Pada tanggal 10 April 2020 lalu DNetwork telah mengadakan kelas WhatsApp Entrepreneurship pertanya bersama Kak Tristia Riskawati dari Temali. Mau tahu bahasannya apa saja? Simak tulisan di bawah ini, ya!

 

Hai. Halo teman2! Perkenalkan, nama saya Tristia Riskawati. Biasa dipanggil Tristi. Founder dari Temali, sebuah usaha rintisan yang bergerak di bidang tes minat bakat. Singkatnya seperti itu :D

Sebelumnya, saya berterimakasih pada DNetwork yang udah ajak saya buat sharing-sharing di forum WhatsApp ini😁 Asyik banget bisa komunikasi sama teman2 difabel yang rupanya aktivitasnya udah keren2 yaa

 

Temukan keunikan diri, mulai usaha mandiri.

Karena dengan mengenal keunikan diri, kita akan tahu skill kita bagusnya dimana. Kemudian skill yang kurang apa saja, sehingga bisa menemukan rekan bisnis yang tepat untuk melengkapi kekurangan kita :)

Saya yakin, kalau manusia itu diciptakan sempurna! Sempurna dengan ketidaksempurnaannya! Barangkali, pandangan orang2 yang sempurna berbeda2 satu sama lain. Semisal punya harta sekian, punya pendidikan sampai S2, atau memiliki panca indra yang berfungsi.

Tapi, masing2 dari kita dianugerahi oleh Yang Maha Kuasa keadaan yang berbeda. Barangkali kita pada awalnya menganggap kekurangan2 kita adalah sesuatu yang membuat kita tak sempurna. Tetapi di balik itu, yakinlah bahwa ada kelebihan2 yang orang lain belum tentu punyai.

Kemarin saya sempat berbincang via chat juga dengan DNetwork , tentang bagaimana masing2 jenis disabilitas, biasanya memiliki kelebihan2 tersendiri sesuai jenisnya... ✨✨

 

 

Seperti teman2 netra, biasanya lebih sensitif pendengaran dan indra perabanya dari orang yang tidak Netra. Teman2 Tuli biasanya dikenal fokus bekerja dan tidak mudah terdistraksi. Dan teman-teman disabilitas intelektual rupanya dikenal jago mengerjakan pekerjaan berulang, dan dikenal perfeksionis dibanding yang lainnya...

Naah, mungkin di antara kita suka bingung, bagaimana sih menemukan potensi diri? Menurut yang saya pelajari, sederhananya ada tiga langkah.

Pertama, lihat pola kehidupan, dari kita kecil hingga sekarang. Kira2 apa hal2 berulang yang kita sering alami..

Kedua, kenali kelebihan dan kekurangan diri

Ketiga, sering2 berkomunikasi kepada Sang Pencipta agar ditunjukkan jalan...

Untuk menemukan pola kehidupan, coba teman2 cari, apa yang paling bikin teman-teman gelisah di dunia ini? Permasalahan sehari-hari atau permasalahan besar apa yang harusnya nggak terjadi di dunia ini? Seperti, teman-teman Netra kesulitan untuk mandi, maka permasalahan itu bisa jadi ide bisnis untuk membuat peralatan mandi yang ramah bagi teman-teman Netra Atau teman-teman Tuli ingin belajar mambaca huruf-huruf di kitab Alquran dengan tepat, barangkali bisa buat gerakan membuat modul panduan visual membaca huruf-huruf Alquran.. 

Selanjutnya, saya mau memaparkan awal mula mengapa saya tertarik merintis bisnis saya, yakni Temali. Saya kesal dengan media-media yang pada saat itu cuman caru sensasi dan bikin orang2 panas. Terlebih pada saat Pilpres😅

Saya tidak suka lihat orang-orang yang jadinya fokus pada perbedaan. Sehingga lupa dengan kesamaan yang bisa disinergikan.

 

Akhirnya, saya berkeinginan untuk bikin gerakan yang menggungah orang untuk saling bersinergi dan berkolaborasi. Supaya gerakan ini tetap bertahan, maka dijadikanlah bisnis. Namanya Temali.

Fokus Temali sekarang adalah membantu orang2 untuk mengenali minat dan bakatnya. Dengan harapan mereka akan lebih mudah berkolaborasi jika saling mengenal minat bakat mereka..😁

 

 

Mengapa sih penting mengenali kelebihan dan kekurangan diri? Karena ketika seseorang fokus mengasah bakat kuatnya, kinerjanya bisa naik hingga 800 persen lebih. Daripada susah-susah fokus mengasah bakat-bakat lemahnya, di sini teman-teman difabel diberi kemudahan dari Sang Pencipta untuk tidak fokus pada kelemahan teman-teman, tapi langsung disuruh fokus pada kelebihan yang tersimpan di dalam diri masing-masing.

Fokus kembangkan bakat kuatmu, dan siasati kelemahanmu supaya minimal nggak ngerugiin diri sendiri dan orang lain :)

 

Naah, ini menurut saya aspek penting dalam menunjang kehidupan. Apapun rencana kita, apapun kebingungan kita, coba komunikasikan kepada Yang Maha Kuasa untuk diberikan petunjuk... Baik itu dalam hal berbisnis maupun hal-hal lainnya...

Baik teman temaan2, sekian pemaparan dari saya. Terimakasih kepada teman2 yang sudah menyimak dari awal hingga akhir!

 

 

Tahu gak sih, sekarang ada satu profesi yang sedang naik daun nih, namanya freelancing dan remote working. Kalian udah pernah dengar belum?

Freelancing ini disebut juga dengan kerja lepas alias kerja yang tidak terikat penuh dengan satu perusahaan. Orang yang bekerja freelancing disebut dengan freelancer atau pekerja lepas.

Pekerjaan ini bersifat fleksibel, artinya kamu bisa mengatur sendiri jadwal kerja dan juga memilih pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan kamu. Kerja freelance biasanya juga cenderung bisa dilakukan di mana saja, sehingga freelancing juga sering dikaitkan dengan remote working alias kerja jarak jauh.

Apa aja sih contoh pekerjaan yang bisa dilakukan secara freelance?

Ada banyak sekali jenis pekerjaan yang bisa dilakukan secara freelance. Berdasarkan Modul Aku Mampu, kebanyakan pekerjaan yang bisa dilakukan secara freelance adalah pekerjaan berbasis digital. Contohnya sebagai desainer, ilustrator, fotografer, musisi, penulis, programmer, dll. Yang pasti, apapun pekerjaannya harus bisa dilakukan secara fleksibel.


Lalu apa saja sih yang harus kamu persiapkan untuk jadi seorang freelancer?

Kesuksesan kamu sebagai freelancer sangat bergantung pada kedisiplinan kamu. Sebagai freelancer, kamu harus aktif dalam mencari peluang kerja dan juga klien yang bisa memakai jasa kamu. Kamu juga harus terus mengembangkan keterampilan kamu agar kualitas kerja kamu selalu baik dan memuaskan, sehingga semakin banyak klien yang akan tertarik untuk bekerja dengan kamu.

Satu lagi yang tidak kalah penting adalah kamu harus punya portofolio, alias dokumen yang menunjukkan hasil karya kamu selama ini. Dokumen ini bisa jadi referensi calon klien untuk mengetahui kualitas kerja kamu sebelumnya.

Mau tahu lebih banyak tentang freelancing dan remote working?

Kamu bisa langsung baca selengkapnya di bab 4 Buku Modul Aku Mampu. Kamu juga bisa ikutan sesi bareng Bahrul Ilmi atau biasa disapa Baim, seorang disabilitas yang juga berprofesi sebagai freelancer bidang kepenulisan di sesi kelas Aku Mampu pada Jumat, 18 September 2020. Di sesi ini Baim akan berbagai tentang apa-apa saja yang harus kamu siapkan dan juga cara mencari peluang di dunia kerja freelance.

Penasaran? Daftarkan diri kamu segera ya di bit.ly/daftar-akumampu dan ikuti sesinya. Info lebih lanjut kamu bisa hubungi DNetwork di sini.

Salam semangat!

Tahukah kamu? Salah satu hal yang membuat seseorang kesulitan mencari kerja adalah karena keterampilan yang dipunyai seseorang tidak cocok dengan yang dibutuhkan dunia kerja. Begitu juga dunia usaha membutuhkan skill tertentu agar usaha yang dijalan lancar dan berkembang.

Nah, untuk membantu teman-teman lebih lancar dalam membangun karir dan usaha, DNetwork membuat program baru bernama "Aku Mampu".

Aku Mampu bertujuan membantu teman-teman Penyandang Disabilitas meningkatkan keterampilannya agar sesuai dengan peluang karir dan usaha masa kini, sebagai jawaban dari tantangan dunia kerja dan usaha. 

Apa aja sih rangkaian programnya? Simak di bawah ini, ya!

  • Modul persiapan kerja bagi penyandang disabilitas 

Ada berbagai macam materi yang dibahas di dalam modul. Diantaranya tentang mempersiapkan CV dan interview dan juga tentang menjadi pekerja lepas, sebuah profesi yang sekarang sedang banyak digeluti. Klik gambar dan link di bawah ini untuk men-download modulnya, ya!           

 Klik untuk dengar Modul     "Aku Mampu"
       Klik untuk download PDF Modul   "Aku Mampu"
Simak Modul       Klik untuk tonton Modul     "Aku Mampu" versi BISINDO
 
  • Pelatihan Online untuk Penyandang Disabilitas

Berbagai tema, mulai dari persiapan diri memasuki dunia kerja formal hingga non-formal (freelancing/remote working). Segera daftarkan dirimu dengan klik tombol ini ya!

  • Pelatihan wirausaha dan beasiswa modal usaha

Kamu yang punya usaha bisa ikut pelatihan dan dapatkan beasiswa untuk membantu modal usaha kamu. Selain itu kamu juga akan mendapatkan pendampingan (mentoring) agar usaha kamu lebih berkembang.

  • Pelatihan online bagi perusahaan 

Kami juga akan memberikan sesi online untuk perusahaan. Di sesi ini kami akan membahas tema inklusivitas di dunia kerja dan juga tips & trik mempekerjakan penyandang disabilitas. 

  • Kesempatan magang dan kerja

Bagi pencari kerja disabilitas nantinya juga bekesempatan untuk magang dan kerja di perusahaan-perusahaan yang bekerja sama dengan DNetwork.

 

Melalui program Aku Mampu kamu bisa jadi pribadi yang lebih siap untuk meniti karir di dunia kerja atau mengembangkan usaha yang sedang dirintis.

Program ini akan dimulai pada 28 Agustus 2020 dan untuk jumlah peserta yang terbatas. 

Informasi lebih lanjut kamu bisa langsung hubungi DNetwork lewat WhatsApp di 081558775554 atau klik link ini: bit.ly/kontak-dnetwork

 

Segera daftarkan diri kamu ya untuk ikut rangkaian program Aku Mampu!

Halo, kaget ya kami sudah beda tampilan?!

Selamat datang di tampilan website baru DNetwork!

Website ini kami tingkatkan agar lebih sesuai dengan kebutuhan para pengguna layanan DNetwork, termasuk Perusahaan dan Pencari Kerja. Ada beberapa fitur baru nih yang kami tambahkan di website baru ini. Yuk simak ke-7 fitur barunya:

 

  1. Cari dan lamar lowongan kerja yang sesuai

Sekarang kamu akan lebih mudah untuk mencari dan melamar lowongan kerja yang sesuai dengan kemampuan dan diri kamu. Lamaran ini nantinya akan lagsung terkirim ke perusahaan tempat kamu melamar.

