Tetap up to date dengan berita terbaru.

Sebagai platform yang membantu teman-teman disabilitas terhubung ke dunia kerja, DNetwork Indonesia bekerjasama dengan Pabrik Pie Susu Ajik yang berlokasi di Tuban, Bali, membuka kesempatan untuk teman-teman disabilitas  untuk bergabung sebagai Staf Produksi. Di awal tahun 2022 ini, DNetwork Indonesia telah membantu menghubungkan enam orang Tuli bekerja sebagai Staf Produksi di Pabrik Pie Susu Ajik, salah satu teman Tuli tersebut ialah Ayu Komang Mahadewi, yang sudah mulai bekerja sejak bulan April 2022. Info lowongan sebagai Staf Produksi didapatkan oleh Ayu melalui media sosial DNetwork, dan kemudian mencoba untuk mengajukan lamaran. 

Setelah deadline lowongan ditutup, Ayu mendapatkan panggilan interview dari perusahaan melalui WhatsApp, dan dapat melewati proses interview dengan baik karena tes interview menggunakan tulisan sebagai media komunikasi sehingga Ayu tidak mengalami kesulitan meskipun memiliki hambatan pada pendengaran. 

Saat ini Ayu sudah bekerja sebagai Staf Produksi yang bertugas mencetak kue Pie Susu di Pabrik, dan dia merasa senang dapat bekerja dengan lingkungan yang ramah menerimanya.

“Terima kasih DNetwork yang telah membantu memberikan informasi kerja pada teman-teman disabilitas, sehingga Ayu kini sudah bekerja dan punya penghasilan sendiri.”

Ket. Gambar: dilaksanakan sejak tgl 16 sampai dengan 18 Maret 2022, melalui Program Aku Mampu: Bekerja di Era Digital diharapkan para pencari kerja penyandang disabilitas bisa mendapatkan wawasan tentang persiapan memasuki dunia kerja dan mengenal profesi freelance.

 

Rangkaian program Aku Mampu merupakan program edukasi yg diinisiasi DNetwork Indonesia untuk mempersiapkan user kami yakni pencari kerja penyandang disabilitas agar mampu bersaing di dunia kerja. Banyak hal yang perlu dipersiapkan user sebelum memasuki dunia kerja. Selain skill yang sudah mereka kuasai, misalkan menyiapkan rasa percaya diri untuk melamar pekerjaan, membuat surat lamaran dan CV yang menarik untuk melamar pekerjaan sampai dengan interview kerja, sehingga pencari kerja siap memasuki proses masuk ke dunia kerja. Selain persiapan kerja, para peserta pelatihan diajak mengenali profesi sebagai pekerja lepas atau freelance, dengan menawarkan jasa kemampuan mereka. Peserta juga diberi pengetahuan tentang bagaimana membuat portofolio yang menarik yang bisa ditawarkan kepada calon klien. Oleh karenanya di Program Aku Mampu: Bekerja di Era Digital ini DNetwork Indonesia memberikan edukasi kepada pencari kerja penyandang disabilitas tentang hal-hal yang perlu disiapkan sebelum memasuki dunia kerja di era digital ini agar para pencari kerja penyandang disabilitas siap bersaing.

Acara ini berlangsung secara daring pada tanggal 16 sampai dengan 18 Maret 2022, dan diikuti oleh para penyandang disabilitas dari seluruh Indonesia. Di mana dalam program ini para pencari kerja penyandang disabilitas mendapatkan wawasan tentang tips dan trik bekerja freelance, cara menata cv lamaran kerja agar menarik saat melamar kerja serta apa saja yang perlu pencari kerja siapkan sebelum ataupun saat masuk ke dunia kerja. Dalam tiga sesi webinar ini peserta akan diseleksi untuk mengikuti mentoring lanjutan bersama Bridges for the Future - Yayasan Plan International Indonesia, tentang pelatihan persiapan kerja hingga mengikuti bursa kerja secara online di bulan Juni. Harapannya melalui program ini, peserta penyandang disabilitas bisa mencari peluang kerja untuk menunjang karirnya di masa depan.

