan juga tentang menjadi pekerja lepas, sebuah profesi yang sekarang sedang banyak digeluti. Klik gambar dan link di bawah ini untuk men-download modulnya, ya!           

 Klik untuk dengar Modul     "Aku Mampu"
       Klik untuk download PDF Modul   "Aku Mampu"
Simak Modul       Klik untuk tonton Modul     "Aku Mampu" versi BISINDO
 

Berbagai tema, mulai dari persiapan diri memasuki dunia kerja formal hingga non-formal (freelancing/remote working). Segera daftarkan dirimu dengan klik tombol ini ya!

Kamu yang punya usaha bisa ikut pelatihan dan dapatkan beasiswa untuk membantu modal usaha kamu. Selain itu kamu juga akan mendapatkan pendampingan (mentoring) agar usaha kamu lebih berkembang.

Kami juga akan memberikan sesi online untuk perusahaan. Di sesi ini kami akan membahas tema inklusivitas di dunia kerja dan juga tips & trik mempekerjakan penyandang disabilitas. 

Bagi pencari kerja disabilitas nantinya juga bekesempatan untuk magang dan kerja di perusahaan-perusahaan yang bekerja sama dengan DNetwork.

 

Melalui program Aku Mampu kamu bisa jadi pribadi yang lebih siap untuk meniti karir di dunia kerja atau mengembangkan usaha yang sedang dirintis.

Program ini akan dimulai pada 28 Agustus 2020 dan untuk jumlah peserta yang terbatas. 

Informasi lebih lanjut kamu bisa langsung hubungi DNetwork lewat WhatsApp di 081558775554 atau klik link ini: bit.ly/kontak-dnetwork

 

Segera daftarkan diri kamu ya untuk ikut rangkaian program Aku Mampu!

Tahu gak sih, sekarang ada satu profesi yang sedang naik daun nih, namanya freelancing dan remote working. Kalian udah pernah dengar belum?

Freelancing ini disebut juga dengan kerja lepas alias kerja yang tidak terikat penuh dengan satu perusahaan. Orang yang bekerja freelancing disebut dengan freelancer atau pekerja lepas.

Pekerjaan ini bersifat fleksibel, artinya kamu bisa mengatur sendiri jadwal kerja dan juga memilih pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan kamu. Kerja freelance biasanya juga cenderung bisa dilakukan di mana saja, sehingga freelancing juga sering dikaitkan dengan remote working alias kerja jarak jauh.

Apa aja sih contoh pekerjaan yang bisa dilakukan secara freelance?

Ada banyak sekali jenis pekerjaan yang bisa dilakukan secara freelance. Berdasarkan Modul Aku Mampu, kebanyakan pekerjaan yang bisa dilakukan secara freelance adalah pekerjaan berbasis digital. Contohnya sebagai desainer, ilustrator, fotografer, musisi, penulis, programmer, dll. Yang pasti, apapun pekerjaannya harus bisa dilakukan secara fleksibel.


Lalu apa saja sih yang harus kamu persiapkan untuk jadi seorang freelancer?

Kesuksesan kamu sebagai freelancer sangat bergantung pada kedisiplinan kamu. Sebagai freelancer, kamu harus aktif dalam mencari peluang kerja dan juga klien yang bisa memakai jasa kamu. Kamu juga harus terus mengembangkan keterampilan kamu agar kualitas kerja kamu selalu baik dan memuaskan, sehingga semakin banyak klien yang akan tertarik untuk bekerja dengan kamu.

Satu lagi yang tidak kalah penting adalah kamu harus punya portofolio, alias dokumen yang menunjukkan hasil karya kamu selama ini. Dokumen ini bisa jadi referensi calon klien untuk mengetahui kualitas kerja kamu sebelumnya.

Mau tahu lebih banyak tentang freelancing dan remote working?

Kamu bisa langsung baca selengkapnya di bab 4 Buku Modul Aku Mampu. Kamu juga bisa ikutan sesi bareng Bahrul Ilmi atau biasa disapa Baim, seorang disabilitas yang juga berprofesi sebagai freelancer bidang kepenulisan di sesi kelas Aku Mampu pada Jumat, 18 September 2020. Di sesi ini Baim akan berbagai tentang apa-apa saja yang harus kamu siapkan dan juga cara mencari peluang di dunia kerja freelance.

Penasaran? Daftarkan diri kamu segera ya di bit.ly/daftar-akumampu dan ikuti sesinya. Info lebih lanjut kamu bisa hubungi DNetwork di sini.

Greetings!

Do you know? One of the things that makes it difficult for someone to find a job is because the skills a person possesses do not match those needed by the world of work. Likewise for those who have a business, one of the things that makes a business is because of the lack of suitable skills needed to raise a business. So, to help friends build their careers and businesses more smoothly, DNetwork created a new program called "Aku Mampu"

Halo, kaget ya kami sudah beda tampilan?!

Selamat datang di tampilan website baru DNetwork!

Website ini kami tingkatkan agar lebih sesuai dengan kebutuhan para pengguna layanan DNetwork, termasuk Perusahaan dan Pencari Kerja. Ada beberapa fitur baru nih yang kami tambahkan di website baru ini. Yuk simak ke-7 fitur barunya:

 

  1. Cari dan lamar lowongan kerja yang sesuai

Sekarang kamu akan lebih mudah untuk mencari dan melamar lowongan kerja yang sesuai dengan kemampuan dan diri kamu. Lamaran ini nantinya akan lagsung terkirim ke perusahaan tempat kamu melamar.

 

  1. Direktori bisnis - bagi yang punya bisnis bisa promosi disini

Punya bisnis? Promosikan bisnis kamu disini! Fitur ini berpotensi diakses mereka yang tertarik dengan produk hasil bisnis penyandang disabilitas. Siapa tahu kamu juga bisa dapat pelanggan baru. Oh iya, jangan lupa juga untuk tampilkan foto menarik dari produkmu dan informasi detail mengenai produk, harga, dan kontak kamu agar calon pelanggan semakin mudah membeli barang kamu.

 

  

  1. Berita terkini tentang dunia kerja dan kegiatan DNetwork

Ada kabar terbaru tentang dunia kerja? Kaitannya dengan perekrutan disabilitas? Cek saja langsung ke bagian News DNetwork. Kamu bisa dapatkan perkembangan terkini tentang dunia kerja dan bagaimana kamu bisa meningkatkan kompetensimu. Selain itu kami juga akan memberi kamu kabar terbaru dari kegiatan-kegiatan kami di DNetwork, sehingga kamu tidak perlu merasa ketinggalan kalau belum bisa mengikuti kegiatan kami.

   

  1. Tips dan trik dalam bekerja atau wirausaha

Bagaimana sih etika dalam bekerja? Atau mau tahu tentang cara mengembangkan bisnis? Langsung saja ke bagian News DNetwork. Di bagian ini kami juga share berbagai macam tips and trik dalam mengembangkan diri di pekerjaan dan juga kiat-kita mengembangkan wirausaha. Beberapa artikel langsung dari ahlinya, lho. Jadi kamu akan langsung dapat tips dan trik praktis dari pakarnya.

  

 

  1. Ketahui jadwal event terdekat

DNetwork punya acara apa sih? Tenang, kamu bisa cek di bagian Event untuk tahu jadwal dan acara DNetwork. Sejauh ini kami sudah melakukan beberapa event seperti Kelas WhatsApp tentang Wirausaha, Sesi Diskusi Inklusi, Temu Pencari Kerja, Orientasi Tempat Kerja, dll. Penasaran? Jangan lupa cek event-event DNetwork, ya!

  

 

  1. Registrasi dan konfirmasi otomatis

Kesusahan untuk registrasi dan konfirmasi akun di website lama? Kami sudah update fitur ini. Sekarang kamu bisa melakukan registrasi dan konfirmasi otomatis sama seperti saat kamu membuat akun media sosial sehingga tidak perlu menunggu akun dikonfirmasi oleh Admin. Tapi kalau butuh bantuan kamu bisa selalu kontak kami lewat telpon atau WhatsApp ke 081558775554.

 

 

   

  1. Tampilan versi mobile yang mudah digunakan

Tampilan website kami sekarang juga sudah ramah di Smart Phone kamu. Kamu tinggal buka www.dnetwork.net di browser kamu dan langsung terhubung ke tampilan versi mobile. Tampilannya juga aksesibel dengan screen reader dan juga kami sediakan dengan bahasa yang mudah dipahami.

  

 

Nah itu dia ke-7 fitur baru yang ada di website DNetwork. Bagaimana menurut kamu? Apakah lebih mudah untuk digunakan? Oiya kami juga sangat membutuhkan saran dan kritik dari kamu mengenai layanan kami melalui platform website. Jika kamu butuh bantuan, punya saran atau kritik kamu bisa langsung sampaikan ke DNetwork ya lewat bagian kontak kami atau lewat nomor 081558775554.

 

Terima kasih dan salam inklusi!

DNetwork held its first Jobseekers Gathering event of the year on Thursday (12/3) in collaboration with Lokajaya Group. The participants consisted of 20 blind persons from across Bali who were keen to learn about public speaking, professions related to it, and everything about podcast production and marketing.

DNetwork’s favorite part of the event was when the participants worked in groups to simulate a radio station or podcast recording. Everyone showed their enthusiasm and creativity while learning so much from each other. It turned out that a couple of the participants had already started their own podcast. One of these participants is Dede. His podcast, which already has three episodes, is called Bali Blind Podcast and can be heard on Spotify.
 