 

  1. Direktori bisnis - bagi yang punya bisnis bisa promosi disini

Punya bisnis? Promosikan bisnis kamu disini! Fitur ini berpotensi diakses mereka yang tertarik dengan produk hasil bisnis penyandang disabilitas. Siapa tahu kamu juga bisa dapat pelanggan baru. Oh iya, jangan lupa juga untuk tampilkan foto menarik dari produkmu dan informasi detail mengenai produk, harga, dan kontak kamu agar calon pelanggan semakin mudah membeli barang kamu.

 

  

  1. Berita terkini tentang dunia kerja dan kegiatan DNetwork

Ada kabar terbaru tentang dunia kerja? Kaitannya dengan perekrutan disabilitas? Cek saja langsung ke bagian News DNetwork. Kamu bisa dapatkan perkembangan terkini tentang dunia kerja dan bagaimana kamu bisa meningkatkan kompetensimu. Selain itu kami juga akan memberi kamu kabar terbaru dari kegiatan-kegiatan kami di DNetwork, sehingga kamu tidak perlu merasa ketinggalan kalau belum bisa mengikuti kegiatan kami.

   

  1. Tips dan trik dalam bekerja atau wirausaha

Bagaimana sih etika dalam bekerja? Atau mau tahu tentang cara mengembangkan bisnis? Langsung saja ke bagian News DNetwork. Di bagian ini kami juga share berbagai macam tips and trik dalam mengembangkan diri di pekerjaan dan juga kiat-kita mengembangkan wirausaha. Beberapa artikel langsung dari ahlinya, lho. Jadi kamu akan langsung dapat tips dan trik praktis dari pakarnya.

  

 

  1. Ketahui jadwal event terdekat

DNetwork punya acara apa sih? Tenang, kamu bisa cek di bagian Event untuk tahu jadwal dan acara DNetwork. Sejauh ini kami sudah melakukan beberapa event seperti Kelas WhatsApp tentang Wirausaha, Sesi Diskusi Inklusi, Temu Pencari Kerja, Orientasi Tempat Kerja, dll. Penasaran? Jangan lupa cek event-event DNetwork, ya!

  

 

  1. Registrasi dan konfirmasi otomatis

Kesusahan untuk registrasi dan konfirmasi akun di website lama? Kami sudah update fitur ini. Sekarang kamu bisa melakukan registrasi dan konfirmasi otomatis sama seperti saat kamu membuat akun media sosial sehingga tidak perlu menunggu akun dikonfirmasi oleh Admin. Tapi kalau butuh bantuan kamu bisa selalu kontak kami lewat telpon atau WhatsApp ke 081558775554.

 

 

   

  1. Tampilan versi mobile yang mudah digunakan

Tampilan website kami sekarang juga sudah ramah di Smart Phone kamu. Kamu tinggal buka www.dnetwork.net di browser kamu dan langsung terhubung ke tampilan versi mobile. Tampilannya juga aksesibel dengan screen reader dan juga kami sediakan dengan bahasa yang mudah dipahami.

  

 

Nah itu dia ke-7 fitur baru yang ada di website DNetwork. Bagaimana menurut kamu? Apakah lebih mudah untuk digunakan? Oiya kami juga sangat membutuhkan saran dan kritik dari kamu mengenai layanan kami melalui platform website. Jika kamu butuh bantuan, punya saran atau kritik kamu bisa langsung sampaikan ke DNetwork ya lewat bagian kontak kami atau lewat nomor 081558775554.

 

Terima kasih dan salam inklusi!

DNetwork menggelar acara Temu Pencari Kerja pertama di tahun ini pada Kamis (12/3) lalu, bekerja sama dengan Lokajaya Group. Peserta yang hadir terdiri dari 20 orang disabilitas netra dari seluruh penjuru Bali yang tertarik untuk belajar public speaking, profesi yang berhubungan dengan public speaking, dan segala sesuatu tentang proses produksi serta pemasaran podcast.
 
Bagian paling seru dari acara ini adalah ketika para peserta bekerja dalam kelompok dan melakukan simulasi stasiun radio atau rekaman podcast. Semua peserta menunjukkan antusiasme dan kreativitas mereka, serta belajar banyak dari satu sama lain. Ternyata  beberapa peserta telah punya podcast mereka sendiri. Salah satunya adalah Dede, podcast-nya disebut Bali Blind Podcast dan sudah memiliki tiga episode yang dapat didengar di Spotify.
 
"Di Bali Blind Podcast, saya berbagi informasi tentang hal-hal yang berkaitan dengan disabilitas, terutama untuk teman-teman tunanetra. Dari teknologi, ke hal-hal lainnya yang lebih santai. Semoga bermanfaat bagi para pendengar. Saya juga berharap bisa kolaborasi dengan lebih banyak pihak di episode-episode selanjutnya, "kata Dede.
 
Deskripsi foto: Para peserta Temu Pencari Kerja belajar banyak sekaligus bersenang-senang saat melakukan simulasi siaran radio dan rekaman podcast.

Bukan pertama kalinya bagi DNetwork untuk mengikuti diskusi tentang sektor kerja disabilitas. Namun, diskusi yang berlangsung Rabu (26/2) lalu cukup berbeda. Digelar oleh Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Surabaya, DNetwork dilibatkan dalam diskusi ini dengan memanfaatkan teknologi video conference. Karenanya, tanpa harus terbang dari Bali ke Surabaya, tim DNetwork dapat bergabung menjadi panelis dan berbagi dengan 70 peserta diskusi yang hadir di sana.
 
Diskusi ini dibuka oleh Konsul Jenderal Amerika Serikat, Mark McGovern, yang menyampaikan bahwa dirinya mendukung penuh usaha-usaha meningkatkan inklusi di masyarakat, termasuk dalam angkatan kerja. Dalam diskusi ini, Tim DNetwork berbagi panel secara virtual dengan dua orang aktivis hak penyandang disabilitas, yaitu Fira Fitri Fitria dan Anjas Pramono. Fira adalah seorang jurnalis yang giat mengkampanyekan anti-diskriminasi di dunia kerja melalui jurnalisme. Sementara Anjas adalah penggagas Forum Aktivis Mahasiswa Peduli Inklusi, juga pengembang aplikasi berbasis Android untuk penyandang disabilitas.

Senin (27/1) lalu, DNetwork bekerja sama dengan Marriott Business Councils Bali mengadakan pelatihan barista bagi penyandang disabilitas di hotel Fairfield by Marriott Bali Kuta Sunsetroad. Pelatihan yang berlangsung selama kurang-lebih tiga jam ini membekali peserta dengan teori dasar pembuatan kopi berbasis espresso. Peserta pun diajari cara mengoperasikan mesin kopi; mulai dari proses menggiling biji kopi, membuat beragam jenis kopi, sampai perawatan mesin tersebut.
 
Sangat menarik menyimak motivasi para peserta untuk mengikuti pelatihan ini. Bagi beberapa orang, motivasi mereka dilandasi oleh kecintaan pada kopi. Bagus misalnya, salah seorang peserta yang hadir didampingi orang tuanya, bercerita bahwa dia adalah seorang penikmat kopi dan bercita-cita mendirikan kedai kopinya sendiri. Sementara itu, tiga orang siswa SLB Negeri 2 Denpasar menyatakan bahwa mereka termotivasi mengikuti pelatihan ini karena mereka kerap pergi ke kedai kopi bersama teman-temannya dan penasaran bagaimana proses pembuatan kopi yang biasa mereka pesan.
 
Pelatihan ini merupakan salah satu dari serangkaian pelatihan yang akan DNetwork laksanakan sepanjang tahun 2020, berkolaborasi dengan berbagai organisasi, komunitas, dan perusahaan. Seluruh rangkaian pelatihan tersebut bertujuan untuk memperkenalkan penyandang disabilitas kepada seluas-luasnya jenis profesi sehingga mereka dapat mengkesplorasi minat dan bakatnya.

Di penghujung tahun 2019, tepatnya pada Jumat (20/12), DNetwork merayakan ulang tahunnya yang ke-6 di Annika Linden Centre. Perayaan ini dihiasi dengan diskusi kelompok untuk menggali apa yang bisa DNetwork lakukan di masa mendatang agar dapat memberi kontribusi yang lebih besar lagi kepada penyandang disabilitas. Hadir sekitar 20 peserta dalam kegiatan tersebut, di antaranya mewakili Bali Deaf Community (BDC), Gerakan untuk Kesejahteraan Tuli Indonesia (Gerkatin), dan Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni). Hasil diskusi tersebut tentunya akan menjadi sumbangsih besar bagi DNetwork dalam menyongsong tahun 2020. DNetwork telah mempersiapkan sejumlah program baru yang tentunya berhubungan dengan sektor tenaga kerja disabilitas. Salah satu program barunya ialah program relawan yang bertujuan membuka pintu seluas-luasnya bagi masyarakat umum yang ingin membantu menyukseskan program-program DNetwork di berbagai kota. Relawan bisa membantu DNetwork menggelar acara-acara edukasi, juga menjadi bagian dari penghubung DNetwork dengan perusahaan.

DNetwork dan Accor Hotels Bali-Lombok menandatangani perjanjian kerja sama pada penghujung bulan November lalu. Kerja sama ini diharapkan dapat membuka lebih banyak kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas. Namun, DNetwork dan Accor tak hanya berfokus pada penempatan kerja saja. Yang juga diutamakan dari kerja sama ini adalah pre-training alias program persiapan kerja bagi penyandang disabilitas agar mampu bertahan dan bersaing di dunia kerja. Dalam program pre-training, pihak Accor dan DNetwork ingin membekali penyandang disabilitas dengan beragam keterampilan yang penting dimiliki di industri perhotelan seperti Bahasa Inggris dan komputer. 

“Melalui program ini, kami melanjutkan untuk mendukung kesempatan kerja di hotel-hotel kami dan membantu memelihara semangat keberagaman dan inklusi di semua properti kami,” ungkap Sylvain Pasdeloup — General Manager di Sofitel Bali Nusa Dua Beach Resort yang juga menjabat Area Manager Accor Bali-Lombok — kepada awak media yang hadir saat acara penandatanganan perjanjian kerja sama tersebut di Amarterra Villas Nusa Dua Bali.

September lalu, tim DNetwork berkunjung ke Surabaya selama empat hari untuk menghadiri serangkaian acara. Dimulai dengan hari pertama kunjungan, yaitu Senin (9/9) di mana DNetwork untuk pertama kalinya menggelar acara Temu Pencari Kerja di kota tersebut. Berkat kolaborasi dengan Pusat Studi dan Layanan Disabilitas Universitas Negeri Surabaya (PSLD Unesa), acara Temu Pencari Kerja yang bertema “Profesionalisme di Dunia Kerja” berjalan dengan sangat baik. Acara tersebut dihadiri oleh lebih dari 50 pencari kerja disabilitas dan dua orang pembicara dari Alfamidi dan Jawa Pos.
Hari kedua dan ketiga, Selasa-Rabu (10/9-11/9), tim DNetwork berpartisipasi dalam Job Fair yang diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur. Pada kesempatan tersebut, pencari kerja disabilitas dari berbagai daerah di Jawa Timur mengunjungi booth DNetwork untuk mencari info seputar lowongan kerja. DNetwork juga berkesempatan bertemu dengan perwakilan berbagai perusahaan dan menyebarkan informasi tentang inklusivitas di lingkungan kerja.
Hari terakhir, Kamis (12/9) tim DNetwork menyempatkan diri untuk bertemu beberapa pihak yang berpotensi untuk diajak berkolaborasi; mulai dari instansi pemerintah, asosiasi pengusaha, hingga institusi pendidikan. Tidak lupa juga, selagi di sana DNetwork mengunjungi user yang sudah bekerja, salah satunya Reika yang bekerja sebagai kasir di Alfamidi. Sungguh empat hari yang berkesan! 