Artikel ditulis oleh Ni Komang Yuni Lestari, Kontributor Netra

 

Pada tahun 2016 disahkannya undang-undang nomor 8 tahun 2016 yang mencakup juga tentang penyerapan kuota tenaga kerja bagi penyandang disabilitas, yaitu 2 persen untuk kuota di lembaga pemerintah, dan 1 persen untuk kuota di lembaga swasta. Hal tersebut menunjukan bahwa tidak ada diskriminasi bagi para penyandang disabilitas untuk masuk ke lingkungan kerja, dan merujuk pada UUD tersebut selayaknya  pihak pemberi kerja sudah mulai mempelajari tentang rekrutmen penyandang disabilitas. 

Ada beberapa ragam jenis disabilitas, dan disetiap ragam disabilitas tersebut memiliki kebutuhan yang berbeda-beda. Pada artikel ini akan dibahas bagaimana tips yang sebaiknya dilakukan penyedia kerja agar tidak ragu dalam merekrut pekerja dengan disabilitas sensorik Netra ke dunia kerja. Adapun beberapa hal yang dapat dilakukan penyedia kerja saat hendak merekrut pekerja dengan disabilitas sensorik netra  ialah:

 

  • Diskusi kepada komunitas disabilitas tentang pekerjaan apa saja yang bisa dikerjakan oleh disabilitas Sensorik netra

 

Hal pertama yang dapat dilakukan untuk menepis keraguan ketika hendak merekrut pekerja dengan disabilitas sensorik netra, yakni mencari informasi dari berbagai organisasi atau komunitas disabilitas yang terdapat di berbagai daerah di seluruh Indonesia. Melalui diskusi tersebut dapat memberikan informasi tentang apa saja pekerjaan yang bisa dikerjakan oleh penyandang disabilitas sensorik netra, cara bekerja dengan disabilitas sensorik netra dan hal-hal apa saja yang perlu dilakukan ketika hendak merekrut pekerja dengan disabilitas sensorik netra. 

Berdiskusi dengan organisasi atau komunitas disabilitas ini juga dapat memberikan banyak informasi kepada penyedia kerja tentang bagaimana disabilitas sensorik netra dapat melakukan pekerjaan mereka, memberikan referensi dari berbagai bidang pekerjaan yang telah atau pernah dikerjakan penyandang disabilitas sensorik netra, pengalaman kerja mereka dan bagaimana caranya menciptakan lingkungan yang inklusif bagi pekerja dengan disabilitas sensorik netra. Untuk bisa berdiskusi dengan komunitas disabilitas penyedia kerja dapat mencari akun sosial media mereka yang biasanya dapat ditemukan melalui mesin pencarian google. Setelah menemukan akun social media komunitas, penyedia kerja dapat berdiskusi tentang jadwal pertemuan dengan komunitas untuk mencari informasi mengenai cara bekerja dengan disabilitas sensorik netra.

 

  • Membaca CV dari pelamar disabilitas Sensorik netra

 

Bila hendak merekrut penyandang disabilitas sensorik netra langkah awal yang dapat dilakukan oleh penyedia kerja yaitu dengan membaca CV dari pelamar disabilitas sensorik netra. Dengan membaca CV dari pelamar tersebut penyedia kerja akan dapat mengetahui informasi tentang pendidikan terakhir, skill apa saja yang dikuasai pelamar dengan disabilitas sensorik netra dan pengalaman kerja mereka. Biasanya di dalam CV juga tertera tentang pelatihan apa saja yang pernah mereka ikuti untuk meningkatkan skill mereka, sehingga penyedia kerja bisa mengetahui dan menentukan apakah pelamar memenuhi kualifikasi untuk menduduki posisi lowongan yang dibuka.

 

  • Interview Kerja

 

Bila penyedia kerja masih merasa ragu setelah membaca cv dari pelamar dengan disabilitas sensorik netra, interview kerja juga dapat menjawab keraguan tersebut. Melalui interview kerja penyedia kerja dapat mewawancarai secara langsung pelamar dengan disabilitas sensorik netra terkait hal-hal yang tertera di dalam CV pelamar, dan melalui interview ini penyedia kerja akan dapat mengetahui secara langsung tingkat penglihatan dari pelamar, apakah termasuk netra total (tidak melihat sama sekali) atau low-vision (masih ada sisa penglihatan). 