"On the Bali Blind Podcast, I share information about disability-related matters, especially for the blind; from technology to other more casual stuff. Hopefully, the listeners find the podcast to be useful. I also hope more collaboration can be done in the next episodes," said Dede

This isn’t the first time DNetwork has participated in a discussion on the disability employment sector. However, the discussion that took place last Wednesday (26/2) was quite different. DNetwork was involved in this discussion, which was held by the US Consulate General in Surabaya, through video conferencing technology. Therefore, without having to fly from Bali to Surabaya, the DNetwork team could join as one of panelists and share their ideas with the 70 discussion participants who were present there.
 
The discussion was opened by the United States Consul General, Mark McGovern, who stated that he fully supports all efforts to increase inclusion in society, including in the workforce. During this discussion, the DNetwork team shared the virtual panel with two disability rights activists; Fira Fitri Fitria and Anjas Pramono. Fira is a journalist who is actively campaigning for anti-discrimination in the workspace through journalism, while Anjas is the initiator of the Activist Forum of Student Inclusion, also an Android-based application developer for people with disabilities.

On January 27, DNetwork in collaboration with the Marriott Bali Business Council held barista training for persons with disabilities at the Fairfield by Marriott Bali Kuta Sunset Road hotel. The training, which lasted around three hours, provided the participants with the basic theory of espresso-based coffee making. Participants also learnt how to use a coffee machine; starting from the process of grinding coffee beans, making various types of coffee, to machine maintenance.
 
It was very interesting to talk to the participants about the reasons why they attended this training. For some, their motivation was based on their love for coffee. Bagus, for example, one of the participants who came with his parents, considered himself a coffee connoisseur and aspired to establish his own coffee shop. Meanwhile, three students of SLB Negeri 2 Denpasar (Special Needs School) stated that they were motivated to take part in the training because they often go to the coffee shop with friends and were curious about the production process of the beverages they usually order.
 
This training is one of many that will be held by DNetwork throughout 2020, in collaboration with various organizations, communities, and companies. The whole series of training is intended to introduce people with disabilities to a broad scope of work so that they can explore and identify their interests and talents.

On Friday 20th December, DNetwork celebrated its 6th birthday at the Annika Linden Centre with a group discussion that explored what the organization can do in the future to make an even greater contribution towards people with disabilities. Around 20 participants attended the event, including representatives of the Bali Deaf Community (BDC), the Movement for Indonesian Deaf Welfare (Gerkatin), and the Indonesian Blind Association (Pertuni).
 
The results of the discussion had a major impact on DNetwork’s start to 2020. DNetwork has prepared several new programs related to the disability workforce sector, including a volunteer program that aims to open more opportunities for the general public who want to help out with DNetwork’s programs in various cities. Volunteers can help DNetwork hold educational events while also facilitating the connection between DNetwork and companies.

DNetwork and Accor Hotels Bali-Lombok signed a partnership agreement at the end of  November. This partnership is expected to open more employment opportunities for people with disabilities (PwD). However, DNetwork and Accor do not focus only on work placement. This collaboration will also prioritize the pre-training program for PwD to prepare them to enter the professional work environment. In the pre-training program, Accor and DNetwork aim to provide PwD with a variety of essential skills in the hospitality industry, such as English and computing skills.

"Through this program, we continue to support employment opportunities in our hotels and help maintain the spirit of diversity and inclusion in all our properties," said Sylvain Pasdeloup — General Manager of Sofitel Bali Nusa Dua Beach Resort who also serves as Area Manager of Accor Bali- Lombok — to the journalists who attended the signing of the partnership agreement event at Amarterra Villas Nusa Dua Bali.

Last September, the DNetwork team visited Surabaya for four days to attend a series of events. On Monday 9th September 2019, DNetwork held its first Surabaya Jobseekers Gathering, in collaboration with Surabaya State University’s Disability Study and Service Centre. The event was a great success, with more than 50 jobseekers attending. During the Jobseekers Gathering, which focused on “Professionalism in the Workplace”,  two speakers from Alfamidi and Jawa Pos shared their views and experience.
On the second and third day, the DNetwork team participated in a Job Fair, which was organized by the Ministry of Manpower and Transmigration East Java Province. Jobseekers with a disability came from across East Java to visit DNetwork’s booth to get information related to job vacancies for people with disabilities. DNetwork also managed to spread the word about workplace inclusivity to many of the companies who participated in the Job Fair.
On the last day, the DNetwork team set up a few meetings with potential collaborators; from government officials and business associations to education institutes. DNetwork also paid a visit to Reika, one of DNetwork’s Surabaya users who now works as a cashier at Alfamidi. What a fruitful visit this was!

DNetwork has successfully held its fourth Jobseekers Gathering event in Bali and the first one in Jakarta. Jobseekers Gathering is one of DNetwork's regular events that aims to gather jobseekers with disabilities and empower them with new skills and/or knowledge that would help them to kick-start their professional careers.
 
The event in Bali was held on Thursday, August 8th 2019 at the Annika Linden Centre. During this event, three speakers from Alfamart, Movenpick Hotel, and Berlin Gastro Kitchen shared their views on professionalism and their experience working with employees with disabilities. Meanwhile, the event in Jakarta was held on Tuesday, September 3rd 2019 at a craft workshop run by Precious One. Precious One, which provides a marketplace for products created by people with disabilities, partnered with DNetwork to run this event. Unlike the event in Bali, this one focused on making the participants aware that 'working' doesn't always mean being employed in an office, but can also mean becoming an entrepreneur from home. In addition to providing some insight into entrepreneurship, the participants also received a free workshop on how to make a customized pouch.

This year, DNetwork has started to reach out not only to local companies and job seekers with disabilities but also to final-year students at special needs schools. The idea behind this is to encourage the students to try land a job or enrol in a training program directly after they graduate. It also makes them aware that DNetwork is ready to assist them with this process. It is truly wonderful to see the manifestation of this idea. Recently, six special needs school graduates were accepted as daily workers at Berlin Gastro Kitchen Bali, as well as in training programs at Courtyard Resort Seminyak and The Pavilion Hotel Sanur. The DNetwork team joined them on their first day of work and facilitated an orientation session which included an explanation on how to work with people with disabilities. Hopefully, this program can continue and will encourage more special needs schools and companies to get on board.

DNetwork’s third User Gathering Session was a rather unique one. In partnership with BEDO, Rumah Sanur, and Sanggar Menggambar Colony, DNetwork created a collaboration between people with a physical disability, deaf and blind people through painting. During this activity, participants with a physical disability described a view to the blind people who then painted the picture that was described to them. After that, the deaf people described the painting in words to be used in writing. The paintings created during the workshop will be auctioned off and the money will go towards the artists.

Held at Rumah Sanur, the event was attended by 24 persons with disabilities and some companies and partners. All participants were enthusiastic to participate in the workshop and they poured all their imagination onto the canvas. Through their teamwork, they have created a work of art and also presented their value and entrepreneurial skills.

DNetwork menjadi tuan rumah dalam seleksi pencari kerja disabilitas untuk Alfamart cabang Bali pada bulan April lalu. Sejumlah 9 pelamar Tuli ikut dalam seleksi wawancara kerja untuk ditempatkan di toko Alfamart di seluruh Bali, dan gudang Alfamart di Gianyar.

Selain wawancara, pelamar juga melakukan tes tertulis untuk mengetahui potensi kerja mereka pada posisi tersebut. Jalannya proses seleksi juga dibantu oleh seorang juru bahasa isyarat dari Bali Deaf Community (BDC), meskipun dalam tahap wawancara  juga dilakukan dengan bantuan catatan tertulis dan alat bantu penerjemah berupa smartphone.

DNetwork terus mendukung Alfamart dan perusahaan-perusahaan lain dalam proses seleksi dan berharap semua pelamar mendapatkan hasil yang terbaik dalam dunia kerja.
 

On March 29, DNetwork held its second User Gathering event. These are regular events held across Indonesia that are designed to provide knowledge about DNetwork to job seekers and workers with disabilities, educate DNetwork users about workplaces and job expectations, and connect job seekers with workers with disabilities to discuss their experiences.

25 people with a variety of disabilities attended this User Gathering, as well as an academic representative from Udayana University and eight companies that have partnered with DNetwork. These attendees all came together to discuss how people with disabilities can enter the workplace. This was a great opportunity for all those who attended. Each person with a disability shared their experiences working or applying for jobs, to help each other have a better chance of finding work.
Additionally, several of the companies that attended held open interview sessions with some of the attendees with disabilities, and five of them were accepted for positions! DNetwork hopes that this User Gathering and others like it in the future will lead to more inclusive opportunities for persons with disabilities in workplaces around Indonesia.

DNetwork would also like to express its gratitude to the users and representatives from Amarterra Villas, Alaya Hotels, Buffalo Tours, Fairmont Hotel, Marriott Bali Seminyak Hotel, Shangri-La Resort Bali, Sintesa Hotel, Swiss Bell Hotel and Udayana University, who attended and participated in this event. Their support is greatly appreciated.

More than 25 DNetwork users were given a tour of the hotel and its facilities, alongside presentations on the types of jobs available at a 5-star resort like Alaya.

This orientation event was made possible by the generous support of Destination Asia, a travel company in Bali that provided transportation assistance to the attendees. Destination Asia is also a DNetwork partner organisation and collaborates with them to employ people with disabilities.
DNetwork is looking forward to continuing its partnerships with Alaya Hotels and Destination Asia in the future.