DNetwork kembali menyelenggarakan acara Temu Pencari Kerja untuk keempat kalinya di Bali dan pertama di Jakarta. Temu Pencari Kerja merupakan kegiatan rutin dari DNetwork yang bertujuan untuk mengumpulkan para pencari kerja dengan disabilitas dan membekali mereka dengan pengetahuan dan keterampilan baru yang bermanfaat untuk memulai karir profesional.
 
Temu Pencari Kerja di Bali dilaksanakan pada Kamis, 8 Agustus 2019 di Annika Linden Centre. Di acara tersebut hadir tiga pembicara dari Alfamart, Movenpick Hotel, dan Berlin Gastro Kitchen yang membagikan pandangan mereka mengenai profesionalisme di dunia kerja dan pengalaman mereka bekerja dengan karyawan disabilitas. Sementara itu, Temu Pencari Kerja Jakarta dilaksanakan pada Selasa, 3 September 2019 di bengkel kerajinan milik Precious One, sebuah marketplace untuk produk-produk karya disabilitas yang digaet DNetwork untuk menggelar acara ini. Berbeda dengan di Bali, materi acara di Jakarta menegaskan bahwa 'kerja' tidak terbatas di kantor saja dan siapa pun bisa memulai bisnis dari rumah. Motivasi yang diberikan masing-masing pembicara dapat meningkatkan semangat para pencari kerja penyandang disabilitas. Selain itu, peserta juga mendapat pemaparan tentang kewirausahaan serta mendapat workshop gratis dalam membuat kantong dari kain yang dilukis sendiri.

Tahun ini DNetwork tidak hanya menjangkau para pencari kerja dengan disabilitas dan perusahaan, tapi juga siswa tingkat akhir di Sekolah Luar Biasa (SLB). Ide di balik gagasan ini adalah untuk menyemangati para siswa agar setelah lulus bisa langsung bekerja atau memulai program training, dan DNetwork siap mendampingi dalam prosesnya. Gagasan ini berbuah baik, terbukti dengan diterimanya enam orang lulusan Sekolah Luar Biasa (SLB) di Courtyard Resort Seminyak dan The Pavilion Hotel Sanur sebagai karyawan training, dan di Berlin Gastro Kitchen Bali sebagai tenaga kerja harian. Tim DNetwork turut hadir di hari pertama kerja mereka dan memfasilitasi sesi perkenalan yang juga berisi pemaparan tentang bagaimana bekerja dengan rekan kerja disabilitas. Semoga program ini dapat berlangsung secara berkelanjutan dan menggaet lebih banyak SLB serta perusahaan untuk berpartisipasi.

Ada yang unik di Temu user DNetwork yang ke 3. Bekerjasama dengan BEDO, Rumah Sanur, dan Sanggar Menggambar Colony, DNetwork mampu menciptakan kolaborasi apik antar disabilitas netra, tuli, dan fisik dalam sebuah karya lukisan. Dalam kegiatan Temu User ini peserta dengan disabilitas fisik akan mendeskripsikan sebuah pemandangan untuk dilukis oleh disabilitas netra, kemudian disabilitas tuli bertugas menceritakan lukisan tersebut ke dalam bentuk tulisan. Hasil karya dari kolaborasi ke tiga disabilitas ini akan dikelola untuk wirausaha. 

Bertempat di Rumah Sanur, acara ini dihadiri oleh 24 penyandang disabilitas dan beberapa perusahaan beserta partner. Semua peserta sangat antusias dalam mengikuti workshop dan mereka telah menuangkan segala imajinasinya di atas sebuah kanvas. Dengan saling melengkapi di dalam kerja Team, mereka telah menciptakan sebuah karya yang bernilai seni dan mempresentasikan hasil karya team mereka masing-masing. Semoga apa yang dihasilkan dalam kegiatan Temu User DNetwork yang ke 3 dapat membantu menginspirasi para peserta untuk berwirausaha. 

DNetwork menjadi tuan rumah dalam seleksi pencari kerja disabilitas untuk Alfamart cabang Bali pada bulan April lalu. Sejumlah 9 pelamar Tuli ikut dalam seleksi wawancara kerja untuk ditempatkan di toko Alfamart di seluruh Bali, dan gudang Alfamart di Gianyar.

Selain wawancara, pelamar juga melakukan tes tertulis untuk mengetahui potensi kerja mereka pada posisi tersebut. Jalannya proses seleksi juga dibantu oleh seorang juru bahasa isyarat dari Bali Deaf Community (BDC), meskipun dalam tahap wawancara  juga dilakukan dengan bantuan catatan tertulis dan alat bantu penerjemah berupa smartphone.

DNetwork terus mendukung Alfamart dan perusahaan-perusahaan lain dalam proses seleksi dan berharap semua pelamar mendapatkan hasil yang terbaik dalam dunia kerja.
 

Bulan Maret lalu, DNetwork telah menyelenggarakan acara Temu User yang ke II, dimana acara Temu User ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang DNetwork kepada pencari kerja dan penyerap tenaga kerja disabilitas, memberi pengetahuan tentang dunia kerja pada para User DNetwork, serta mempertemukan pencari kerja dan penyerap tenaga kerja disabilitas untuk berdiskusi mengenai pengalaman mereka dalam bekerja dan mempekerjakan penyandang disabilitas.

Dalam acara Temu User yang ke II ini, DNetwork menghadirkan 25  orang penyandang disabilitas dan beberapa perusahaan yang telah menjadi mitra DNetwork, serta akademisi dari Universitas Udayana untuk mendiskusikan tentang penyerapan penyandang disabilitas di dunia kerja. Dalam acara ini, semua disabilitas yang hadir mempresentasikan keahlian mereka masing-masing untuk menjadi referensi bagi pihak penyerap kerja agar kedepannya dapat membuka lowongan yang sesuai. Beberapa perusahaan juga  membuka sesi walk interview dengan beberapa user, dan lima di antaranya telah diterima bekerja pada perusahaan tersebut. Semoga kegiatan Temu User 2019 DNetwork dapat membuka kesempatan inklusif bagi penyandang disabilitas dalam dunia kerja.

DNetwork juga mengucapkan terimakasih kepada user dan perwakilan dari Amarterra Villas, Hotel Alaya, Tur Buffalo, Fairmont Hotel, Hotel Marriott Bali Seminyak, Resor Shangri-La Bali, Hotel Sintesa, Swiss Bell Hotel dan Universitas Udayana yang telah hadir dan ikut mendukung acara ini.

Kedatangan 25 orang user DNetwork disambut hangat oleh manajemen Alaya Hotels & Resorts Ubud. Kunjungan ini sekaligus menjadi program pengenalan bagi user terkait jenis pekerjaan dan produk yang tersedia di Alaya Hotels & Resorts, sehingga para user lebih percaya diri dalam bersaing di dunia kerja terutama di bidang perhotelan. Tentunya program ini juga didukung oleh Destination Asia yang sudah menyediakan sarana transportasi yang nyaman bagi para user selama kegiatan berlangsung. Kedepannya DNetwork berharap dapat terus bekerjasama dengan Alaya Hotels dan Destination Asia  dalam mempekerjakan tenaga kerja disabilitas.

Di bulan November, DNetwork merayakan peluncuran video kisah sukses dari beberapa partner perusahaan dan pekerja dalam sektor disabilitas. Video ini merupakan hasil kemitraan DNetwork dengan Satu Bumi Jaya sebagai pihak produksi , dengan pendanaan dari US Consulate General Surabaya.

Acara peluncuran video ini dihadiri oleh perwakilan dari perusahaan dan organisasi disabilitas yang masing-masing berbagi pengalaman dan harapannya untuk kemajuan sektor disabilitas. Diantaranya Christine Getzler-Vaughan dari US Consulate General Surabaya, Satu Bumi Jaya, Dash Hotel Seminyak, Alaya Hotels, Gerkatin Bali, Bali Deaf Community, Buffalo Tours, YPK Bali, Puspadi Bali, Pradnyagama, Pertuni Bali, Movenpick Resort Bali, dan Happy Trails Asia.

Dnetwork berharap kerjasama yang telah dilakukan dapat semakin ditingkatkan sehingga akan makin banyak lagi kisah sukses bekerja dengan tenaga kerja disabilitas di Indonesia.

Untuk menonton video selengkapnya, silakan kunjungi bit.ly/DNetworkVideo!

DNetwork terus berupaya untuk menghubungkan pencari kerja disabilitas dengan perusahaan-perusahaan yang terbuka dan mendukung dunia kerja yang inklusif.

Saat ini DNetwork berpartner dengan Ayana Resort and Spa di Nusa Dua yang mempekerjakan dua karyawan Tuli : Gunawan dan Adit. Gunawan bekerja di departemen Florist (Penata Bunga) dan Adit di bagian Garde Manger (menyiapkan makanan dingin).

“Penting bagi kami untuk memilih mitra yang tepat yang sejalan dengan nilai-nilai kami. DNetwork dalam hal ini merupakan partner yang tepat, mengingat upaya dan kepedulian mereka yang tidak ada tandingannya.” ujar Clive Edwards, General Manager Ayana Resort and Spa. 

Ayana Resort and Spa adalah salah satu mitra terbaik DNetwork. Tim DNetwork tentunya bangga dapat bekerjasama dengan banyak organisasi dan perusahaan terkemuka di seluruh Indonesia menyediakan lapangan kerja dan berupaya untuk menghapus stigma yang melekat pada penyandang disabilitas.

Untuk informasi lebih lanjut tentang cara bermitra dengan DNetwork, lowongan saat ini atau pencapaian terbaru, silakan kunjungi www.dnetwork.net.

Staf DNetwork hadir dalam Bursa Kerja Kementerian Tenaga Kerja di Jawa Timur dan Bali yang diadakan pada September 2018. Dalam kegiatan tersebut DNetwork memberikan konsultasi dan saran kepada pencari kerja disabilitas, serta menerima lamaran pekerjaan untuk lowongan yang terbuka saat ini. Menghadiri Bursa Kerja merupakan agenda tahunan DNetwork. Pada Bursa Kerja di Bali dan Jawa Timur total lebih dari 50 pencari kerja disabilitas hadir dan berkonsultasi dengan DNetwork. Mereka juga berkesempatan untuk melamar lowongan kerja yang tersedia di platform DNetwork. Tidak hanya itu, para pencari kerja juga dapat mengunjungi booth perusahaan lain untuk mendiskusikan peluang kerja potensial yang ada di perusahaan tersebut. Semangat para pencari kerja inilah yang menjadi sumber inspirasi kami di DNetwork.

DNetwork adalah platform bagi perusahaan mengiklankan lowongan kerja dan membantu menghubungkan perusahaan dengan pencari kerja potensial. DNetwork juga menjalin hubungan baik dengan Dinas Ketenagakerjaan di banyak provinsi sehingga dapat menghadiri acara yang diadakan Dinas Ketenagakerjaan seperti bursa kerja. Dukungan yang diberikan merupakan wujud kepercayaan pemerintah atas kinerja DNetwork dan juga peranan penyandang disabilitas di dunia kerja di Indonesia. Di Bulan Oktober nanti DNetwork juga akan mendapat kesempatan untuk bertemu dengan pencari kerja dan perusahaan melalui bursa kerja

Belum sempat mengikuti Kelas WhatsApp DNetwork? Tenang.. kita ada ringkasannya. Simak di bawah ini, ya!

 

 

Halo teman-teman! Apa kabar semuanya?

Semoga masih semangat di siang menuju sore ini untuk mengikuti Kelas DNetwork hari ini. Perkenalkan nama saya Saniy, saya dari E.thical, sebuah organisasi yang menyediakan Program Pendidikan Kewirausahaan Berkelanjutan bagi anak-anak muda di Indonesia khususnya mereka yang tinggal di daerah terluar dan terpencil Indonesia agar mereka dapat memiliki kesempatan untuk belajar mengenai kewirausahaan dan mengembangkan diri mereka, serta berkontribusi dalam penguatan perekenomian di daerah. E.thical telah melakukan program pertama kami pada tahun lalu di Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur bersama dengan 23 anak muda dan saat ini kami masih melakukan pendampingan bagi 12 bisnis ide yang terpilih dari program kami.