Selama tahap interview ini penyedia kerja dapat sekaligus menguji pelamar untuk mempraktekan pekerjaan-pekerjaan secara singkat yang akan dikerjakan bilamana sudah diterima bekerja di perusahaan. Misalnya bagaimana seorang disabilitas sensorik netra menggunakan komputer yang sudah diinstal pembaca layar untuk mengerjakan pekerjaannya di perusahaan. Dengan demikian penyedia kerja akan melihat secara langsung bagaimana disabilitas sensorik netra mengerjakan pekerjaan dengan komputer yang sudah diinstal pembaca layar. Bila penyedia kerja belum bisa menyediakan aplikasi pembaca layar, penyedia kerja dapat menginfokan pada pelamar untuk membawa laptop sendiri atau menginstal sendiri aplikasi pembaca layar pada laptop yang disediakan oleh penyedia kerja agar bisa dipergunakan saat interview. Begitu juga dengan pekerjaan lainnya, jadi penyedia kerja dapat menguji secara langsung bagaimana disabilitas sensorik netra mengerjakan pekerjaannya.

 

  • Memberikan Kesempatan Magang

 

Bila penyedia kerja merasa ragu untuk langsung mempekerjakan pekerja dengan disabilitas sensorik netra, Memberikan kesempatan magang bagi pekerja dengan disabilitas sensorik netra  juga dapat menjawab keraguan tersebut, karena melalui proses magang ini penyedia kerja dapat melihat secara langsung bagaimana bekerja dengan disabilitas sensorik netra. Di samping itu, melalui proses magang ini penyedia kerja dan pekerja dapat sama-sama belajar, yaitu penyedia kerja belajar bagaimana bekerja dengan pekerja disabilitas sensorik netra dan pekerja disabilitas sensorik netra dapat belajar bagaimana bekerja di perusahaan. 

Namun dalam mempekerjakan disabilitas sensorik netra pada awalnya diperlukan masa orientasi kerja untuk mengenal lingkungan tempat disabilitas sensorik netra tersebut bekerja baik dalam status kerja magang, training, kontrak ataupun karyawan tetap, karena dengan masa orientasi ini mereka dapat mengenal dan menghapal tempat-tempat yang akan sering dilalui saat bekerja. Ketika disabilitas sensorik netra sudah mengenal dan hapal dengan lingkungan kerjanya, maka mereka bisa bermobilitas secara mandiri di lingkungan kerjanya. Orientasi ini dapat dilakukan dengan mendampingi pekerja selama beberapa hari mengelilingi areal tempat bekerja sehingga mereka dapat menghapal lingkungan kerjanya dan dapat bermobilitas di tempat bekerja secara mandiri.

Nah, itu beberapa hal yang dapat dilakukan bila akan merekrut pekerja dengan disabilitas sensorik Netra. Semoga dapat menjawab keraguan pihak pemberi kerja saat akan merekrut pekerja dengan disabilitas sensorik Netra.

Setelah mengetahui hal-hal tersebut, apakah Anda tertarik untuk mempekerjakan pekerja dengan disabilitas sensorik netra?

Penyerapan tenaga kerja penyandang disabilitas di lingkungan kerja merupakan amanat UUD nomor 8 tahun 2016, oleh karenanya para penyedia kerja selayaknya sudah mulai menambah wawasan mengenai rekrutmen penyandang disabilitas dan lingkungan kerja yang inklusif, untuk mewujudkan amanat dari UUD nomor 8 tahun 2016 terkait dengan tenaga kerja penyandang disabilitas. Dalam upaya mewujudkan hal tersebut, DNetwork Indonesia meluncurkan program Aku Mampu Bisnis Digital yang bekerjasama dengan Clevio Coder Camp. Di program ini 16 peserta penyandang disabilitas mengikuti mentoring secara berkala tentang menjadi seorang konsultan bisnis hingga mengikuti magang di UMKM. Harapannya melalui program ini penyandang disabilitas dapat meningkatkan skill dan mempunyai pengalaman magang di UMKM sehingga kedepannya siap untuk masuk ke dunia kerja. Di samping itu, melalui program magang pelaku UMKM akan mempunyai pengalaman dalam bekerja dengan penyandang disabilitas.