In November, DNetwork held an event at the Annika Linden Centre to celebrate the launch of a new video showcasing some of their success stories. The video was created in partnership with the local video production company Satu Bumi Jaya, with funding from the US Consulate General Surabaya. Representatives from companies and disability support organizations attended the event and each shared their experiences and hopes for the progress of the disability sector. Attendees included Christine Getzler-Vaughan from the US Consulate General Surabaya, as well as representatives from Satu Bumi Jaya, Dash Hotel Seminyak, Alaya Hotels, Gerkatin Bali, Bali Deaf Community, Buffalo Tours, YPK Bali, Puspadi Bali, Pradnyagama, Pertuni Bali, Movenpick Resort Bali, and Happy Trails Asia!

DNetwork looks forward to working closely with these wonderful partners in the future to promote and support the employment of people with disabilities in Indonesia. To watch the video, please visit bit.ly/DNetworkVideoEng!

DNetwork works hard every day to connect jobseekers with disabilities with open-minded and supportive businesses across Indonesia.

They are now partnering with the Ayana Resort and Spa in Nusa Dua, which has hired two members of the Bali deaf community, Gunawan and Adhit. Gunawan works as a florist and Adhit as a Garde Manger kitchen hand.

Clive Edwards, General Manager of Ayana, said “it was important for us to select the right partner who was aligned to our values. DNetwork presented the correct option as their organisation, efforts and concern for the people drawn to them was unmatched.”

Ayana is just one of DNetwork’s fantastic partners. The DNetwork team are proud to work with many leading organisations across Indonesia, providing jobs and working to remove the stigma associated with people with disabilities. 

For more information on how to partner with DNetwork, current vacancies or recent achievements, please visit www.dnetwork.net.

DNetwork staff were on hand at the Ministry of Manpower job fairs in East Java and Bali during September 2018, providing support and advice to jobseekers with disabilities, as well as accepting job applications for current vacancies available at DNetwork platform. Attending events like these is a regular occurrence for DNetwork, to promote inclusivity in the workforce. Over 50 job seekers with disabilities attended and discussed their situations with DNetwork. It helped us understanding the needs of the jobseekers and at the same time help them understanding the employment matters. Such excellent collaboration with the Ministry of Manpower provides not only job opportunities but also equality for people with all ability.

DNetwork manages a platform for companies to advertise jobs for people with disabilities, and works to connect these companies with potential jobseekers. Collective collaborations among everyone involved plays critical role to create an inclusive workforce in Indonesia. DNetwork team is looking forward to meeting more potential jobseekers and partner companies at the upcoming events in October.

Belum sempat mengikuti Kelas WhatsApp DNetwork? Tenang.. kita ada ringkasannya. Simak di bawah ini, ya!

 

 

Halo teman-teman! Apa kabar semuanya?

Semoga masih semangat di siang menuju sore ini untuk mengikuti Kelas DNetwork hari ini. Perkenalkan nama saya Saniy, saya dari E.thical, sebuah organisasi yang menyediakan Program Pendidikan Kewirausahaan Berkelanjutan bagi anak-anak muda di Indonesia khususnya mereka yang tinggal di daerah terluar dan terpencil Indonesia agar mereka dapat memiliki kesempatan untuk belajar mengenai kewirausahaan dan mengembangkan diri mereka, serta berkontribusi dalam penguatan perekenomian di daerah. E.thical telah melakukan program pertama kami pada tahun lalu di Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur bersama dengan 23 anak muda dan saat ini kami masih melakukan pendampingan bagi 12 bisnis ide yang terpilih dari program kami.

 Nah! Hari ini saya akan membantu teman-teman untuk memahami prinsip-prinsip pemasaran dan bagaimana teman-teman dapat merencanakan strategi pemasaran di dalam usahanya sehingga usaha teman-teman bisa lebih dikenal oleh konsumen dan masyarakat luas. Kita mulai ya!

Apa sih pemasaran itu? Atau dalam bahasa inggrisnya kita mengenal dengan kata Marketing. Jadi, Pemasaran adalah suatu proses atau kegiatan menyeluruh, terpadu dan terencana, yang dilakukan oleh sebuah bisnis atau usaha untuk memperkenalkan barang atau jasanya kepada calon konsumen. Maksudnya menyeluruh disini adalah prosesnya. 

Ketika teman-teman menetapkan produk atau jasa yang ingin teman-teman jual, kemudian menetapkan harga, mempromosikan produk atau jasa tersebut, dan mendistribusikan atau mengirimkannya kepada calon konsumen, maka *keseluruhan proses tersebut adalah kegiatan pemasaran*. Minggu lalu teman-teman belajar mengenai kebutuhan pasar atau bagaimana produk atau jasa teman-teman dapat memenuhi kebutuhan calon konsumen. Nah, aktivitas tersebut juga merupakan sebuah kegiatan pemasaran. 

Pemasaran biasanya memiliki target jangka panjang, tidak hanya untuk  memastikan produk atau jasa kita terjual saja, tetapi juga memastikan terciptanya hubungan yang baik dan positif antara bisnis kita dengan konsumen sehingga mereka tetap percaya dan setia dengan usaha kita, bahkan bisa menjadi pelanggan. 

Nah untuk melakukan aktivitas komunikasi pemasaran, teman-teman juga perlu membangun identitas usaha atau brand. Bagaimana caranya?

Untuk membahas apa itu brand, saya beri contoh ya, Gojek misalnya, sebuah bisnis transportasi online yang cukup terkenal di Indonesia. Saya mau bertanya, kira-kira apa yang teman-teman pikirkan ketika mendengar kata Gojek atau melihat logo hijau dengan lingkaran dan nama Gojek? 

 Apakah Gojek menjadi pilihan pertama teman-teman ketika membutuhkan transportasi atau butuh jasa antar beli makanan misalnya? 

Jika iya, maka Gojek telah berhasil membuat identitasnya atau brandnya melekat di pikiran teman-teman dalam bidang jasa transportasi online. 

 Walaupun mungkin ada usaha sejenis Gojek yang juga terkenal di Indonesia. Nah dalam hal ini, Gojek telah berhasil mempengaruhi teman-teman untuk menaruh kepercayaan kepada Gojek dibandingkan yang lain. 

 Mungkin teman-teman bertanya, apa yang dilakukan Gojek sehingga mereka bisa mempengaruhi keputusan teman-teman?

 

Ada beberapa hal yang dilakukan oleh sebuah bisnis atau usaha untuk bisa mendapatkan perhatian calon konsumennya. Selain melakukan aktivitas Pemasaran, ada lagi hal penting sebelum kita mulai memasarkan produk atau jasa yang usaha kita miliki, yaitu identitas brand atau proses branding. 

 Sebuah brand dapat mudah dikenali dengan berbagai cara:

  1. Nama merek atau usaha
  2. Logo usaha
  3. Tampilan visual lainnya seperti desain produk, desain kemasan, warna khas.
  4. Suara khas dari usaha, dapat berupa lagu atau jingle misalnya. 
  5. Sosok pendiri atau pekerja dari usaha. Kenapa ini penting? Biasanya hal ini dapat mempengaruhi keputusan konsumen di dalam membeli suatu produk atau jasa. Saat ini sudah banyak konsumen yang ingin tahu dan mengenal orang-orang dibalik produk atau jasa yang mereka beli sehingga mereka merasa lebih dekat dengan brand kita dan akhirnya menjadi pelanggan. 
  6. Kata-kata atau gaya berkomunikasi. Nah ini dapat berupa tagline atau slogan dari usaha teman-teman atau gaya bahasa yang digunakan ketika berkomunikasi dengan calon konsumen baik online maupun offline. Apakah bahasa yang digunakan informal, formal, profesional, atau inspiratif misalnya.

 Yang paling penting dalam tahap ini adalah pastikan usaha atau merk teman-teman memiliki keunikan yang tidak dimiliki oleh usaha-usaha lain yang sejenis dengan usaha kalian. Berikan nilai-nilai unik yang membuat calon konsumen lebih memilih produk atau jasa yang kamu jual dibandingkan yang lain. 

 Semoga penjelasan saya membantu teman-teman untuk memiliki pemahaman yang lebih baik lagi mengenai cara membangun merek atau brand ya, sebelum kita masuk ke bagian Rencana Pemasaran.

Selanjutnya, setelah teman-teman mengetahui hal-hal yang mendukung kegiatan pemasaran, seperti pembentukan branding tadi. Saatnya kita membuat Rencana Pemasaran! 

Dalam melakukan Pemasaran, penting bagi teman-teman untuk membuat rencananya terlebih dahulu sebelum memulai eksekusi. Hal ini dilakukan agar kegiatan pemasaran yang dilakukan dapat tepat sasaran sesuai dengan target yang ingin teman-teman capai dan memiliki dampak yang lebih efektif jika dibandingkan dilakukan tanpa rencana atau mendadak. 

Ingat! untuk menjaga usaha atau bisnis tetap berkelanjutan, sebuah usaha butuh kegiatan Pemasaran di dalamnya. Namun, pemasaran tidak melulu berbicara tentang bagaimana produk kita bisa laku terjual, tetapi juga tentang bagaimana kita dapat membangun koneksi dengan konsumen sehingga konsumen tetap loyal menggunakan produk atau jasa kita. 

Di dalam Rencana Pemasaran, terdapat beberapa hal yang harus dibuat, yaitu Target Pemasaran, Strategi Pemasaran, Anggaran, dan Tolok Ukur. Kita mulai bahas satu persatu ya :) 

Dan untuk mempermudah penjelasannya, berikut juga saya kirimkan format kanvas Rencana Pemasaran yang bisa teman-teman pakai untuk membuat Rencan Pemasaran bisnisnya.