 Nah! Hari ini saya akan membantu teman-teman untuk memahami prinsip-prinsip pemasaran dan bagaimana teman-teman dapat merencanakan strategi pemasaran di dalam usahanya sehingga usaha teman-teman bisa lebih dikenal oleh konsumen dan masyarakat luas. Kita mulai ya!

Apa sih pemasaran itu? Atau dalam bahasa inggrisnya kita mengenal dengan kata Marketing. Jadi, Pemasaran adalah suatu proses atau kegiatan menyeluruh, terpadu dan terencana, yang dilakukan oleh sebuah bisnis atau usaha untuk memperkenalkan barang atau jasanya kepada calon konsumen. Maksudnya menyeluruh disini adalah prosesnya. 

Ketika teman-teman menetapkan produk atau jasa yang ingin teman-teman jual, kemudian menetapkan harga, mempromosikan produk atau jasa tersebut, dan mendistribusikan atau mengirimkannya kepada calon konsumen, maka *keseluruhan proses tersebut adalah kegiatan pemasaran*. Minggu lalu teman-teman belajar mengenai kebutuhan pasar atau bagaimana produk atau jasa teman-teman dapat memenuhi kebutuhan calon konsumen. Nah, aktivitas tersebut juga merupakan sebuah kegiatan pemasaran. 

Pemasaran biasanya memiliki target jangka panjang, tidak hanya untuk  memastikan produk atau jasa kita terjual saja, tetapi juga memastikan terciptanya hubungan yang baik dan positif antara bisnis kita dengan konsumen sehingga mereka tetap percaya dan setia dengan usaha kita, bahkan bisa menjadi pelanggan. 

Nah untuk melakukan aktivitas komunikasi pemasaran, teman-teman juga perlu membangun identitas usaha atau brand. Bagaimana caranya?

Untuk membahas apa itu brand, saya beri contoh ya, Gojek misalnya, sebuah bisnis transportasi online yang cukup terkenal di Indonesia. Saya mau bertanya, kira-kira apa yang teman-teman pikirkan ketika mendengar kata Gojek atau melihat logo hijau dengan lingkaran dan nama Gojek? 

 Apakah Gojek menjadi pilihan pertama teman-teman ketika membutuhkan transportasi atau butuh jasa antar beli makanan misalnya? 

Jika iya, maka Gojek telah berhasil membuat identitasnya atau brandnya melekat di pikiran teman-teman dalam bidang jasa transportasi online. 

 Walaupun mungkin ada usaha sejenis Gojek yang juga terkenal di Indonesia. Nah dalam hal ini, Gojek telah berhasil mempengaruhi teman-teman untuk menaruh kepercayaan kepada Gojek dibandingkan yang lain. 

 Mungkin teman-teman bertanya, apa yang dilakukan Gojek sehingga mereka bisa mempengaruhi keputusan teman-teman?

 

Ada beberapa hal yang dilakukan oleh sebuah bisnis atau usaha untuk bisa mendapatkan perhatian calon konsumennya. Selain melakukan aktivitas Pemasaran, ada lagi hal penting sebelum kita mulai memasarkan produk atau jasa yang usaha kita miliki, yaitu identitas brand atau proses branding. 

 Sebuah brand dapat mudah dikenali dengan berbagai cara:

  1. Nama merek atau usaha
  2. Logo usaha
  3. Tampilan visual lainnya seperti desain produk, desain kemasan, warna khas.
  4. Suara khas dari usaha, dapat berupa lagu atau jingle misalnya. 
  5. Sosok pendiri atau pekerja dari usaha. Kenapa ini penting? Biasanya hal ini dapat mempengaruhi keputusan konsumen di dalam membeli suatu produk atau jasa. Saat ini sudah banyak konsumen yang ingin tahu dan mengenal orang-orang dibalik produk atau jasa yang mereka beli sehingga mereka merasa lebih dekat dengan brand kita dan akhirnya menjadi pelanggan. 
  6. Kata-kata atau gaya berkomunikasi. Nah ini dapat berupa tagline atau slogan dari usaha teman-teman atau gaya bahasa yang digunakan ketika berkomunikasi dengan calon konsumen baik online maupun offline. Apakah bahasa yang digunakan informal, formal, profesional, atau inspiratif misalnya.

 Yang paling penting dalam tahap ini adalah pastikan usaha atau merk teman-teman memiliki keunikan yang tidak dimiliki oleh usaha-usaha lain yang sejenis dengan usaha kalian. Berikan nilai-nilai unik yang membuat calon konsumen lebih memilih produk atau jasa yang kamu jual dibandingkan yang lain. 

 Semoga penjelasan saya membantu teman-teman untuk memiliki pemahaman yang lebih baik lagi mengenai cara membangun merek atau brand ya, sebelum kita masuk ke bagian Rencana Pemasaran.

Selanjutnya, setelah teman-teman mengetahui hal-hal yang mendukung kegiatan pemasaran, seperti pembentukan branding tadi. Saatnya kita membuat Rencana Pemasaran! 

Dalam melakukan Pemasaran, penting bagi teman-teman untuk membuat rencananya terlebih dahulu sebelum memulai eksekusi. Hal ini dilakukan agar kegiatan pemasaran yang dilakukan dapat tepat sasaran sesuai dengan target yang ingin teman-teman capai dan memiliki dampak yang lebih efektif jika dibandingkan dilakukan tanpa rencana atau mendadak. 

Ingat! untuk menjaga usaha atau bisnis tetap berkelanjutan, sebuah usaha butuh kegiatan Pemasaran di dalamnya. Namun, pemasaran tidak melulu berbicara tentang bagaimana produk kita bisa laku terjual, tetapi juga tentang bagaimana kita dapat membangun koneksi dengan konsumen sehingga konsumen tetap loyal menggunakan produk atau jasa kita. 

Di dalam Rencana Pemasaran, terdapat beberapa hal yang harus dibuat, yaitu Target Pemasaran, Strategi Pemasaran, Anggaran, dan Tolok Ukur. Kita mulai bahas satu persatu ya :) 

Dan untuk mempermudah penjelasannya, berikut juga saya kirimkan format kanvas Rencana Pemasaran yang bisa teman-teman pakai untuk membuat Rencan Pemasaran bisnisnya.

Di dalam membuat Target Pemasaran, penting bagi teman-teman untuk mengetahui bagaimana tahapan-tahapan yang dilewati oleh konsumen dalam berinteraksi dengan usaha atau bisnis kita. Seiring dengan semakin majunya teknologi dan semakin beragamnya cara bagi bisnis untuk memasarkan produk atau jasanya, hasil dari sebuah kegiatan pemasaran tidak harus selalu terkait dengan penjualan. 

Tahapan yang konsumen lewati ada 4 tahap. Kalau dalam gambar bentuk diagramnya seperti kerucut terbalik atau segitiga terbalik:

  1. Pada tahap awal, ada yang dinamakan Awareness (Kesadaran) - Ini adalah tahapan dimana calon konsumen sudah menyadari kehadiran usaha atau bisnis. Biasanya mereka yang telah membaca atau mendengar informasi tentang usaha atau produk yang kita jual.
  2. Setelah mereka mengetahui tentang usaha atau bisnis kita, maka yang kedua adalah tahap Interest (Ketertarikan) - Ini adalah tahapan dimana calon konsumen mulai suka dan tertarik dengan produk atau jasa kita. Biasanya ini dapat kita lihat hasilnya melalui media online, misalnya mereka akan mulai mengikuti usaha kita di media sosial atau membuka website kita.
  3. Kemudian yang selanjutnya adalah tahap Desire (Keinginan) - Ini adalah tahapan dimana calon konsumen mulai menunjukkan keinginannya untuk membeli atau menggunakan produk atau jasa. Jika ada calon konsumen yang mulai bertanya mengenai produk atau jasa yang kita jual. Maka mereka sudah memasuki tahapan ini.
  4. Tahapan paling akhir dari perjalanan konsumen adalah Action (Melakukan tindakan) - Dalam tahap ini, calon konsumen sudah menjadi konsumen atau bahkan telah menjadi pelanggan kalian, dimana mereka melakukan pembelian berulang terhadap produk atau jasa yang kita jual.

Target Pemasaran yang nanti teman-teman buat dapat dikaitkan dengan tahapan-tahapan ini.

Sekarang kita akan masuk ke bagian bagaimana cara membuat Target Pemasaran. Setelah mengetahui perjalanan calon konsumen dalam aktivitas pemasaran, ini saatnya membuat Target Pemasaran untuk usaha atau bisnis kalian. Target Pemasaran ini dibuat untuk jangka panjang, misalnya dalam jangka waktu 6-12 bulan kedepan. Dalam membuat Target Pemasaran, target yang dimiliki harus SMART. Apa itu SMART?

  • Specific (Spesifik) - Target pemasaran kalian harus dapat dibuat spesifik dan jelas. Hindari target yang terlalu umum atau kurang mendetail karena Target Pemasaran yang lebih spesifik memiliki kesempatan lebih besar untuk dicapai dibandingkan Target yang masih bersifat umum.
  • Measurable (Terukur atau dapat diukur) - Target pemasaran yang baik harus dapat diukur progresnya sehingga kalian dapat mengetahui apakah target tersebut telah tercapai atau belum
  • Achievable (Dapat diraih) - target yang dibuat harus realistis dan dapat dicapai. Sebuah target tidak boleh dibuat terlalu mudah tetapi juga tidak boleh terlalu sulit sehingga mustahil untuk dicapai.
  • Relevant (Relevan) -  Target harus relevan dengan prioritas, dan realistis dengan kapasitas produksi misalnya dan kemampuan yang dimiliki oleh teman-teman dan tim yang ada di dalam usahanya.
  • Timely (Waktu yang jelas) - Target yang baik perlu memiliki kerangka waktu atau tenggat waktu untuk mencapainya.

Disini aku coba beri contoh Target Pemasaran yang SMART untuk Gojek, yaitu Meningkatkan jumlah pengguna aplikasi Gojek sebanyak 5000 pengguna baru dalam waktu 6 bulan. 

Dapat teman-teman identifikasi dari Target Pemasaran Gojek yang saya sebutkan tadi bahwa di dalamnya terkandung elemen yang SMART. Nah nanti teman-teman bisa mulai berlatih di dalam membuat target yang SMART.

Kemudian, dalam Rencana Pemasaran dapat terkandung lebih dari satu Target Pemasaran tergantung dari prioritas teman-teman di dalam usahanya saat ini, atau 6-12 bulan kedepan.

Setelah Target Pemasaran telah ditentukan, ini saatnya kalian membuat Strategi Pemasaran. Apa bedanya dengan Target Pemasaran? Kalau Target itu adalah tujuan kalian melakukan suatu kegiatan Pemasaran, sedangkan Strategi Pemasaran adalah langkah-langkah yang dibutuhkan untuk mencapai suatu Target Pemasaran

Nah pada tahap ini, teman-teman mulai memikirkan metode yang kira-kira perlu dilakukan untuk memasarkan produk atau jasa baik secara online maupun offline.

Pada satu Target Pemasaran, teman-teman dapat membuat lebih dari satu Strategi Pemasaran. Dalam membuat strategi, selalu disesuaikan dengan target konsumen kalian, misalnya jika kalian ingin menggunakan media online dalam aktivitas pemasaran kalian dan target konsumen dari usaha teman-teman adalah anak muda, maka teman-teman bisa menggunakan Instagram misalnya. Atau kalau ternyata target konsumen teman-teman tidak menggunakan media sosial sama sekali, maka teman-teman bisa menggunakan WhatsApp misalnya atau SMS. Tergantung dari siapa yang ingin teman-teman sasar.