Untuk memberikan wawasan kepada UMKM tentang rekrutmen penyandang disabilitas dan lingkungan kerja yang inklusif sebagai salah satu rangkaian dari Program Aku Mampu Bisnis Digital, DNetwork Indonesia dan Clevio Coder Camp mengadakan sesi Webinar tentang mewujudkan UMKM yang Inklusi. Webinar berlangsung pada 18 Februari 2022 dan diikuti oleh 21 UMKM dari beberapa daerah di Indonesia. Dalam webinar ini dijelaskan bagaimana langkah awal yang dapat dilakukan UMKM dalam rekrutmen penyandang disabilitas dan cara bekerja dengan beberapa ragam penyandang disabilitas. Pada akhir acara peserta diarahkan untuk mendaftarkan UMKMnya bagi yang berkeinginan untuk membuka kesempatan magang bagi 16 peserta disabilitas yang sedang mengikuti program Aku Mampu Bisnis Digital. Dengan demikian di samping mendapatkan wawasan melalui webinar, peserta Webinar UMKM Inklusi juga dapat secara langsung bekerja dengan penyandang disabilitas.

Ada berbagai macam profesi yang ditekuni Penyandang Disabilitas secara profesional. Beberapa profesi ini kami perkenalkan lewat program Kenali Profesi dengan narasumber para penyandang disabilitas profesional di bidangnya. Seri Kenali Profesi ini saat ini telah berakhir, tapi kamu tetap bisa menyimak acaranya melalui siaran ulang.

Berikut kami rangkumkan dan juga bagikan link untuk sesi yang Kenali Profesi 4-7.

Kenali Profesi 4 - Akademisi dan Peneliti bersama Dr. Arina Hayati, S.T., M.T. dan Dr. Antoni Tsaputra, S.S, MA.

Ibu Arina dan Bapak Antoni adalah dua akademisi dan peneliti yang juga berfokus pada penelitian dan advokasi pemberdayaan penyandang disabilitas di bidang akademi yang didalami. Pada webinar kali ini beliau berdua menceritakan kisah mereka dalam menempuh pendidikan dan juga perjalanannya dalam meniti karir sebagai akademisi dan peneliti. Silakan tonton disini: https://web.facebook.com/1435646463325981/videos/310623903921946

Kenali Profesi 5 - Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri (PPNPN) bersama Annisa Rahmania dan Dendy Arifianto

Annisa Rahmania adalah seorang Tuli yang saat ini berkarir di Kementerian Perhubungan sebagai Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri (PPNPN). Beberapa tugas yang dilakukan Nia diantaranya mengurus persuratan, desain media visual, dan juga advokasi. Dendy Arifianto, seorang Tunanetra, saat ini aktif bekerja sebagai seorang Pegawai Negeri Sipil. Ada banyak hal yang ia ceritakan, termasuk diantaranya pentingnay bersosialisasi, profesional, dan berintegritas di dalam pekerjaan. Silakan tonton disini: https://web.facebook.com/1435646463325981/videos/150760847090469

Kenali Profesi 6 - Petugas Call Centre bersama Arrohma Sukma dan Ani Handayani

Arrohma bekerja sebagai petugas call centre di Bank Mandiri Jogjakarta. Di kesehariannya ia melayani pelanggan melalui telpon dari berbagai daerah di Indonesia. Lain halnya dengan Ani Handayani yang bekerja di bank BTPN di Kota Semarang. Ia lebih banyak melayani pelanggan melalui media tertulis seperti e-mail, chat, ataupun sosial media. Silakan tonton disini: https://www.youtube.com/watch?v=CVzJnYWgwgk&t=37s

Kenali Profesi 7 - Wirausaha Kuliner bersama Adhika Prakoso dan Aryani Sri Ramadhani