Di dalam membuat Target Pemasaran, penting bagi teman-teman untuk mengetahui bagaimana tahapan-tahapan yang dilewati oleh konsumen dalam berinteraksi dengan usaha atau bisnis kita. Seiring dengan semakin majunya teknologi dan semakin beragamnya cara bagi bisnis untuk memasarkan produk atau jasanya, hasil dari sebuah kegiatan pemasaran tidak harus selalu terkait dengan penjualan. 

Tahapan yang konsumen lewati ada 4 tahap. Kalau dalam gambar bentuk diagramnya seperti kerucut terbalik atau segitiga terbalik:

  1. Pada tahap awal, ada yang dinamakan Awareness (Kesadaran) - Ini adalah tahapan dimana calon konsumen sudah menyadari kehadiran usaha atau bisnis. Biasanya mereka yang telah membaca atau mendengar informasi tentang usaha atau produk yang kita jual.
  2. Setelah mereka mengetahui tentang usaha atau bisnis kita, maka yang kedua adalah tahap Interest (Ketertarikan) - Ini adalah tahapan dimana calon konsumen mulai suka dan tertarik dengan produk atau jasa kita. Biasanya ini dapat kita lihat hasilnya melalui media online, misalnya mereka akan mulai mengikuti usaha kita di media sosial atau membuka website kita.
  3. Kemudian yang selanjutnya adalah tahap Desire (Keinginan) - Ini adalah tahapan dimana calon konsumen mulai menunjukkan keinginannya untuk membeli atau menggunakan produk atau jasa. Jika ada calon konsumen yang mulai bertanya mengenai produk atau jasa yang kita jual. Maka mereka sudah memasuki tahapan ini.
  4. Tahapan paling akhir dari perjalanan konsumen adalah Action (Melakukan tindakan) - Dalam tahap ini, calon konsumen sudah menjadi konsumen atau bahkan telah menjadi pelanggan kalian, dimana mereka melakukan pembelian berulang terhadap produk atau jasa yang kita jual.

Target Pemasaran yang nanti teman-teman buat dapat dikaitkan dengan tahapan-tahapan ini.

Sekarang kita akan masuk ke bagian bagaimana cara membuat Target Pemasaran. Setelah mengetahui perjalanan calon konsumen dalam aktivitas pemasaran, ini saatnya membuat Target Pemasaran untuk usaha atau bisnis kalian. Target Pemasaran ini dibuat untuk jangka panjang, misalnya dalam jangka waktu 6-12 bulan kedepan. Dalam membuat Target Pemasaran, target yang dimiliki harus SMART. Apa itu SMART?

  • Specific (Spesifik) - Target pemasaran kalian harus dapat dibuat spesifik dan jelas. Hindari target yang terlalu umum atau kurang mendetail karena Target Pemasaran yang lebih spesifik memiliki kesempatan lebih besar untuk dicapai dibandingkan Target yang masih bersifat umum.
  • Measurable (Terukur atau dapat diukur) - Target pemasaran yang baik harus dapat diukur progresnya sehingga kalian dapat mengetahui apakah target tersebut telah tercapai atau belum
  • Achievable (Dapat diraih) - target yang dibuat harus realistis dan dapat dicapai. Sebuah target tidak boleh dibuat terlalu mudah tetapi juga tidak boleh terlalu sulit sehingga mustahil untuk dicapai.
  • Relevant (Relevan) -  Target harus relevan dengan prioritas, dan realistis dengan kapasitas produksi misalnya dan kemampuan yang dimiliki oleh teman-teman dan tim yang ada di dalam usahanya.
  • Timely (Waktu yang jelas) - Target yang baik perlu memiliki kerangka waktu atau tenggat waktu untuk mencapainya.

Disini aku coba beri contoh Target Pemasaran yang SMART untuk Gojek, yaitu Meningkatkan jumlah pengguna aplikasi Gojek sebanyak 5000 pengguna baru dalam waktu 6 bulan. 

Dapat teman-teman identifikasi dari Target Pemasaran Gojek yang saya sebutkan tadi bahwa di dalamnya terkandung elemen yang SMART. Nah nanti teman-teman bisa mulai berlatih di dalam membuat target yang SMART.

Kemudian, dalam Rencana Pemasaran dapat terkandung lebih dari satu Target Pemasaran tergantung dari prioritas teman-teman di dalam usahanya saat ini, atau 6-12 bulan kedepan.

Setelah Target Pemasaran telah ditentukan, ini saatnya kalian membuat Strategi Pemasaran. Apa bedanya dengan Target Pemasaran? Kalau Target itu adalah tujuan kalian melakukan suatu kegiatan Pemasaran, sedangkan Strategi Pemasaran adalah langkah-langkah yang dibutuhkan untuk mencapai suatu Target Pemasaran

Nah pada tahap ini, teman-teman mulai memikirkan metode yang kira-kira perlu dilakukan untuk memasarkan produk atau jasa baik secara online maupun offline.

Pada satu Target Pemasaran, teman-teman dapat membuat lebih dari satu Strategi Pemasaran. Dalam membuat strategi, selalu disesuaikan dengan target konsumen kalian, misalnya jika kalian ingin menggunakan media online dalam aktivitas pemasaran kalian dan target konsumen dari usaha teman-teman adalah anak muda, maka teman-teman bisa menggunakan Instagram misalnya. Atau kalau ternyata target konsumen teman-teman tidak menggunakan media sosial sama sekali, maka teman-teman bisa menggunakan WhatsApp misalnya atau SMS. Tergantung dari siapa yang ingin teman-teman sasar.

Ada banyak metode pemasaran yang bisa dilakukan baik secara online maupun offline. Kita bahas satu persatu setelah ini ya!

Yuk kita bahas mengenai saluran komunikasi Online. Ada apa aja sih? Saya yakin teman-teman juga pasti sudah banyak yang mengetahui atau bahkan sedang menjalankan bisnis atau usahanya secara online. Ada beberapa jenis media online yang dapat digunakan dalam aktivitas Pemasaran:

  • Media Sosial, berupa Instagram, Facebook, Youtube, bahkan Tik Tok. Inilah contoh-contoh dari media sosial yang biasanya digunakan usaha atau bisnis untuk memasarkan produk atau jasa. Di dalam menggunakan media sosial sebagai alat pemasaran, teman-teman harus konsisten membuat konten-konten menarik yang tentunya disesuaikan dengan jenis salurannya. 

Konten-kontennya bisa berupa informasi mengenai usaha atau produk atau jasa yang dijual, bisa juga berupa konten edukasi terkait usaha atau bisnis yang sedang dijalankan, contohnya jika ada yang produknya makanan sehat, kalian bisa membuat konten edukasi mengenai manfaat dari makanan tersebut bagi kesehatan tubuh, sehingga memberi pengetahuan dan ilmu baru kepada calon konsumen. Konten lainnya adalah konten hiburan yang menarik calon konsumen. 

Coba buka referensi-referensi konten dari usaha-usaha sejenis yang menurut teman-teman sudah baik sebagai inspirasi dalam membuat konten bisnis kalian. Sesuaikan konten dan bahasa yang digunakan dengan target konsumen teman-teman ya. Ohya, media sosial juga dapat digunakan untuk memasarkan produk kalian kepada calon konsumen yang mungkin belum mengikuti profil usaha teman-teman di media sosial. Hal ini dapat dilakukan melalui fitur Ads atau Iklan berbayar. Bahkan sekarang teman-teman bisa pula bekerjasama dengan Influenser untuk mempromosikan produk atau jasa teman-teman. Tentunya teman-teman harus menyiapkan anggaran untuk itu. Nanti kita bahas ya mengenai anggaran.

  • Fitur Chat seperti WhatsApp atau Line,  juga bisa menjadi media pemasaran bagi usaha teman-teman. Fitur ini sifatnya lebih personal sehingga memudahkan pemesanan produk atau jasa.
  • Marketplace. Saat ini marketplace, seperti Tokopedia, Bukalapak, dan Shopee, telah memudahkan banyak usaha untuk menjual produk mereka karena sistemnya yang otomatis dan gratis. Sehingga bisnis tidak perlu repot-repot membuat website ecommerce sendiri untuk berjualan. Yang teman-teman perlu lakukan adalah membuat konten foto produk yang baik dan deskripsi produk yang detail untuk mempengaruhi keputusan konsumen dalam membeli produk dari usaha teman-teman.
  • Website. Jika teman-teman memiliki anggaran yang lebih, maka teman-teman dapat membuat website khusus untuk profil bisnis dan pemasaran produk teman-teman.

Perlu diperhatikan bawah semua media komunikasi yang saya telah sebutkan tadi, tidak perlu dipergunakan semuanya. Cari media yang relevan dengan bisnis dan sesuai dengan kemampuan teman-teman didalam mengelola media-media tersebut, serta dengan target konsumen kalian. Karena mengelola satu media komunikasi saja memerlukan waktu dan energi yang cukup banyak agar dapat efektif. 

Jadi pastikan kalian menginvestasikan waktu dan usaha kalian untuk media yang paling sesuai dengan bisnis dan kemampuan kalian. Konten tidak hanya berbentuk foto dan teks saja, tetapi juga bisa video bahkan sekarang banyak orang sudah memulai aktivitas Pemasarannya melalui media suara seperti Podcast.