Ada banyak metode pemasaran yang bisa dilakukan baik secara online maupun offline. Kita bahas satu persatu setelah ini ya!

Yuk kita bahas mengenai saluran komunikasi Online. Ada apa aja sih? Saya yakin teman-teman juga pasti sudah banyak yang mengetahui atau bahkan sedang menjalankan bisnis atau usahanya secara online. Ada beberapa jenis media online yang dapat digunakan dalam aktivitas Pemasaran:

  • Media Sosial, berupa Instagram, Facebook, Youtube, bahkan Tik Tok. Inilah contoh-contoh dari media sosial yang biasanya digunakan usaha atau bisnis untuk memasarkan produk atau jasa. Di dalam menggunakan media sosial sebagai alat pemasaran, teman-teman harus konsisten membuat konten-konten menarik yang tentunya disesuaikan dengan jenis salurannya. 

Konten-kontennya bisa berupa informasi mengenai usaha atau produk atau jasa yang dijual, bisa juga berupa konten edukasi terkait usaha atau bisnis yang sedang dijalankan, contohnya jika ada yang produknya makanan sehat, kalian bisa membuat konten edukasi mengenai manfaat dari makanan tersebut bagi kesehatan tubuh, sehingga memberi pengetahuan dan ilmu baru kepada calon konsumen. Konten lainnya adalah konten hiburan yang menarik calon konsumen. 

Coba buka referensi-referensi konten dari usaha-usaha sejenis yang menurut teman-teman sudah baik sebagai inspirasi dalam membuat konten bisnis kalian. Sesuaikan konten dan bahasa yang digunakan dengan target konsumen teman-teman ya. Ohya, media sosial juga dapat digunakan untuk memasarkan produk kalian kepada calon konsumen yang mungkin belum mengikuti profil usaha teman-teman di media sosial. Hal ini dapat dilakukan melalui fitur Ads atau Iklan berbayar. Bahkan sekarang teman-teman bisa pula bekerjasama dengan Influenser untuk mempromosikan produk atau jasa teman-teman. Tentunya teman-teman harus menyiapkan anggaran untuk itu. Nanti kita bahas ya mengenai anggaran.

  • Fitur Chat seperti WhatsApp atau Line,  juga bisa menjadi media pemasaran bagi usaha teman-teman. Fitur ini sifatnya lebih personal sehingga memudahkan pemesanan produk atau jasa.
  • Marketplace. Saat ini marketplace, seperti Tokopedia, Bukalapak, dan Shopee, telah memudahkan banyak usaha untuk menjual produk mereka karena sistemnya yang otomatis dan gratis. Sehingga bisnis tidak perlu repot-repot membuat website ecommerce sendiri untuk berjualan. Yang teman-teman perlu lakukan adalah membuat konten foto produk yang baik dan deskripsi produk yang detail untuk mempengaruhi keputusan konsumen dalam membeli produk dari usaha teman-teman.
  • Website. Jika teman-teman memiliki anggaran yang lebih, maka teman-teman dapat membuat website khusus untuk profil bisnis dan pemasaran produk teman-teman.

Perlu diperhatikan bawah semua media komunikasi yang saya telah sebutkan tadi, tidak perlu dipergunakan semuanya. Cari media yang relevan dengan bisnis dan sesuai dengan kemampuan teman-teman didalam mengelola media-media tersebut, serta dengan target konsumen kalian. Karena mengelola satu media komunikasi saja memerlukan waktu dan energi yang cukup banyak agar dapat efektif. 

Jadi pastikan kalian menginvestasikan waktu dan usaha kalian untuk media yang paling sesuai dengan bisnis dan kemampuan kalian. Konten tidak hanya berbentuk foto dan teks saja, tetapi juga bisa video bahkan sekarang banyak orang sudah memulai aktivitas Pemasarannya melalui media suara seperti Podcast.

Aktivitas Pemasaran tidak hanya online saja, tapi ada juga offline, seperti mengikuti bazar atau bahkan membuka toko sendiri. Media offline ini juga dapat berupa spanduk, baliho, poster, ataupun x-banner di lokasi-lokasi tertentu. Tentu aktivitas pemasaran secara offline biasanya akan lebih memakan banyak biaya, namun akan lebih efektif untuk merubah keputusan membeli calon konsumen karena adanya interaksi secara personal antara kita dengan calon pembeli. Namun karena situasi yang saat ini juga tidak memungkinkan, teman-teman bisa mulai memaksimalkan aktivitas pemasaran secara online di rumah.

Setelah tadi kita membahas mengenai Target Pemasaran dan Strategi Pemasaran, sekarang saatnya masuk ke bagian Anggaran. Yes! Sebuah Rencana Pemasaran harus memiliki anggaran untuk implementasinya. Namun tergantung pula dari media komunikasi yang dipilih ya. Contohnya yang sudah sempat saya sebutkan sebelumnya seperti menggunakan fitur Ads atau jasa influencer di media sosial, tentu teman-teman memerlukan anggaran untuk dapat melakukan kegiatan Pemasaran tersebut. Atau biaya-biaya lain seperti biaya foto produk misalnya, ataupun transportasi ketika mengikuti kegiatan bazar, atau bahkan biaya cetak poster atau spanduk. 

Oleh karena itu, setiap aktivitas pemasaran harus disesuaikan dengan anggaran yang dimiliki oleh bisnis teman-teman. Menurut saya, jika ada yang tidak berbayar dan memiliki dampak yang besar bagi bisnis, lebih baik maksimalkan Strategi Pemasaran pada media tersebut.

Yang terakhir dari Rencana Pemasaran adalah Tolok Ukur. Ini adalah bagian dimana teman-teman menuliskan indikator keberhasilan dari masing-masing strategi pemasaran. Hal ini penting agar teman-teman dapat mengukur keberhasilan atau kemajuan dari keseluruhan Target Pemasaran kalian. 

Misalnya jika target teman-teman adalah meningkatkan jumlah konsumen pada produk atau jasa yang dijual, dan teman-teman menggunakan strategi melalui media sosial untuk mencapainya, maka salah satu cara melihat apakah target tersebut sudah tercapai atau belum adalah dengan mengukur pertambahan angka penjualan atau transaksi yang terjadi melalui akun media sosial bisnis kalian. 

Jadi pastikan target pemasaran yang kalian buat merupakan target yang dapat diukur, sehingga memudahkan kalian menentukan indikator keberhasilan.




Mau ikut Kelas WhatsApp DNetwork yang lainnya? Terus pantau media sosial DNetwrok dan hubungi kami di 081558775554.

Sampai jumpa di kelas berikutnya!




Kelas WhatsApp DNetwork diadakan setiap Jumat, loh. Bagi yang ikut kemarin masih ingat isi kelasnya? Atau kamu belum bergabung? Tenang... Kamu bisa baca rangkuman di bawah ini!  Selamat membaca dan semoga bermanfaat!

 

Selamat sore teman-teman sekalian,

Semoga teman-teman dalam keadaan baik dan semangat untuk mengikuti kelas D-Network hari ini, terutama buat teman-teman yang sudah mulai berpuasa.

Perkenalkan, nama saya Irma Sitompul. Saya adalah seorang wirausahawati yang memimpin sebuah konsultan komunikasi yang berfokus pada isu kerbelanjutan atau sustainability, namanya For Good. Selama tiga tahun ini, Kami sudah mendampingi sekitar 30 UMKM sosial dan lembaga swadaya masyarakat untuk membangun strategi bisnis dan komunikasi yang efektif, efisien dan berdampak. Maksudnya berdampak adalah memastikan sebuah usaha tidak hanya menghitung kesuksesan dari keuntungan finansial, tetapi juga bagaimana usaha tersebut telah memberikan kontribusi pada masyarakat dan lingkungan. Istilah popularnya, usaha yang mengedepankan people profit planet.

 

Nah, hari ini saya akan berbagi pengalaman saya dalam hal strategi bisnis, terutama dalam memahami apa yang dibutuhkan oleh calon pembeli kita agar kita dapat memastikan produk yang akan kita jual ini laku di pasar dan benar-benar memecahkan masalah yang mereka hadapi.

Oke. Sudah siap ya, semua. Yuk, kita mulai sesinya.

 

Mungkin banyak dari teman-teman yang bertanya-tanya, kenapa kita harus memastikan produk atau jasa yang kita jual harus bisa memecahkan masalah dari target pembeli kita? Memangnya, kita ngga bisa ya langsung jualan aja? Toh, nanti pasti akan ada yang beli, seperti misalnya teman-teman, tetangga atau keluarga.

 

Menurut saya, berjualan ke teman, tetangga atau keluarga tidak ada salahnya. Karena mereka adalah akses terdekat kita yang bisa kita hubungi. Dan, sudah hampir pasti mereka akan membeli produk yang kita jual. Karena biasanya mereka ingin mendukung usaha kita!

Tapi, coba deh teman-teman pikirkan jangka panjangnya. Apakah keluarga, teman dan tetangga akan terus-menerus membeli apa yang kita jual? Sebagai seorang wirausahawati / wirausahawan, kita harus mampu mengetahui, siapa target pembeli dari produk atau jasa kita, yang akan terus-menerus menggunakan solusi kita. Mereka-mereka inilah orang-orang yang masalahnya terpecahkan oleh produk atau layanan kita. Nama lain untuk mereka adalah pelanggan setia.

 

Kita liat contoh berikut ya...

 

Ini adalah Angelinda Fransisca, pendiri dari The Bath Box, sebuah merk perawatan kulit natural yang saat ini telah menjadi UKM yang lumayan sukses di Indonesia. Produk-produk the Bath Box dibuat sendiri oleh Angel dengan menggunakan bahan-bahan alami yang tidak terlalu keras untuk kulit. Di awal usahanya, Angel tidak membuat produknya sendiri, melainkan menjual ulang produk-produk kecantikan kulit dari Korea (disebut juga reseller).

 

Nah, bagian berikut ini adalah bagian yang mau saya fokuskan.

 

Alasan kenapa Angelinda tidak meneruskan menjadi reseller dan malah mencoba membuat produknya sendiri, adalah karena banyak dari pelanggannya yang tidak cocok dengan bahan kimia dari produk Korea yang Angelinda jual.

Angelinda akhirnya berusaha untuk membuat produk yang sesuai dengan yang dibutuhkan oleh pelanggan-pelanggannya saat itu.

 

Inilah moment yang merubah bisnis Angelinda dari bisnis skala rumah tangga menjadi usaha menengah yang sukses.

 

Sampai saat ini, walaupun omzet dari Angelinda sudah mencapai lebih dari 200 juta per bulan, ia masih terus menyempurnakan produk-produk yang dia jual dengan mendengarkan apa yang dibutuhkan oleh pelanggannya.

 

Nah, sekarang mari kita coba pelajari bagaimana cara untuk mencari tahu apa yang dibutuhkan oleh pelanggan kita, supaya produk atau jasa yang kita tawarkan bisa lebih sempurna.

 

Di segmen ini, saya akan membagi tipsnya menjadi dua kategori: untuk teman-teman yang sudah mulai menjalankan bisnis, dan untuk teman yang baru mau memulai dan belum memiliki produk.

 

Kita mulai dari yang belum memiliki produk terlebih dahulu ya.

 

Ok, buat teman-teman yang masih dalam tahap ide dan belum punya produk atau jasa untuk dijual. Saya ada alat bantu yang namanya Empathy Map, atau Peta Empati.