Adhika membuka kedai Kopi Tuli karena keinginnannya untuk memberikan wadah bagi komunitas Tuli untuk berinteraksi sekaligus menyalurkan kesukaannya terhadap kopi. Begitu kuga dengan Aryani, seorang Tunanetra yang memiliki hobi memasak dan membuka usaha Ayam Gepreka Petukangan. Mereka berdua membagikan berbagai tips bisnis di dunia kuliner mulai dari pemasaran sampai keuangan. Silakan tonton disini: https://www.youtube.com/watch?v=gaykdmNjDEA

 

Ada 3 sesi lainnya mengenai Kenali Profesi. Silakan baca di tautan berikut https://www.dnetwork.net/news/kenali-profesi-mereka-yang-berdedikasi-dan-profesional-ni-nengah-widiasih-blindman-jack-bang-dzoel.html

Profesi apa saja sih yang bisa digeluti oleh penyandang disabilitas? Apa benar hanya profesi yang itu-itu saja?

Tentu saja tidak benar, Penyandang Disabilitas dapat melakukan profesi apa saja sesuai dengan minat, bakat, dan kemampuannya. Karena itulah DNetwork membuat satu seri webinar berjudul "Kenali Profesi" untuk memperkenalkan berbagai profesi yang digeluti Penyandang Disabilitas. 

Belum sempat ikut sesinya? Tenang, kamu bisa menyimak siaran ulangnya pada rangkuman sesi di bawah ini.

Kenali Profesi 1- Atlet Paralympic bersama Ni Nengah Widiasih

Widiasih adalah seorang atlet paralympic berprestasi cabang olahraga angkat besi. Ia telah memenangkan beberapa medali seperti mewakili kontingen paralympic Indonesia. Menurutnya yang terpenting adalah kedisiplinan dan integritas. Serta kemauan untuk fokus terhadap tujuan yang inotogin diraih. Silakan tonton  disini: https://web.facebook.com/jaringankerjadisabilitas/videos/1058307308014041

Kenali Profesi 2 - Stand Up Comedian bersama Blindman Jack

Dunia stand-up comedy kini menjadi semakin inklusif, terbukti dengan adanya komika difabel, diantaranya adalah Blindman Jack. Menurutnya seorang komika tidak boleh cepat puas, ia harus terus mengasah kemampuan menulis dan juga membawakan materi lawakan. Selain itu seorang komika juga harus mampu mengobservasi lingkungan sekitarnya. Silakan tonton disini: https://web.facebook.com/watch/live/?v=431050698343435&ref=watch_permalink

Kenali Profesi 3 - Fotografer bersama Bang Dzoel

Bang Dzoel dikenal sebagai seorang fotografer handal. Ia mendapatkan kemampuannya setelah menempuh pendidikan di sebuah sekolah fotografi dan kemudian mulai menjadikan fotografi sebuah sumber penghasilan. Selain fotografi, Bang Dzoel juga mencoba mendalami hal lain. Ini adalah bentuk pembuktiannya bahwa penyandang disabilitas bisa melakukan banyak hal. Silakan tonton disini:  https://web.facebook.com/1435646463325981/videos/279993353818190

Selain itu ada beberapa profesi lagi yang kami kenalkan melalui program Kenali Profesi. Silakan simak untuk Kenali Profesi sesi 4-7 di link berita berikut, ya: https://www.dnetwork.net/news/peneliti-pegawai-pemerintah-petugas-call-centre-dan-wirausaha-kuliner-berbagai-profesi-yang-dilakukan-penyandang-disabilitas.html

6 Agustus 2021 - DNetwork mengadakan Kenali Profesi ke-7 yang kali ini membahas tentang profesi wirausaha kuliner. Narasumber kali ini adalah M. Adhika Prakoso, seorang Tuli dan juga Co-Founder Kopi Tuli (@koptul.id) dan Aryani Sri Ramadhani, Tunanetra pemiliki usaha Ayam Geprek Petukangan (@ayamgeprekpetukangan). Usaha keduanya bermula dari hobi yang kemudian dikembangkan menjadi sumber penghasilan.

Bisnis keduanya tidak langsung meroket. Aryani memulai bisnisnya dari garasi rumah sampai akhirnya berhasil membuka beberapa cabang. Adhika juga memulai dari membuat satu cafe yang kemudian membuka satu lagi di tempat lain, meskipun sayangnya beberapa outlet kedua narasumber harus tutup karena pandemi.