Aktivitas Pemasaran tidak hanya online saja, tapi ada juga offline, seperti mengikuti bazar atau bahkan membuka toko sendiri. Media offline ini juga dapat berupa spanduk, baliho, poster, ataupun x-banner di lokasi-lokasi tertentu. Tentu aktivitas pemasaran secara offline biasanya akan lebih memakan banyak biaya, namun akan lebih efektif untuk merubah keputusan membeli calon konsumen karena adanya interaksi secara personal antara kita dengan calon pembeli. Namun karena situasi yang saat ini juga tidak memungkinkan, teman-teman bisa mulai memaksimalkan aktivitas pemasaran secara online di rumah.

Setelah tadi kita membahas mengenai Target Pemasaran dan Strategi Pemasaran, sekarang saatnya masuk ke bagian Anggaran. Yes! Sebuah Rencana Pemasaran harus memiliki anggaran untuk implementasinya. Namun tergantung pula dari media komunikasi yang dipilih ya. Contohnya yang sudah sempat saya sebutkan sebelumnya seperti menggunakan fitur Ads atau jasa influencer di media sosial, tentu teman-teman memerlukan anggaran untuk dapat melakukan kegiatan Pemasaran tersebut. Atau biaya-biaya lain seperti biaya foto produk misalnya, ataupun transportasi ketika mengikuti kegiatan bazar, atau bahkan biaya cetak poster atau spanduk. 

Oleh karena itu, setiap aktivitas pemasaran harus disesuaikan dengan anggaran yang dimiliki oleh bisnis teman-teman. Menurut saya, jika ada yang tidak berbayar dan memiliki dampak yang besar bagi bisnis, lebih baik maksimalkan Strategi Pemasaran pada media tersebut.

Yang terakhir dari Rencana Pemasaran adalah Tolok Ukur. Ini adalah bagian dimana teman-teman menuliskan indikator keberhasilan dari masing-masing strategi pemasaran. Hal ini penting agar teman-teman dapat mengukur keberhasilan atau kemajuan dari keseluruhan Target Pemasaran kalian. 

Misalnya jika target teman-teman adalah meningkatkan jumlah konsumen pada produk atau jasa yang dijual, dan teman-teman menggunakan strategi melalui media sosial untuk mencapainya, maka salah satu cara melihat apakah target tersebut sudah tercapai atau belum adalah dengan mengukur pertambahan angka penjualan atau transaksi yang terjadi melalui akun media sosial bisnis kalian. 

Jadi pastikan target pemasaran yang kalian buat merupakan target yang dapat diukur, sehingga memudahkan kalian menentukan indikator keberhasilan.




Mau ikut Kelas WhatsApp DNetwork yang lainnya? Terus pantau media sosial DNetwrok dan hubungi kami di 081558775554.

Sampai jumpa di kelas berikutnya!




Kelas WhatsApp DNetwork diadakan setiap Jumat, loh. Bagi yang ikut kemarin masih ingat isi kelasnya? Atau kamu belum bergabung? Tenang... Kamu bisa baca rangkuman di bawah ini!  Selamat membaca dan semoga bermanfaat!

 

Selamat sore teman-teman sekalian,

Semoga teman-teman dalam keadaan baik dan semangat untuk mengikuti kelas D-Network hari ini, terutama buat teman-teman yang sudah mulai berpuasa.

Perkenalkan, nama saya Irma Sitompul. Saya adalah seorang wirausahawati yang memimpin sebuah konsultan komunikasi yang berfokus pada isu kerbelanjutan atau sustainability, namanya For Good. Selama tiga tahun ini, Kami sudah mendampingi sekitar 30 UMKM sosial dan lembaga swadaya masyarakat untuk membangun strategi bisnis dan komunikasi yang efektif, efisien dan berdampak. Maksudnya berdampak adalah memastikan sebuah usaha tidak hanya menghitung kesuksesan dari keuntungan finansial, tetapi juga bagaimana usaha tersebut telah memberikan kontribusi pada masyarakat dan lingkungan. Istilah popularnya, usaha yang mengedepankan people profit planet.

 

Nah, hari ini saya akan berbagi pengalaman saya dalam hal strategi bisnis, terutama dalam memahami apa yang dibutuhkan oleh calon pembeli kita agar kita dapat memastikan produk yang akan kita jual ini laku di pasar dan benar-benar memecahkan masalah yang mereka hadapi.

Oke. Sudah siap ya, semua. Yuk, kita mulai sesinya.

 

Mungkin banyak dari teman-teman yang bertanya-tanya, kenapa kita harus memastikan produk atau jasa yang kita jual harus bisa memecahkan masalah dari target pembeli kita? Memangnya, kita ngga bisa ya langsung jualan aja? Toh, nanti pasti akan ada yang beli, seperti misalnya teman-teman, tetangga atau keluarga.

 

Menurut saya, berjualan ke teman, tetangga atau keluarga tidak ada salahnya. Karena mereka adalah akses terdekat kita yang bisa kita hubungi. Dan, sudah hampir pasti mereka akan membeli produk yang kita jual. Karena biasanya mereka ingin mendukung usaha kita!

Tapi, coba deh teman-teman pikirkan jangka panjangnya. Apakah keluarga, teman dan tetangga akan terus-menerus membeli apa yang kita jual? Sebagai seorang wirausahawati / wirausahawan, kita harus mampu mengetahui, siapa target pembeli dari produk atau jasa kita, yang akan terus-menerus menggunakan solusi kita. Mereka-mereka inilah orang-orang yang masalahnya terpecahkan oleh produk atau layanan kita. Nama lain untuk mereka adalah pelanggan setia.

 

Kita liat contoh berikut ya...

 

Ini adalah Angelinda Fransisca, pendiri dari The Bath Box, sebuah merk perawatan kulit natural yang saat ini telah menjadi UKM yang lumayan sukses di Indonesia. Produk-produk the Bath Box dibuat sendiri oleh Angel dengan menggunakan bahan-bahan alami yang tidak terlalu keras untuk kulit. Di awal usahanya, Angel tidak membuat produknya sendiri, melainkan menjual ulang produk-produk kecantikan kulit dari Korea (disebut juga reseller).

 

Nah, bagian berikut ini adalah bagian yang mau saya fokuskan.

 

Alasan kenapa Angelinda tidak meneruskan menjadi reseller dan malah mencoba membuat produknya sendiri, adalah karena banyak dari pelanggannya yang tidak cocok dengan bahan kimia dari produk Korea yang Angelinda jual.

Angelinda akhirnya berusaha untuk membuat produk yang sesuai dengan yang dibutuhkan oleh pelanggan-pelanggannya saat itu.

 

Inilah moment yang merubah bisnis Angelinda dari bisnis skala rumah tangga menjadi usaha menengah yang sukses.

 

Sampai saat ini, walaupun omzet dari Angelinda sudah mencapai lebih dari 200 juta per bulan, ia masih terus menyempurnakan produk-produk yang dia jual dengan mendengarkan apa yang dibutuhkan oleh pelanggannya.

 

Nah, sekarang mari kita coba pelajari bagaimana cara untuk mencari tahu apa yang dibutuhkan oleh pelanggan kita, supaya produk atau jasa yang kita tawarkan bisa lebih sempurna.

 

Di segmen ini, saya akan membagi tipsnya menjadi dua kategori: untuk teman-teman yang sudah mulai menjalankan bisnis, dan untuk teman yang baru mau memulai dan belum memiliki produk.

 

Kita mulai dari yang belum memiliki produk terlebih dahulu ya.

 

Ok, buat teman-teman yang masih dalam tahap ide dan belum punya produk atau jasa untuk dijual. Saya ada alat bantu yang namanya Empathy Map, atau Peta Empati.

Dalam Peta Empati ini, tugas kita adalah mencari tau:

  • Apa yang mereka pikirkan & rasakan
  • Apa yang mereka katakan & lakukan
  • Apa kesulitan mereka
  • Apa keinginan mereka

 

Nah, ini dia Peta Empati dari The Bath Box. Kita pelajari satu-persatu ya!

 

Kita mulai dulu dari Target Pengguna. Disini dijelaskan bahwa target dari the Bath Box adalah perempuan berusia muda, antara 18-28 tahun yang memiliki kulit sensitif. Mereka tinggal di kota besar dan senang dengan make up dan perawatan kulit. Mereka suka sekali nontonin youtube make up!

 

Ini penting banget ya, teman-teman. Kalian harus benar-benar tau target pembeli kalian secara spesifik. Berapa kisaran umur mereka, bagaimana perilaku mereka, terutama dalam menggunakan media sosial.

Semua ini harus terkait dengan ide kalian ya. Kita ambil contoh dari Angelinda the Bath Box tadi ya supaya lebih jelas. Yuk kita liat slide berikut.

Berikutnya, di kolom kiri bawah, kesulitan atau masalah yang mereka hadapi adalah mereka memiliki kulit yang sangat sensitif – gampang kering, gampang berjerawat. Mereka selalu kesulitan mencari produk perawatan kulit yang tidak terlalu keras supermarket lokal, seperti alfamart atau giant, misalnya. Makanya mereka membeli produk impor dari Korea secara online.

 

Kolom kanan bawah menjelaskan keinginan dari mereka. Dimana, mereka ingin agar kulit wajah mereka terlihat sehat dan mulus. Mereka juga ingin agar punya rutinitas perawatan kulit yang tidak ribet dan memakan waktu lama.

Pada kolom kiri atas, yang mereka pikirkan dan rasakan dalam menghadapi masalah kulit adalah frustasi. Mereka merasa tidak percaya diri karena kulit wajah mereka selalu bermasalah.

Pada kolom kanan atas dijelaskan bahwa mereka tidak pernah berhenti bereksperiman dengan produk-produk kulit baru, terutama yang impor, baik dari Jepang maupun Korea.