Dalam Peta Empati ini, tugas kita adalah mencari tau:

  • Apa yang mereka pikirkan & rasakan
  • Apa yang mereka katakan & lakukan
  • Apa kesulitan mereka
  • Apa keinginan mereka

 

Nah, ini dia Peta Empati dari The Bath Box. Kita pelajari satu-persatu ya!

 

Kita mulai dulu dari Target Pengguna. Disini dijelaskan bahwa target dari the Bath Box adalah perempuan berusia muda, antara 18-28 tahun yang memiliki kulit sensitif. Mereka tinggal di kota besar dan senang dengan make up dan perawatan kulit. Mereka suka sekali nontonin youtube make up!

 

Ini penting banget ya, teman-teman. Kalian harus benar-benar tau target pembeli kalian secara spesifik. Berapa kisaran umur mereka, bagaimana perilaku mereka, terutama dalam menggunakan media sosial.

Semua ini harus terkait dengan ide kalian ya. Kita ambil contoh dari Angelinda the Bath Box tadi ya supaya lebih jelas. Yuk kita liat slide berikut.

Berikutnya, di kolom kiri bawah, kesulitan atau masalah yang mereka hadapi adalah mereka memiliki kulit yang sangat sensitif – gampang kering, gampang berjerawat. Mereka selalu kesulitan mencari produk perawatan kulit yang tidak terlalu keras supermarket lokal, seperti alfamart atau giant, misalnya. Makanya mereka membeli produk impor dari Korea secara online.

 

Kolom kanan bawah menjelaskan keinginan dari mereka. Dimana, mereka ingin agar kulit wajah mereka terlihat sehat dan mulus. Mereka juga ingin agar punya rutinitas perawatan kulit yang tidak ribet dan memakan waktu lama.

Pada kolom kiri atas, yang mereka pikirkan dan rasakan dalam menghadapi masalah kulit adalah frustasi. Mereka merasa tidak percaya diri karena kulit wajah mereka selalu bermasalah.

Pada kolom kanan atas dijelaskan bahwa mereka tidak pernah berhenti bereksperiman dengan produk-produk kulit baru, terutama yang impor, baik dari Jepang maupun Korea.

 

Nah, dari contoh ini, semoga bisa menjadi lebih jelas ya kira-kira bagaimana kita bisa mencatat informasi yang kita dapatkan dari calon pengguna produk atau jasa kita nantinya.

 

Di segmen berikutnya, saya akan berbagi mengenai cara menggali informasi yang baik. Namun, sekarang saya mau berbagi tips untuk teman-teman yang sudah punya produk atau jasa dulu. Kita cek slide berikutnya ya!

 

Untuk teman-teman yang sudah mulai berjualan, selamat ya! Karena kalian sudah memiliki data mengenai siapa yang paling sering membeli produk atau menggunakan jasa kalian. Kalau kalian belum punya datanya, Saya sarankan untuk melihat catatan penjualan kalian dalam beberapa bulan terakhir dan cari tau siapa yang pernah membeli lebih dari sekali. Dari situ, teman-teman bisa mulai mencari tau profil dari para pelanggan ini! Cari kesamaan apa yang mereka miliki. Misalnya: mereka ternyata para pembeli ulang ini sama-sama pekerja kantoran yang sibuk, atau ibu rumah tangga yang punya anak balita.

 

Coba hubungi mereka dan tanyakan, mengapa mereka membeli produk atau jasa anda kembali.

 

 

 

Untuk mencari tau apakah produk kita sudah menjawab kebutuhan calon pembelimu, ada 1 tips yang sangat mudah: lakukan survey dengan berikan sampel gratis kepada orang-orang yang profilnya serupa dengan pelanggan kalian. Misalnya: kalau kalian berjualan makanan beku, dan ternyata pembeli ulang kalian adalah orang-orang kantoran, coba bagikan sampel gratis ke salah satu kantor dari teman kalian.

 

Kalau teman-teman kurang paham apa itu sampel. Saya coba jelaskan ya. Pernah kah teman-teman diberikan produk gratis oleh mba-mba berseragam saat teman-teman belanja di swalayan? Semestinya sebagian besar dari kalian pernah ya. Biasanya produk gratis yang diberikan ukurannya lebih kecil dari yang dijual. Nah, inilah yang dinamakan sampel.

 

 

 

 

Mengambil contoh dari The Bath Box, pada awal-awal mereka membuat produk mereka sendiri, mereka melakukan uji sampel 3 sampai 5 kali per produk. Sampel ini mereka bagikan gratis kepada sekelompok orang yang memiliki profil serupa dengan pelanggan setia mereka, dengan tujuan menggali tanggapan dari mereka. Sampel yang mereka berikan diiringi juga dengan survey singkat terkait produk, seperti: apa yang disukai dari produk, apa yang kurang disukai, lalu apa yang bisa diperbaiki dari produk juga termasuk dalam survey tersebut.

 

Survey juga menjadi kesempatan baik untuk teman-teman mencari tau kira-kira berapa harga yang pelanggan mau keluarkan untuk membeli produk tersebut nantinya. Jadi teman-teman tidak menjual produk terlalu mahal atau murah!

OK, Semoga teman-teman sekalian sudah mulai dapat gambaran apa saja informasi yang harus kita dapatkan untuk memahami kebutuhan calon pembeli kita.

 

 

Di segmen ini,  kita akan membahas mengenai cara-cara menyiapkan pertanyaan survey atau wawancara, yang akan membantu teman-teman nantinya saat turun ke lapangan.

 

 

Sebelum teman-teman mewawancarai calon pembeli, tetapkan dulu apa yang ingin teman-teman cari tau. Misalnya: kesulitan apa yang calon pembeli rasakan, atau bagaimana mereka menyelesaikan kesulitan tersebut saat ini agar teman-teman bisa meberikan solusi yang lebih baik.

 

Disini, tetapkan juga berapa jumlah orang yang ingin kalian wawancara.

Dan yang terakhir, tetapkan informasi spesifik apa yang ingin teman-teman dapatkan dari wawancara ini. Misalnya: varian atau rasa eskrim apa yang kira-kira akan paling laku, atau berapa ukuran yang paling cocok untuk dijual.

 

Yang kedua, siapkan pertanyaan wawancara kalian. Saat merancang pertanyaan-pertanyaan wawancara, pikirkan baik-baik beberapa hal ini.

 

Apakah mereka menyadari bahwa masalah yang teman-teman ingin tangani adalah masalah yang juga mereka rasakan?

 

Apabila ada solusi dari masalah tersebut, apakah mereka mampu dan mau menggunakannya?

 

Hal-hal tersebut bukan untuk ditanyakan kepada pembeli ya, tapi lebih merupakan arahan pola berpikir untuk teman-teman agar ketika mewawancara, teman-teman tidak memaksakan ide atau produk kalian ke orang yang kalian wawancarai.

 

 

Nah, berikut adalah beberapa tips untuk menyiapkan pertanyaan wawancara yang baik.

 

Yang pertama, ajaklah mereka bercerita | Awail pertanyaan dengan pernyataan seperti “Boleh ceritakan waktu ibu (atau bapak)....”

 

Lalu, buat pertanyaan terbuka dan bukan jawab ya atau tidak | Contohnya teman-teman bisa bertanya “Bisa jelaskan lebih lanjut mengenai...”

 

Yang ketiga, spesifiklah saat bertanya | Contoh pertanyaannya misalnya “Apa tantangan paling berat saat...”

 

Yang berikutnya, Jangan mengarahkan. Jangan bertanya “Ibu suka tidak dengan solusi ini?”

 

Teman-teman juga bisa bertanya mengenai saat ini atau masa lampau, buka pertanyaan dengan kalimat seperti “Ceritakan saat dulu ibu….”

 

Buat pertanyaan yang pendek, maksimal 10 kata saja

 

Sekali lagi, jangan menanyakan produk atau solusi kalian | Hindari bertanya seperti ini “Kalau ada produk seperti ini, apakah ibu akan beli?” atau “Kalau ada layanan ini, apakah kamu mau menggunakannya?”

 

Begitu kira-kira beberapa tips untuk membuat pertanyaan wawancaranya.

 

 

Sekarang, saya akan berbagi mengenai tips untuk teman-teman saat melakukan wawancara.

 

Jangan lupa untuk merekam semua wawancara, metode paling baik adalah dalam bentuk rekaman audio.

 

Ketika bertanya, beri waktu untuk mereka menjawab.  Jangan khawatir bila mereka tidak langsung menjawab pertanyaan kalian.

 

Yang berikutnya ini juga penting: jangan memotong jawaban mereka.

 

Dan pastikan kita selalu netral - ingat, wawancara ini bukan untuk mempertahankan ide kita, melainkan untuk mencari pemahaman baru dari perspektif pengguna.

 

Yang terakhir, cari ketidakkonsistenan dalam jawaban mereka.

 

 

Nah, setelah kita mendapatkan semua masukan dari orang-orang yang kita survey, teman-teman bisa mulai merangkum dengan menggunakan peta empati yang saya sudah jelaskan tadi.

 

Setelah terlihat rangkumannya, teman-teman akan lebih mudah untuk mengolah hasil wawancara atau survey tersebut agar teman-teman bisa menyempurnakan produk teman-teman, atau menyesuaikan harga produk dan lain sebagainya, sesuai kebutuhan dan masukkan dari konsumen kalian.

 

 

 

Kira-kira itu tips-tips yang bisa saya berikan pada hari ini terkait memahami kebutuhan konsumen dan penyempurnaan produk. Semoga dengan memahami proses ini, teman-teman dapat memastikan bahwa ide yang kita miliki benar-benar menjawab kebutuhan calon pelanggan kalian ya.

 

Terima kasih sudah mengikuti sesi yang saya sampaikan, dan mohon maaf apabila ada beberapa hal yang kurang berkenan.

 

Sekarang kita akan masuk kedalam sesi diskusi, dimana teman-teman dipersilahkan untuk memberikan tanggapan, melempar pertanyaan atau sanggahan. Ok, sesi ini Saya buka sekarang yah. Silahkan untuk mengetik atau mengirimkan rekam suara ke group whatsapp ini yah.

Belum sempat mengikuti Kelas WhatsApp DNetwork? Tenang.. kita ada ringkasannya.

Di artikel kali ini kamu bisa pelajari tentang cara memulai wirausaha, mengembangkan bisnis, dan strategi bertahan di tengah krisis. Materi ini dibawakan oleh Kak Zaki Andika dari The Local Enablers. Semoga bermanfaat! 

Tantangan hari ini dan kedepannya

Kita mulai dengen bicara tentang tantangan hari ini dan kedepannya di era disrupsi serta pandemi covid 19 ini.

Biasa kita kenal yaitu VUCA:

  • V olatility : perbedaan perspektif dan sudut pandang yang menyulitkan penginterpretasian
  • U ncertainty : masa depan yang semakin tidak pasti dan tidak bisa diprediksi
  • C omplexity : kompleksitas akibat globalisasi dan informasi berlimpah
  • A mbiguity : perbedaan perspektif dan sudut pandang

 

Kemudian, apa dampak dari VUCA tadi?

  1. Munculnya model bisnis baru
  2. Teknologi baru yang menggantikan teknologi lama
  3. Organisasi atau individu dituntut adaptif terhadap perubahan yang terjadi
  4. Kebutuhan akan keterampilan baru 

Apa yang harus dilakukan?

Menghadapi era disruptif dan pandemi menuntut organisasi atau individu untuk bergerak secara langsung dan gesit, organisasi memerlukan inisiatif untuk dapat bertahan dan bersaing.

Contoh :

  • melakukan inovasi proses (continuous improvement)
  • mengembangkan model bisnis baru
  • mengembangkan cara-cara baru dalam bekerja

Diperlukan inisiatif dan keterampilan baru untuk bisa lebih adaptif di era saat ini. AGILE (TANGKAS) menjadi skill set yang harus dikuasai.