Tips Mengelola Bisnis - Pemasaran dan Keuangan

Para narasumber juga memberikan beberapa tips untuk memulai usaha salah satunya tentang pemasaran. Aryani menuturkan pentingnya menjaga hubungan dengan pelanggan dan menggunakan platform yang ada untuk pemasaran, contohnya WhatsApp Status, "Pelanggan yang saya simpan nomornya bisa melihat status saya dan kemudian tertarik untuk membeli.", katanya.

Lain halnya dengan Adhika menggunakan metode word of mouth alias mulut ke mulut dimulai dari orang terdekat. Ia meminta orang-orang terdekatnya untuk menyebarkan informasi tetang Kopi Tuli dan dari situlah usahanya semakin dikenal.

Selain itu keduanya juga memberikan tips mengenai mengatur keuangan bisnis. Menurut Aryani sangat penting untuk bisa memisahkan keuangan pribadi dan usaha, sedangkan menurut Adhika sangat penting bagi bisnis untuk memiliki dana darurat, khususnya di masa pandemi seperti ini.

Terakhir Adhika berpesan agar sebelum memulai bisnis perlu juga dipikirkan masalah apa yang ingin diselesaikan agar bisnis kita sesuai dengan kebutuhan pasar. Contohnya Kopi Tuli yang lahir dari kebutuhan komunitas Tuli berbagi budaya Tuli ke masyarakat luas. Aryani berpesan agar segera memulai jika ingin membuka usaha dan terus berproses agar bisnis semakin bertumbuh.

Wah, terima kasih Aryani dan Adhika atas ilmunya!

Ada banyak tips lainnya tentang mengelola bisnis yang dibagikan oleh Aryani dan Adhika. Kamu belum sempat ikut sesinya? Silakan tonton di link YouTube berikut, ya https://www.youtube.com/watch?v=gaykdmNjDEA .

 

Akan ada acara apa lagi nih dari DNetwork? Silakan pantau sosial media kami, ya!

Teks foto: Tangkapan layar dari salah satu sesi webinar Aku Mampu Berbisnis.

 

Melanjutkan kesuksesan Aku Mampu Berbisnis tahun lalu, DNetwork kembali menggelar program tersebut pada tahun 2021. Antusiasme penyandang disabilitas di Indonesia untuk mengikuti program ini ternyata semakin meningkat. Lebih dari 100 penyandang disabilitas dari seluruh penjuru Indonesia mendaftarkan diri untuk mengikuti rangkaian program yang berjalan sejak Juni lalu.

Ada berbeda hal yang berbeda dari program Aku Mampu Berbisnis kali ini. Pertama, materi yang diberikan kepada para peserta tidak lagi seputar dasar-dasar dan motivasi wirausaha. Mengingat sudah banyaknya peserta yang bisnisnya telah berada di tahap pengembangan, DNetwork memutuskan untuk memberikan materi yang lebih sesuai dan berfokus pada digitalisasi bisnis. Berkat kerja sama dengan TokoTalk, sebuah startup Indonesia yang fokus dalam menyediakan website e-commerce, peserta Aku Mampu Berbisnis mendapatkan ilmu yang tepat sasaran dan disampaikan oleh para ahli di bidangnya, seperti pengaturan toko online, SEO, digital marketing, dan pengelolaan media sosial.

Setelah rangkaian webinar Aku Mampu Berbisnis usai, pada bulan Juli dilakukan penilaian terhadap seluruh peserta dengan memperhitungkan tingkat keseriusan dalam membangun bisnis dan potensi perkembangan bisnisnya. Terpilihlah empat peserta yang mendapatkan bantuan modal masing-masing Rp 2.000.000 ditambah fasilitas mentoring dari Pratisara Bumi Foundation, dan lima orang yang mendapatkan fasilitas mentoring saja dari LatihID. Melihat semangat dan juga potensi wirausaha dari para penyandang disabilitas di Indonesia, DNetwork berharap program ini akan berkelanjutan dan dapat memberi dampak positif yang lebih luas lagi.