 

Nah, dari contoh ini, semoga bisa menjadi lebih jelas ya kira-kira bagaimana kita bisa mencatat informasi yang kita dapatkan dari calon pengguna produk atau jasa kita nantinya.

 

Di segmen berikutnya, saya akan berbagi mengenai cara menggali informasi yang baik. Namun, sekarang saya mau berbagi tips untuk teman-teman yang sudah punya produk atau jasa dulu. Kita cek slide berikutnya ya!

 

Untuk teman-teman yang sudah mulai berjualan, selamat ya! Karena kalian sudah memiliki data mengenai siapa yang paling sering membeli produk atau menggunakan jasa kalian. Kalau kalian belum punya datanya, Saya sarankan untuk melihat catatan penjualan kalian dalam beberapa bulan terakhir dan cari tau siapa yang pernah membeli lebih dari sekali. Dari situ, teman-teman bisa mulai mencari tau profil dari para pelanggan ini! Cari kesamaan apa yang mereka miliki. Misalnya: mereka ternyata para pembeli ulang ini sama-sama pekerja kantoran yang sibuk, atau ibu rumah tangga yang punya anak balita.

 

Coba hubungi mereka dan tanyakan, mengapa mereka membeli produk atau jasa anda kembali.

 

 

 

Untuk mencari tau apakah produk kita sudah menjawab kebutuhan calon pembelimu, ada 1 tips yang sangat mudah: lakukan survey dengan berikan sampel gratis kepada orang-orang yang profilnya serupa dengan pelanggan kalian. Misalnya: kalau kalian berjualan makanan beku, dan ternyata pembeli ulang kalian adalah orang-orang kantoran, coba bagikan sampel gratis ke salah satu kantor dari teman kalian.

 

Kalau teman-teman kurang paham apa itu sampel. Saya coba jelaskan ya. Pernah kah teman-teman diberikan produk gratis oleh mba-mba berseragam saat teman-teman belanja di swalayan? Semestinya sebagian besar dari kalian pernah ya. Biasanya produk gratis yang diberikan ukurannya lebih kecil dari yang dijual. Nah, inilah yang dinamakan sampel.

 

 

 

 

Mengambil contoh dari The Bath Box, pada awal-awal mereka membuat produk mereka sendiri, mereka melakukan uji sampel 3 sampai 5 kali per produk. Sampel ini mereka bagikan gratis kepada sekelompok orang yang memiliki profil serupa dengan pelanggan setia mereka, dengan tujuan menggali tanggapan dari mereka. Sampel yang mereka berikan diiringi juga dengan survey singkat terkait produk, seperti: apa yang disukai dari produk, apa yang kurang disukai, lalu apa yang bisa diperbaiki dari produk juga termasuk dalam survey tersebut.

 

Survey juga menjadi kesempatan baik untuk teman-teman mencari tau kira-kira berapa harga yang pelanggan mau keluarkan untuk membeli produk tersebut nantinya. Jadi teman-teman tidak menjual produk terlalu mahal atau murah!

OK, Semoga teman-teman sekalian sudah mulai dapat gambaran apa saja informasi yang harus kita dapatkan untuk memahami kebutuhan calon pembeli kita.

 

 

Di segmen ini,  kita akan membahas mengenai cara-cara menyiapkan pertanyaan survey atau wawancara, yang akan membantu teman-teman nantinya saat turun ke lapangan.

 

 

Sebelum teman-teman mewawancarai calon pembeli, tetapkan dulu apa yang ingin teman-teman cari tau. Misalnya: kesulitan apa yang calon pembeli rasakan, atau bagaimana mereka menyelesaikan kesulitan tersebut saat ini agar teman-teman bisa meberikan solusi yang lebih baik.

 

Disini, tetapkan juga berapa jumlah orang yang ingin kalian wawancara.

Dan yang terakhir, tetapkan informasi spesifik apa yang ingin teman-teman dapatkan dari wawancara ini. Misalnya: varian atau rasa eskrim apa yang kira-kira akan paling laku, atau berapa ukuran yang paling cocok untuk dijual.

 

Yang kedua, siapkan pertanyaan wawancara kalian. Saat merancang pertanyaan-pertanyaan wawancara, pikirkan baik-baik beberapa hal ini.

 

Apakah mereka menyadari bahwa masalah yang teman-teman ingin tangani adalah masalah yang juga mereka rasakan?

 

Apabila ada solusi dari masalah tersebut, apakah mereka mampu dan mau menggunakannya?

 

Hal-hal tersebut bukan untuk ditanyakan kepada pembeli ya, tapi lebih merupakan arahan pola berpikir untuk teman-teman agar ketika mewawancara, teman-teman tidak memaksakan ide atau produk kalian ke orang yang kalian wawancarai.

 

 

Nah, berikut adalah beberapa tips untuk menyiapkan pertanyaan wawancara yang baik.

 

Yang pertama, ajaklah mereka bercerita | Awail pertanyaan dengan pernyataan seperti “Boleh ceritakan waktu ibu (atau bapak)....”

 

Lalu, buat pertanyaan terbuka dan bukan jawab ya atau tidak | Contohnya teman-teman bisa bertanya “Bisa jelaskan lebih lanjut mengenai...”

 

Yang ketiga, spesifiklah saat bertanya | Contoh pertanyaannya misalnya “Apa tantangan paling berat saat...”

 

Yang berikutnya, Jangan mengarahkan. Jangan bertanya “Ibu suka tidak dengan solusi ini?”

 

Teman-teman juga bisa bertanya mengenai saat ini atau masa lampau, buka pertanyaan dengan kalimat seperti “Ceritakan saat dulu ibu….”

 

Buat pertanyaan yang pendek, maksimal 10 kata saja

 

Sekali lagi, jangan menanyakan produk atau solusi kalian | Hindari bertanya seperti ini “Kalau ada produk seperti ini, apakah ibu akan beli?” atau “Kalau ada layanan ini, apakah kamu mau menggunakannya?”

 

Begitu kira-kira beberapa tips untuk membuat pertanyaan wawancaranya.

 

 

Sekarang, saya akan berbagi mengenai tips untuk teman-teman saat melakukan wawancara.

 

Jangan lupa untuk merekam semua wawancara, metode paling baik adalah dalam bentuk rekaman audio.

 

Ketika bertanya, beri waktu untuk mereka menjawab.  Jangan khawatir bila mereka tidak langsung menjawab pertanyaan kalian.

 

Yang berikutnya ini juga penting: jangan memotong jawaban mereka.

 

Dan pastikan kita selalu netral - ingat, wawancara ini bukan untuk mempertahankan ide kita, melainkan untuk mencari pemahaman baru dari perspektif pengguna.

 

Yang terakhir, cari ketidakkonsistenan dalam jawaban mereka.

 

 

Nah, setelah kita mendapatkan semua masukan dari orang-orang yang kita survey, teman-teman bisa mulai merangkum dengan menggunakan peta empati yang saya sudah jelaskan tadi.

 

Setelah terlihat rangkumannya, teman-teman akan lebih mudah untuk mengolah hasil wawancara atau survey tersebut agar teman-teman bisa menyempurnakan produk teman-teman, atau menyesuaikan harga produk dan lain sebagainya, sesuai kebutuhan dan masukkan dari konsumen kalian.

 

 

 

Kira-kira itu tips-tips yang bisa saya berikan pada hari ini terkait memahami kebutuhan konsumen dan penyempurnaan produk. Semoga dengan memahami proses ini, teman-teman dapat memastikan bahwa ide yang kita miliki benar-benar menjawab kebutuhan calon pelanggan kalian ya.

 

Terima kasih sudah mengikuti sesi yang saya sampaikan, dan mohon maaf apabila ada beberapa hal yang kurang berkenan.

 

Sekarang kita akan masuk kedalam sesi diskusi, dimana teman-teman dipersilahkan untuk memberikan tanggapan, melempar pertanyaan atau sanggahan. Ok, sesi ini Saya buka sekarang yah. Silahkan untuk mengetik atau mengirimkan rekam suara ke group whatsapp ini yah.

Belum sempat mengikuti Kelas WhatsApp DNetwork? Tenang.. kita ada ringkasannya.

Di artikel kali ini kamu bisa pelajari tentang cara memulai wirausaha, mengembangkan bisnis, dan strategi bertahan di tengah krisis. Materi ini dibawakan oleh Kak Zaki Andika dari The Local Enablers. Semoga bermanfaat! 

Tantangan hari ini dan kedepannya

Kita mulai dengen bicara tentang tantangan hari ini dan kedepannya di era disrupsi serta pandemi covid 19 ini.

Biasa kita kenal yaitu VUCA:

  • V olatility : perbedaan perspektif dan sudut pandang yang menyulitkan penginterpretasian
  • U ncertainty : masa depan yang semakin tidak pasti dan tidak bisa diprediksi
  • C omplexity : kompleksitas akibat globalisasi dan informasi berlimpah
  • A mbiguity : perbedaan perspektif dan sudut pandang

 

Kemudian, apa dampak dari VUCA tadi?

  1. Munculnya model bisnis baru
  2. Teknologi baru yang menggantikan teknologi lama
  3. Organisasi atau individu dituntut adaptif terhadap perubahan yang terjadi
  4. Kebutuhan akan keterampilan baru 

Apa yang harus dilakukan?

Menghadapi era disruptif dan pandemi menuntut organisasi atau individu untuk bergerak secara langsung dan gesit, organisasi memerlukan inisiatif untuk dapat bertahan dan bersaing.