 

 

 9 Prinsip Memimpin dengan Ketangkasan

ada 9 Prinsip memimpin dengan ketangkasan (pimpin dengan cepat dan tanggap). Ciri-cirinya:

  • Lebih banyak bertindak daripada berbicara (dapat menginspirasi orang banyak, fokus pada aktivitas, tapi tetap rendah hati dan empati)
  • tingkatkan kualitas pikiran (coba bketemu dengan banyak orang, kerjasama,lihat masalah sebagai peluang)
  • Feedback yang efektif (saran, kritik, masukan yang baik)
  • Membutuhkan arti dan tujuan
  • Jaga emosi dan kretifitas dalam organisasi
  • Kepemimpinan ada dimana-mana di dalam organisasi
  • berkolaborasi
  • ide bagus dapat muncul dari mana-mana

 

 

Apakah kita cocok jadi wirausaha?

50% cocok, 50% tidak. Untuk yang tidak cocok masih bisa usaha, bisa tingkatkan skill dan kemampuan wirausaha.

  

Gambar gunung es pengembangan usaha pemula (masalah dalam berusaha)

yang mau mulai usaha pasti akan mendapatkan masalah dalam berusaha. Yang baru mulai usaha mungkin masalahnya ada di uang, setelah itu kalau agak besar mungkin masalahnya ada di lambat mengembangkan usaha. Kalau seperti ini kita harus tahu apa lagi sumber daya (modal) yang kita punya, bukan cuma modal uang, tapi juga modal yang tidak terlihat seperti ilmu, karyawan, pasar, dll.

Nah kalau kita sudah lama punya bisnis, masalahnya adalah bagaimana cara membesarkan bisnis? Selanjutny kita bisa pikir "harus bagaimana ini usahanya? Apakah mau dilanjutkan tapi dirubah atau mau berhenti saja?"

 

Contoh perkembangan bisnis:

  1. Kalau punya ide coba aja dulu, aksi untuk membuka usaha
  2. Nilai bisnis - cari tahu apa yang beda yang dijual dengan orang lain
  3. Momentum - pengembangan produk, coba cari peluang dan kerjasama untuk menjalankan usaha
  4. Pivot artinya merubah bisnis agar lebih laku dan berkembang

 

  Bisnis model canvas

Biasanya sebelum memulai bisnis kita memetakan terlebih dahulu seluruh aspek yang ada untuk bisnis kita. Bisnis model canvas adalah alat yang kita bisa pakai untuk  tahu bisnisnya sudah baik atau belum. Disini kita bisa lihat banyak kotaknya. Setiap kotak itu adalah hal-hal yang harus kita perhatikan dalam bisnis.

Ada 9 kolom:

  • Customer (Pelanggan)
  • Value proposition (nilai usaha)
  • Chanel (koneksi bisnis)
  • Customer Relationship (hubungan dengan pelanggan)
  • Revenue stream (sumber pendapatan)
  • Key resourse (sumber daya kunci)
  • Key activities (aktivitas apa saja dalam berbisnis)
  • Key partner (kerjasama dengan siapa saja)
  • Cost structure (biaya yang dikeluarkan apa saja)

 

Cara menggunakan Bisnis Model Canvas

  • Langkah 1: Dimulai dari kolom value proposition atau nilah yang dapat ditawarkan/diberikan

Teman-teman bisa memasukkan kira-kira apasih kelebihan dari usaha/produk teman-teman. Value proposition tidak memulu soal barang, tapi bisa sifat atau yang lainnya yang membuat produk teman-teman unik😄

  • Langkah 2: Customer segment atau kelompok target konsumen yang akan atau sedang kita bidik. Bisa berdasarkan tingkat ekonomi, usia, komunitas, wilayah dll

Ini bisa menjadi acuan ya teman-teman. Siapa tahu, selama ini kita berusaha atau berjualan produk tapi kita belum tau kelebihan produk kita itu apa atau siapa sih target konsumen kita. Seperti contohnya ada yang jualan parfume. Ya. Nah, parfumnya kira2 apa nih yang membedakan dengan parfume lain kemudian siapa target konsumennya. Apakah laki2 usia 30-40 tahun atau siapa.. Seperti itu..

  • Langkah 3: Chanel atau cara/media yang digunakan agar konsumen dapat membeli produk kita.

Apakah melalui website, social media, distributor atau yang lainnya?

  • Langkah 4: Customer Relationship / hubungan dengan pelanggan.

Harapannya kita memiliki hubungan yg baik dengan konsumen agar mereka mau repeated order. Bisa dengan selalu memberikan informasi mengenai produk kita, bisa dengan memberikan potongan harga atau yang lainnya. Karena pengalaman saya, kalau konsumen kita hubungin disini kita tawarin produk lagi pasti mau beli😄

  • Langkah 5: Revenue Streams atau sumber pemasukan usaha kita, bagaimana perusahaan kita mendapatkan pendapatan
  • Langkah 6: Key Resources atau sumberdaya yang kita miliki. Biasanya 5M: man (sumber daya manusia), material, metode, money (uang), machine (mesin)

Kita selalu mulai dari man ya teman2, bukan dari money. Karena kalau kita mulai dari money/modal mungkin usaha kita akan sulit untuk berjalan

  • Langkah 7: Key activities atau kegiatan2 yang mengeluarkan biaya.

Misalnya, kalau saya punya usaha pisang goreng berarti key activities saya adalah belanja bahan baku, produksi, promosi dll

  • Langkah 8: Key Partners atau pihak-pihak yang dapat terlibat atau membantu usaha kita.

Ini bisa berupa: akademik, bisnis, komunitas, pemerintah, media. Kalau bisa kita memiliki partner2 di 5 bidng ini👍😄

  • Langkah 9: Cost structure atau berbagai macam pengeluaran yang timbul ketika menjalankan bisnis. Contohnya: Biaya produksi berapa, biaya promosi berapa, biaya bahan baku berapa

 Nah itu adalah sedikit panduan untuk mengisi bisnis model canvasnya teman-teman

Ini juga, penting untuk kita berkolaborasi. Dari slide ini terdiri dari berbgai macam disiplin ilmu.

 

Sekian pemaparannya dan semoga bermanfaat ya!

 

Mau ikut Kelas WhatsApp DNetwork yang lainnya? Terus pantau media sosial DNetwrok dan hubungi kami di 081558775554.

Sampai jumpa di kelas berikutnya!

 

Pada tanggal 10 April 2020 lalu DNetwork telah mengadakan kelas WhatsApp Entrepreneurship pertanya bersama Kak Tristia Riskawati dari Temali. Mau tahu bahasannya apa saja? Simak tulisan di bawah ini, ya!

 

Hai. Halo teman2! Perkenalkan, nama saya Tristia Riskawati. Biasa dipanggil Tristi. Founder dari Temali, sebuah usaha rintisan yang bergerak di bidang tes minat bakat. Singkatnya seperti itu :D

Sebelumnya, saya berterimakasih pada DNetwork yang udah ajak saya buat sharing-sharing di forum WhatsApp ini😁 Asyik banget bisa komunikasi sama teman2 difabel yang rupanya aktivitasnya udah keren2 yaa

 

Temukan keunikan diri, mulai usaha mandiri.

Karena dengan mengenal keunikan diri, kita akan tahu skill kita bagusnya dimana. Kemudian skill yang kurang apa saja, sehingga bisa menemukan rekan bisnis yang tepat untuk melengkapi kekurangan kita :)

Saya yakin, kalau manusia itu diciptakan sempurna! Sempurna dengan ketidaksempurnaannya! Barangkali, pandangan orang2 yang sempurna berbeda2 satu sama lain. Semisal punya harta sekian, punya pendidikan sampai S2, atau memiliki panca indra yang berfungsi.

Tapi, masing2 dari kita dianugerahi oleh Yang Maha Kuasa keadaan yang berbeda. Barangkali kita pada awalnya menganggap kekurangan2 kita adalah sesuatu yang membuat kita tak sempurna. Tetapi di balik itu, yakinlah bahwa ada kelebihan2 yang orang lain belum tentu punyai.

Kemarin saya sempat berbincang via chat juga dengan DNetwork , tentang bagaimana masing2 jenis disabilitas, biasanya memiliki kelebihan2 tersendiri sesuai jenisnya... ✨✨

 

 

Seperti teman2 netra, biasanya lebih sensitif pendengaran dan indra perabanya dari orang yang tidak Netra. Teman2 Tuli biasanya dikenal fokus bekerja dan tidak mudah terdistraksi. Dan teman-teman disabilitas intelektual rupanya dikenal jago mengerjakan pekerjaan berulang, dan dikenal perfeksionis dibanding yang lainnya...

Naah, mungkin di antara kita suka bingung, bagaimana sih menemukan potensi diri? Menurut yang saya pelajari, sederhananya ada tiga langkah.

Pertama, lihat pola kehidupan, dari kita kecil hingga sekarang. Kira2 apa hal2 berulang yang kita sering alami..

Kedua, kenali kelebihan dan kekurangan diri

Ketiga, sering2 berkomunikasi kepada Sang Pencipta agar ditunjukkan jalan...

Untuk menemukan pola kehidupan, coba teman2 cari, apa yang paling bikin teman-teman gelisah di dunia ini? Permasalahan sehari-hari atau permasalahan besar apa yang harusnya nggak terjadi di dunia ini? Seperti, teman-teman Netra kesulitan untuk mandi, maka permasalahan itu bisa jadi ide bisnis untuk membuat peralatan mandi yang ramah bagi teman-teman Netra Atau teman-teman Tuli ingin belajar mambaca huruf-huruf di kitab Alquran dengan tepat, barangkali bisa buat gerakan membuat modul panduan visual membaca huruf-huruf Alquran.. 

Selanjutnya, saya mau memaparkan awal mula mengapa saya tertarik merintis bisnis saya, yakni Temali. Saya kesal dengan media-media yang pada saat itu cuman caru sensasi dan bikin orang2 panas. Terlebih pada saat Pilpres😅

Saya tidak suka lihat orang-orang yang jadinya fokus pada perbedaan. Sehingga lupa dengan kesamaan yang bisa disinergikan.

 

Akhirnya, saya berkeinginan untuk bikin gerakan yang menggungah orang untuk saling bersinergi dan berkolaborasi. Supaya gerakan ini tetap bertahan, maka dijadikanlah bisnis. Namanya Temali.

Fokus Temali sekarang adalah membantu orang2 untuk mengenali minat dan bakatnya. Dengan harapan mereka akan lebih mudah berkolaborasi jika saling mengenal minat bakat mereka..😁

 

 

Mengapa sih penting mengenali kelebihan dan kekurangan diri? Karena ketika seseorang fokus mengasah bakat kuatnya, kinerjanya bisa naik hingga 800 persen lebih. Daripada susah-susah fokus mengasah bakat-bakat lemahnya, di sini teman-teman difabel diberi kemudahan dari Sang Pencipta untuk tidak fokus pada kelemahan teman-teman, tapi langsung disuruh fokus pada kelebihan yang tersimpan di dalam diri masing-masing.

Fokus kembangkan bakat kuatmu, dan siasati kelemahanmu supaya minimal nggak ngerugiin diri sendiri dan orang lain :)

 

Naah, ini menurut saya aspek penting dalam menunjang kehidupan. Apapun rencana kita, apapun kebingungan kita, coba komunikasikan kepada Yang Maha Kuasa untuk diberikan petunjuk... Baik itu dalam hal berbisnis maupun hal-hal lainnya...

Baik teman temaan2, sekian pemaparan dari saya. Terimakasih kepada teman2 yang sudah menyimak dari awal hingga akhir!

 

 

Saat wawancara kerja, penampilan adalah salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan. Penampilan yang rapi dan baik akan memberikan kesan professional.

Berikut adalah tips cara berpakaian dalam wawancara kerja

Wawancara kerja memang merupakan momen penting dalam perjalanan karir Anda. Beratnya beban dalam wawancara kerja, tidak jarang membuat Anda gugup dan gelisah.  Penampilan merupakan salah satu poin penting yang perlu diperhatikan, saat melakukan wawancara kerja. Semakin baik penampilan Anda, maka rasa percaya diri Anda akan semakin besar. Dengan percaya diri yang baik maka Anda dapat menanamkan kesan yang baik pula kepada pewawancara.

Aturan dasar dalam berpakaian saat wawancara kerja

  • Jangan sampai memakai pakaian yang terlalu kasual.

 Alangkah baiknya jika Anda mengenakan busana berupa kemeja, blazer dan rok/celana. Dengan memakai pakaian tersebut, Anda mengkomunikasikan kepada pewawancara bahwa Anda dewasa, profesional dan bisa menjadi anggota dari sebuah tim. Pastikan baju yang Anda kenakan tidak terlalu longgar maupun terlalu ketat. Tampil dengan menjadi diri sendiri yang tentunya nyaman bagi pribadi dan orang lain.

  • Sesuaikan pakaian dengan bidang pekerjaan yang kamu ajukan.

 Jika Anda melamar ke perusahaan yang lingkungan kerjanya serius seperti bank,firma hukum, kenakan busana formal seperti blazer atau setelan. Tapi jika perusahaan yang Anda tuju adalah bidang kerja kreatif, seperti media atau agensi periklanan, berikan sedikit warna dalam penampilan Anda lewat pemakaian aksesori scarf, kalung, atau ikat pinggang.

  • Pemilihan warna dalam berpakaian

Anda bisa memilih kemeja atau baju dalaman dalam warna biru lalu dipasangkan dengan blazer berwarna hitam atau abu-abu. Warna ini akan memberi kesan bahwa Anda adalah orang yang jujur dan dapat dipercaya. Sebaliknya, hindari warna merah menyala , warna ini akan memberikan kesan Anda adalah orang yang suka menantang.

  • Hindari kesan seksi.

Bagi wanita, jangan sekali-kali mencoba terlihat seksi dengan memakai rok mini atau busana terlalu rendah. Penampilan seperti itu akan membuat Anda terkesan tidak profesional dan tentu saja Anda tidak mau menarik perhatian orang lain dengan cara yang salah.

  • Hindari pemakaian aksesoris yang berlebihan.

Aksesoris yang berlebihan seperti kalung, cincin, gelang, dsb dapat menganggu/mengalihkan perhatian pewawancara. Wanita juga disarankan untuk tidak membawa tas tangan karena cenderung untuk menggeledah di dalamnya ketika gugup. Cukup membawa folder/agenda.

  • Penampilan yang baik bagi Pria

Bagi pria, disarankan untuk memakai pakaian dengan warna agak gelap seperti biru atau hitam.

Kenakan sepatu pantofel yang sudah dipoles dengan baik. Kenakan kaus kaki hitam yang cukup panjang sehingga kaki berbulu tidak akan terlihat jika Anda menyilangkan kaki.

  • Perhatikan kerapian

Biasanya pria lebih tidak peduli jika menyangkut soal penampilan. Meski begitu, Anda tetap harus memperhatikan kerapian, misalnya pastikan kemeja dimasukkan ke dalam celana panjang dan gunakan ikat pinggang. Bersihkan juga sepatu, jangan sampai ada sisa-sisa tanah yang menempel. Selain itu, perhatikan juga rambut agar tertata rapi. Untuk pria, mungkin bisa melakukan trim terlebih dahulu. Sedangkan wanita, biasakan rambut diikat untuk yang memiliki rambut panjang.

Anda harus memberikan kesan professional 

  • Jangan menggumam, berbicaralah dengan jelas dan penuh percaya diri
  • Tenangkan diri Anda sebelum memasuki ruang wawancara kerja, jangan gelisah.
  • Perhatikan body language Anda : Berikan jabatan tangan yang tegas dan cukup kuat. Duduk tegak. Lakukan kontak mata dengan pewawancara.  Jangan lupa untuk tersenyum.
  • Beri kesan professional dan organize, dengan membawa folder/agenda. Buka agenda/catatan yang telah Anda siapkan. Catat bila ada informasi penting yang perlu dicatat.
  • Hindari bawang putih, alcohol, rokok dan hal-hal lain yang membuat nafas Anda tidak sedap.
  • Sebelum interview, pastikan Anda dalam kondisi fit.
  • Sebelum menemui pewawancara, coba pergi dulu ke toilet untuk mengecek penampilan Anda lagi. Jangan sampai keringat Anda berbekas di baju, atau ada sisa makanan yang menempel di baju.
  • Hindari pemakaian parfum yang terlalu menyengat, jadi pakai parfum secukupnya saja.
  • Jangan mengunyah permen karet.


Sumber: 
Cara Berpakaian Saat Wawancara Kerja
10 Tips Berpakaian yang Tepat untuk Wawancara Kerja?

Personal branding atau lebih dikenal dengan "Cap Diri" memegang peranan penting dalam mencapai karir yang Anda impikan. Oleh karena itu, Anda harus mengenal kemampuan dan keunikan yang Anda miliki agar nantinya dapat bersaing dengan jutaan pencari kerja dengan menonjolkan kemampuan yang Anda miliki.

Lalu, bagaimana cara untuk menciptakan personal branding dalam mencapai karir yang dicita-citakan?


1. Tonjolkan kemampuan Anda

Setiap orang memiliki kemampuan dan keunikan tersendiri yang membuatnya berbeda dengan orang lain. Bukan hanya kemampuan akademik atau IQ, tetapi juga kecerdasan emosional (EQ) bisa menjadi bagian dari kemampuan diri. Pribadi yang ceria, selalu tersenyum, selalu menyapa rekan Anda pada saat bertemu di lorong kantor adalah keunikan tersendiri yang membuat perusahaan merasa sangat beruntung memiliki Anda sebagai staff mereka. Jadi, cobalah tulis di selembar kertas mengenai semua hal unik dan positif yang Anda miliki! 


2. Minta pendapat rekan kerja Anda !

Selain mengenali kemampuan diri, tidak kalah pentingnya apabila Anda meminta pendapat teman baik dan rekan kerja mengenai kelebihan yang Anda miliki. Ingat, dalam hal ini tanyakan hal yang positif dan fokuslah pada hal tersebut! 


3. Do your best! Baik pada pekerjaan besar maupun kecil

Tidak semua orang mau memberikan hal terbaik pada semua pekerjaan yang mereka lakukan dan hanya memilih pekerjaan tertentu untuk memberikan yang terbaik. Jadilah orang yang berbeda dengan melakukan hal terbaik pada setiap pekerjaan Anda, baik pekerjaan kecil maupun besar. Terlihat sepele namun hal itu sangat memegang peran penting untuk membentuk karakter Anda dalam dunia kerja dan pada akhirnya itu juga akan membangun personal brand Anda.


4. Perhatikan hal-hal kecil 

Memperhatikan hal-hal kecil juga memegang peranan penting dalam membentuk personal brand Anda. Contohnya dengan memperhatikan kata-kata yang Anda gunakan berdasarkan tempat dan situasi, memperhatikan cara berpakaian Anda, bersikap kepada rekan kantor, cara berkomunikasi melalui tulisan (email), dan lain sebagainya. Hal tersebut akan menjadi hal kecil yang berdampak besar dan membantu dalam membentuk personal brand Anda.

Keluar dari pekerjaan yang lama untuk meniti karir di tempat baru bukanlah perkara mudah bagi semua orang karena itu berarti Anda harus siap menerima segala perubahan yang terjadi dalam kehidupan karir Anda, baik itu lingkungan kerja, ritme kerja, rekan kerja, maupun gaya kepemimpinan atasan Anda. 

Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk pindah kerja, ada baiknya kalau Anda mempertimbangkan hal-hal berikut ini:

Alasan yang Jelas dan Kuat
Keluar dari pekerjaan lama untuk bekerja di tempat yang baru adalah keputusan yang cukup sulit. Jadi, Anda harus memastikan alasan Anda benar-benar dapat dipertanggungjawabkan dan jelas. Jangan sampai Anda menyesal di kemudian hari ya! :-)

Mengenal Keahlian dan Potensi Anda 
Mengenal keahlian dan potensi Anda sangatlah penting untuk meniti karir yang lebih cemerlang. Langkah awalnya adalah tulis semua keahlian Anda atau tanyakan kepada rekan-rekan kerja mengenai pendapat mereka tentang Anda. Setelah tahu apa saja keahlian dan potensi yang Anda miliki, selanjutnya Anda pilah keahlian mana yang bisa digunakan dalam pekerjaan berikutnya. 

Manfaatkan Jaringan Anda
Dalam dunia kerja, keahlian belum cukup untuk membantu Anda sukses dalam karir. Jangan lupa untuk memanfaatkan jaringan yang Anda miliki dalam meniti karir Anda. Selain dari internet dan media cetak, Anda bisa menanyakan lowongan kerja kepada teman Anda, keluarga, rekan kerja, dan lain sebagainya. Sangat penting juga, Anda meminta beberapa jaringan Anda, terutama yang memiliki posisi penting sebagai referensi bagi Anda.

Pertimbangkan Pengalaman Kerja 
Dalam memilih pekerjaan yang baru, sangat penting bagi Anda untuk mempertimbangkan pengalaman kerja sebelumnya. Hal tersebut sangat penting bagi karir Anda ke depannya karena rata-rata penyedia kerja mencari karyawan yang sudah memiliki pengalaman di bidang yang sama untuk posisi yang mereka perlukan.

Itu tadi hal-hal yang perlu Anda pertimbangkan untuk mencari pekerjaan baru. Semoga berhasil!

 
 Kamis lalu (3/10), DNetwork menyelenggarakan Gathering Pencari Kerja ke-5 dengan tema "Lampaui Keterbatasan dengan Tulisan" (Melampaui Batas melalui # Menulis). Acara ini bertujuan untuk membekali penggemar jurnalistik dengan disabilitas dengan pengetahuan dan keterampilan sehingga mereka dapat mulai menulis dan memunculkan representasi disabilitas yang akurat di media. Selain itu, acara ini juga bertujuan untuk melatih dua orang buta yang telah dipilih sebagai kontributor untuk Solider.id, yang di masa depan akan meliput masalah-masalah disabilitas di Bali.
 
 

Pembicara dalam kegiatan ini meliputi:
  • Kambali Zutas dari Tribun Bali yang berbagi pandangannya tentang profesi jurnalisme dan pengetahuan tentang penulisan berita dasar.
  • Made Adnyana Ole dari Mahima Institute Indonesia yang mengelola Tatkala.co, yang memimpin diskusi tentang bagaimana memulai menjadi seorang penulis.
  • Anton Muhajir dari BaleBengong yang menjelaskan tentang pentingnya jurnalisme warga dan mengapa itu penting untuk representasi kecacatan.
  • Yanti dari Solider.id yang membagikan pengalamannya sebagai kontributor.

DNetwork berterima kasih kepada semua orang yang telah mendukung kegiatan ini sehingga itu berjalan dengan baik.

Sampai jumpa di acara DNetwork berikutnya!



#inclusive #disability #journalism #representation #writing #discussion #eventreview

Kadek Agus, Project Officer DNetwork, membagi pandangannya soal kesempatan kerja bagi disabilitas, terutama tuna netra.

Dalam video ini, Kadek menjelaskan pentingnya lapangan kerja inklusif dan keraguan perusahaan untuk mempekerjakan penyandang disabilitas yang disebabkan oleh kurangnya informasi akurat tentang tenaga kerja disabilitas.

Yuk, simak videonya!