Contoh :

  • melakukan inovasi proses (continuous improvement)
  • mengembangkan model bisnis baru
  • mengembangkan cara-cara baru dalam bekerja

Diperlukan inisiatif dan keterampilan baru untuk bisa lebih adaptif di era saat ini. AGILE (TANGKAS) menjadi skill set yang harus dikuasai.

 

 

 9 Prinsip Memimpin dengan Ketangkasan

ada 9 Prinsip memimpin dengan ketangkasan (pimpin dengan cepat dan tanggap). Ciri-cirinya:

  • Lebih banyak bertindak daripada berbicara (dapat menginspirasi orang banyak, fokus pada aktivitas, tapi tetap rendah hati dan empati)
  • tingkatkan kualitas pikiran (coba bketemu dengan banyak orang, kerjasama,lihat masalah sebagai peluang)
  • Feedback yang efektif (saran, kritik, masukan yang baik)
  • Membutuhkan arti dan tujuan
  • Jaga emosi dan kretifitas dalam organisasi
  • Kepemimpinan ada dimana-mana di dalam organisasi
  • berkolaborasi
  • ide bagus dapat muncul dari mana-mana

 

 

Apakah kita cocok jadi wirausaha?

50% cocok, 50% tidak. Untuk yang tidak cocok masih bisa usaha, bisa tingkatkan skill dan kemampuan wirausaha.

  

Gambar gunung es pengembangan usaha pemula (masalah dalam berusaha)

yang mau mulai usaha pasti akan mendapatkan masalah dalam berusaha. Yang baru mulai usaha mungkin masalahnya ada di uang, setelah itu kalau agak besar mungkin masalahnya ada di lambat mengembangkan usaha. Kalau seperti ini kita harus tahu apa lagi sumber daya (modal) yang kita punya, bukan cuma modal uang, tapi juga modal yang tidak terlihat seperti ilmu, karyawan, pasar, dll.

Nah kalau kita sudah lama punya bisnis, masalahnya adalah bagaimana cara membesarkan bisnis? Selanjutny kita bisa pikir "harus bagaimana ini usahanya? Apakah mau dilanjutkan tapi dirubah atau mau berhenti saja?"

 

Contoh perkembangan bisnis:

  1. Kalau punya ide coba aja dulu, aksi untuk membuka usaha
  2. Nilai bisnis - cari tahu apa yang beda yang dijual dengan orang lain
  3. Momentum - pengembangan produk, coba cari peluang dan kerjasama untuk menjalankan usaha
  4. Pivot artinya merubah bisnis agar lebih laku dan berkembang

 

  Bisnis model canvas

Biasanya sebelum memulai bisnis kita memetakan terlebih dahulu seluruh aspek yang ada untuk bisnis kita. Bisnis model canvas adalah alat yang kita bisa pakai untuk  tahu bisnisnya sudah baik atau belum. Disini kita bisa lihat banyak kotaknya. Setiap kotak itu adalah hal-hal yang harus kita perhatikan dalam bisnis.

Ada 9 kolom:

  • Customer (Pelanggan)
  • Value proposition (nilai usaha)
  • Chanel (koneksi bisnis)
  • Customer Relationship (hubungan dengan pelanggan)
  • Revenue stream (sumber pendapatan)
  • Key resourse (sumber daya kunci)
  • Key activities (aktivitas apa saja dalam berbisnis)
  • Key partner (kerjasama dengan siapa saja)
  • Cost structure (biaya yang dikeluarkan apa saja)

 

Cara menggunakan Bisnis Model Canvas

  • Langkah 1: Dimulai dari kolom value proposition atau nilah yang dapat ditawarkan/diberikan

Teman-teman bisa memasukkan kira-kira apasih kelebihan dari usaha/produk teman-teman. Value proposition tidak memulu soal barang, tapi bisa sifat atau yang lainnya yang membuat produk teman-teman unik😄

  • Langkah 2: Customer segment atau kelompok target konsumen yang akan atau sedang kita bidik. Bisa berdasarkan tingkat ekonomi, usia, komunitas, wilayah dll

Ini bisa menjadi acuan ya teman-teman. Siapa tahu, selama ini kita berusaha atau berjualan produk tapi kita belum tau kelebihan produk kita itu apa atau siapa sih target konsumen kita. Seperti contohnya ada yang jualan parfume. Ya. Nah, parfumnya kira2 apa nih yang membedakan dengan parfume lain kemudian siapa target konsumennya. Apakah laki2 usia 30-40 tahun atau siapa.. Seperti itu..

  • Langkah 3: Chanel atau cara/media yang digunakan agar konsumen dapat membeli produk kita.

Apakah melalui website, social media, distributor atau yang lainnya?

  • Langkah 4: Customer Relationship / hubungan dengan pelanggan.

Harapannya kita memiliki hubungan yg baik dengan konsumen agar mereka mau repeated order. Bisa dengan selalu memberikan informasi mengenai produk kita, bisa dengan memberikan potongan harga atau yang lainnya. Karena pengalaman saya, kalau konsumen kita hubungin disini kita tawarin produk lagi pasti mau beli😄

  • Langkah 5: Revenue Streams atau sumber pemasukan usaha kita, bagaimana perusahaan kita mendapatkan pendapatan
  • Langkah 6: Key Resources atau sumberdaya yang kita miliki. Biasanya 5M: man (sumber daya manusia), material, metode, money (uang), machine (mesin)

Kita selalu mulai dari man ya teman2, bukan dari money. Karena kalau kita mulai dari money/modal mungkin usaha kita akan sulit untuk berjalan

  • Langkah 7: Key activities atau kegiatan2 yang mengeluarkan biaya.

Misalnya, kalau saya punya usaha pisang goreng berarti key activities saya adalah belanja bahan baku, produksi, promosi dll

  • Langkah 8: Key Partners atau pihak-pihak yang dapat terlibat atau membantu usaha kita.

Ini bisa berupa: akademik, bisnis, komunitas, pemerintah, media. Kalau bisa kita memiliki partner2 di 5 bidng ini👍😄

  • Langkah 9: Cost structure atau berbagai macam pengeluaran yang timbul ketika menjalankan bisnis. Contohnya: Biaya produksi berapa, biaya promosi berapa, biaya bahan baku berapa

 Nah itu adalah sedikit panduan untuk mengisi bisnis model canvasnya teman-teman

Ini juga, penting untuk kita berkolaborasi. Dari slide ini terdiri dari berbgai macam disiplin ilmu.

 

Sekian pemaparannya dan semoga bermanfaat ya!

 

Mau ikut Kelas WhatsApp DNetwork yang lainnya? Terus pantau media sosial DNetwrok dan hubungi kami di 081558775554.

Sampai jumpa di kelas berikutnya!

 

Pada tanggal 10 April 2020 lalu DNetwork telah mengadakan kelas WhatsApp Entrepreneurship pertanya bersama Kak Tristia Riskawati dari Temali. Mau tahu bahasannya apa saja? Simak tulisan di bawah ini, ya!

 

Hai. Halo teman2! Perkenalkan, nama saya Tristia Riskawati. Biasa dipanggil Tristi. Founder dari Temali, sebuah usaha rintisan yang bergerak di bidang tes minat bakat. Singkatnya seperti itu :D

Sebelumnya, saya berterimakasih pada DNetwork yang udah ajak saya buat sharing-sharing di forum WhatsApp ini😁 Asyik banget bisa komunikasi sama teman2 difabel yang rupanya aktivitasnya udah keren2 yaa

 

Temukan keunikan diri, mulai usaha mandiri.

Karena dengan mengenal keunikan diri, kita akan tahu skill kita bagusnya dimana. Kemudian skill yang kurang apa saja, sehingga bisa menemukan rekan bisnis yang tepat untuk melengkapi kekurangan kita :)

Saya yakin, kalau manusia itu diciptakan sempurna! Sempurna dengan ketidaksempurnaannya! Barangkali, pandangan orang2 yang sempurna berbeda2 satu sama lain. Semisal punya harta sekian, punya pendidikan sampai S2, atau memiliki panca indra yang berfungsi.

Tapi, masing2 dari kita dianugerahi oleh Yang Maha Kuasa keadaan yang berbeda. Barangkali kita pada awalnya menganggap kekurangan2 kita adalah sesuatu yang membuat kita tak sempurna. Tetapi di balik itu, yakinlah bahwa ada kelebihan2 yang orang lain belum tentu punyai.

Kemarin saya sempat berbincang via chat juga dengan DNetwork , tentang bagaimana masing2 jenis disabilitas, biasanya memiliki kelebihan2 tersendiri sesuai jenisnya... ✨✨

 

 

Seperti teman2 netra, biasanya lebih sensitif pendengaran dan indra perabanya dari orang yang tidak Netra. Teman2 Tuli biasanya dikenal fokus bekerja dan tidak mudah terdistraksi. Dan teman-teman disabilitas intelektual rupanya dikenal jago mengerjakan pekerjaan berulang, dan dikenal perfeksionis dibanding yang lainnya...

Naah, mungkin di antara kita suka bingung, bagaimana sih menemukan potensi diri? Menurut yang saya pelajari, sederhananya ada tiga langkah.

Pertama, lihat pola kehidupan, dari kita kecil hingga sekarang. Kira2 apa hal2 berulang yang kita sering alami..

Kedua, kenali kelebihan dan kekurangan diri

Ketiga, sering2 berkomunikasi kepada Sang Pencipta agar ditunjukkan jalan...

Untuk menemukan pola kehidupan, coba teman2 cari, apa yang paling bikin teman-teman gelisah di dunia ini? Permasalahan sehari-hari atau permasalahan besar apa yang harusnya nggak terjadi di dunia ini? Seperti, teman-teman Netra kesulitan untuk mandi, maka permasalahan itu bisa jadi ide bisnis untuk membuat peralatan mandi yang ramah bagi teman-teman Netra Atau teman-teman Tuli ingin belajar mambaca huruf-huruf di kitab Alquran dengan tepat, barangkali bisa buat gerakan membuat modul panduan visual membaca huruf-huruf Alquran.. 

Selanjutnya, saya mau memaparkan awal mula mengapa saya tertarik merintis bisnis saya, yakni Temali. Saya kesal dengan media-media yang pada saat itu cuman caru sensasi dan bikin orang2 panas. Terlebih pada saat Pilpres😅

Saya tidak suka lihat orang-orang yang jadinya fokus pada perbedaan. Sehingga lupa dengan kesamaan yang bisa disinergikan.

 

Akhirnya, saya berkeinginan untuk bikin gerakan yang menggungah orang untuk saling bersinergi dan berkolaborasi. Supaya gerakan ini tetap bertahan, maka dijadikanlah bisnis. Namanya Temali.

Fokus Temali sekarang adalah membantu orang2 untuk mengenali minat dan bakatnya. Dengan harapan mereka akan lebih mudah berkolaborasi jika saling mengenal minat bakat mereka..😁

 

 

Mengapa sih penting mengenali kelebihan dan kekurangan diri? Karena ketika seseorang fokus mengasah bakat kuatnya, kinerjanya bisa naik hingga 800 persen lebih. Daripada susah-susah fokus mengasah bakat-bakat lemahnya, di sini teman-teman difabel diberi kemudahan dari Sang Pencipta untuk tidak fokus pada kelemahan teman-teman, tapi langsung disuruh fokus pada kelebihan yang tersimpan di dalam diri masing-masing.

Fokus kembangkan bakat kuatmu, dan siasati kelemahanmu supaya minimal nggak ngerugiin diri sendiri dan orang lain :)

 

Naah, ini menurut saya aspek penting dalam menunjang kehidupan. Apapun rencana kita, apapun kebingungan kita, coba komunikasikan kepada Yang Maha Kuasa untuk diberikan petunjuk... Baik itu dalam hal berbisnis maupun hal-hal lainnya...

Baik teman temaan2, sekian pemaparan dari saya. Terimakasih kepada teman2 yang sudah menyimak dari awal hingga akhir!

 

 

During a job interview, appearance is one important factor that needs attention. A neat and good appearance will give a professional impression.
Here are tips on how to dress in a job interview
A job interview is indeed an important moment in your career journey. The weight of the burden in a job interview not infrequently makes you nervous and nervous. Appearance is one of the important points that need to be considered when conducting job interviews. The better you look, the greater your confidence will be. With good confidence, you can also instill a good impression on the interviewer.
Basic rules for dressing during a job interview


• Do not wear clothes that are too casual.
 It would be nice if you wear clothing in the form of a shirt, blazer and skirt/pants. By wearing these clothes, you communicate to the interviewer that you are mature, professional, and can be a member of a team. Make sure the clothes you wear are not too loose or too tight. Perform by being yourself who is certainly comfortable for the person and others.


• Adjust clothing to the field of work you are proposing.
 If you are applying to a company that has a serious work environment such as a bank, law firm, wear formal clothing such as a blazer or suit. But if the company you are aiming for is a creative work field, such as media or advertising agencies, give a little color in your appearance through the use of scarf accessories, necklaces, or belts.


• Color selection in dressing
You can choose a shirt or underwear in blue and then pair it with a black or gray blazer. This color will give the impression that you are an honest and trustworthy person. Conversely, avoid bright red, this color will give the impression that you are someone who likes to challenge.


• Avoid the impression of a section.
For women, do not ever try to look sexy by wearing a mini skirt or clothes too low. Appearance like that will make you seem unprofessional and of course, you do not want to attract the attention of others in the wrong way.


• Avoid excessive use of accessories.
Excessive accessories such as necklaces, rings, bracelets, etc. can disturb/distract the interviewer. Women are also advised not to carry handbags because they tend to search inside when nervous. Simply bring the folder/agenda.


• Good appearance for men
For men, it is advisable to wear clothes with a rather dark color like blue or black.
Wear loafers that have been polished properly. Wear black socks that are long enough so that your hairy legs won't be seen if you cross your legs.

• Pay attention to tidiness
Usually, men are less concerned when it comes to appearance. Even so, you still have to pay attention to neatness, for example, make sure the shirt is inserted into trousers and use a belt. Clean the shoes too, lest there is any dirt left on it. In addition, pay attention to hair so neatly. For men, maybe they can trim first. As for women, get used to the hair tied to those who have long hair.

You have to give a professional impression
• Don't mumble, speak clearly and confidently
• Calm yourself before entering the job interview room, don't worry.
• Pay attention to your body language: Give a firm and firm handshake. Sit up straight. Make eye contact with the interviewer. Don't forget to smile.
• Give a professional impression and organize, by bringing a folder/agenda. Open the agenda/notes that you have prepared. Note if there is important information that needs to be recorded.
• Avoid garlic, alcohol, cigarettes, and other things that make your breath unpleasant.
• Before the interview, make sure you are fit.
• Before meeting with the interviewer, try going to the toilet first to check your appearance again. Do not let your sweat marks on the shirt, or there are leftovers stuck to the shirt.
• Avoid using a perfume that is too oppressive, so just use perfume to taste.
• Don't chew gum.

Source:
How to Dress During a Job Interview
10 Tips on Dressing Right for a Job Interview?

Personal branding or better known as "Self Stamp" plays an important role in achieving the career of your dreams. Therefore, you must know the abilities and uniqueness that you have so that later you can compete with millions of job seekers by highlighting the capabilities you have.

Then, how do you create personal branding to achieve the career you aspire to?

 

1. Highlight your abilities

Everyone has their own abilities and uniqueness that makes them different from others. Not only academic ability or IQ, but also emotional intelligence (EQ) can be a part of self ability. A cheerful person, always smiling, always greeting your colleague when you meet in the office hallway is its own uniqueness that makes the company feel very lucky to have you as their staff. So, try to write on a piece of paper about all the unique and positive things you have!


2. Ask your colleagues for opinions!

In addition to recognizing your abilities, it is equally important if you ask the opinion of good friends and coworkers about your strengths. Remember, in this case ask something positive and focus on it!


3. Do your best! Both large and small jobs

Not everyone wants to give the best things to all the work they do and only choose certain jobs to give the best. Be a different person by doing the best thing in each of your jobs, both small and large. It looks trivial but it plays a very important role in shaping your character in the world of work and in the end it will also build your personal brand.


4. Pay attention to the little things

Paying attention to small things also plays an important role in shaping your personal brand. For example by paying attention to the words you use based on the place and situation, paying attention to how you dress, behave to office colleagues, how to communicate through writing (e-mail), and so forth. This will be a small thing that has a big impact and helps shape your personal brand.

Quitting an old job to pursue a career in a new place is not an easy matter for everyone because it means you have to be prepared to accept all the changes that occur in your career life, be it your work environment, work rhythm, coworkers, or your boss's leadership style.

Therefore, before deciding to change employment, it is a good idea to consider the following:

Clear and Strong Reasons
Quitting the old job to work in a new place is a pretty difficult decision. So you have to make sure your reasons are truly accountable and clear. Don't regret it later on! :-)

Know Your Skills and Potential
Getting to know your skills and potential is essential for pursuing a brighter career. The first step is to write down all your expertise or ask colleagues about their opinions about you. After knowing what skills and potential you have, then you can sort out which skills can be used in your next job.

Take advantage of your network
In the world of work, expertise is not enough to help you succeed in your career. Don't forget to take advantage of the network you have in pursuing your career. Apart from the internet and print media, you can ask job vacancies to your friends, family, coworkers, and so on. Very important too, you ask for some of your networks, especially those that have important positions as a reference for you.

Consider Work Experience
In choosing a new job, it is very important for you to consider your previous work experience. This is very important for your future career because the average job provider is looking for employees who already have experience in the same field for the position they need.

Those were the things that you need to consider to look for a new job. Good luck!

Last Thursday (3/10), DNetwork held a 5th Job Seeker Gathering with the theme "Beyond Limitations with Writing" (Beyond Boundaries through # Writing). This event aims to equip journalistic fans with disabilities with knowledge and skills so they can start writing and bring up an accurate representation of disability in the media. In addition, this event also aims to train two blind people who have been chosen as contributors to Solider.id, who in the future will cover disability issues in Bali.

 

Speakers in this activity include:

  • Kambali Zutas from the Bali Tribune who shared his views on the journalism profession and knowledge of basic news writing.
  • Made Adnyana Ole from Mahima Institute Indonesia, which manages Tatkala.co, who led the discussion on how to start being a writer.
  • Anton Muhajir from BaleBongong who explained the importance of citizen journalism and why it is important for disability representation.
  • Yanti from Solider.id who shared her experience as a contributor.
  • DNetwork thanks all those who have supported this activity so that it is going well.

 

See you at the next DNetwork event!

 

 

#inclusive #disability #journalism #representation #writing #discussion #eventreview

 

Kadek Agus, DNetwork Project Officer, shared his views on employment opportunities for people with disabilities, especially the blind.

In this video, Kadek explains the importance of inclusive employment and company doubts about employing people with disabilities caused by the lack of accurate information about disability workers.

Come on, see the video!