-->
-->

Dalam kemajuan teknologi saat ini, kita telah menyaksikan perubahan besar dalam lingkungan kerja. Salah satu perubahan paling terlihat adalah bergesernya kita ke arah bekerja jarak jauh. Meskipun begitu, kita tidak boleh melupakan pentingnya memasukkan karyawan dengan disabilitas dalam proyek kolaboratif. Ini tetap menjadi hal yang sangat penting bagi perusahaan yang ingin mempertahankan nilai-nilai inklusif.

Strategi yang dapat dilakukan

Sekarang, mari kita bahas bagaimana strategi perusahaan agar dapat merancang proyek kolaboratif yang memperhitungkan berbagai jenis disabilitas dan memastikan kontribusi yang efektif.

Penugasan Peran yang Tepat

Salah satu kunci utama dalam mengintegrasikan karyawan dengan disabilitas dalam proyek kolaboratif adalah dengan memahami  keahlian dan keterampilan dari setiap individu secara cermat. Perusahaan harus memastikan bahwa tugas yang diberikan sesuai dengan kemampuan dan keterampilan karyawan tersebut. Ini berarti mencari peran yang dapat mereka lakukan dengan baik, dengan memperhitungkan kebutuhan khusus yang mungkin mereka miliki. Sebagai contoh, karyawan dengan disabilitas visual mungkin lebih efektif dalam analisis data atau pemrosesan teks, sementara yang memiliki disabilitas motorik dapat menonjol dalam penelitian dan perencanaan. 

Kolaborasi Online yang aksesibel:

Ketersediaan platform kolaborasi yang mendukung pekerjaan tim, terlepas dari jarak fisik, adalah kunci. Dalam hal ini, pemilihan alat kolaborasi yang memperhitungkan beragamnya anggota tim adalah hal yang sangat penting. Aplikasi kolaboratif yang mendukung aksesibilitas. Seperti dukungan pembaca layar atau penggunaan navigasi keyboard, memastikan semua anggota tim dapat berpartisipasi dengan baik. Pastikan juga bahwa tim memahami cara menggunakan alat-alat ini dan memiliki akses ke dukungan teknis ketika diperlukan.

Komunikasi yang Ramah Disabilitas:

Komunikasi yang efektif adalah pondasi dari kolaborasi yang sukses. Perusahaan harus memastikan bahwa cara komunikasi yang digunakan memperhitungkan berbagai kebutuhan komunikasi yang mungkin dimiliki oleh karyawan dengan disabilitas. Misalnya, karyawan dengan disabilitas pendengaran dapat memerlukan terjemahan bahasa isyarat atau teks alternatif. Jadwal rapat yang fleksibel dan memberikan pemberitahuan sebelumnya memungkinkan karyawan untuk menyesuaikan lingkungan kerja mereka sesuai dengan kebutuhan mereka. 

Baca juga: 

Ramah Disabilitas dengann Innklusi dan Kesetaraan Kerja 

Contoh Penerapan

kita dapat menemukan sejumlah perusahaan terkemuka yang telah menunjukkan dukungan sungguh-sungguh terhadap inklusi karyawan dengan disabilitas dalam proyek kolaboratif. Salah satu contoh terbaik adalah XyzTech, sebuah perusahaan teknologi ternama yang telah mengambil langkah-langkah luar biasa dalam hal ini. Mereka tidak hanya berfokus pada memastikan alat-alat kerja mereka sesuai dengan pedoman aksesibilitas, tetapi juga memberikan perhatian khusus dengan membentuk tim dukungan internal. Tim ini hadir untuk memberikan bantuan kepada karyawan dengan disabilitas yang mungkin menghadapi kendala teknis dalam menjalankan tugas mereka.

Langkah konkret seperti ini mencerminkan semangat dan komitmen sejati XyzTech untuk menciptakan lingkungan kerja yang ramah disabilitas. Ini  merupakan sebuah upaya nyata untuk memberikan dukungan dan peluang kepada semua anggota tim, tanpa terkecuali. Tindakan positif seperti ini adalah contoh bagaimana perusahaan dapat membuat perubahan yang berarti dan memastikan bahwa semua karyawan dapat berkembang dan memberikan kontribusi mereka secara optimal.

Saat mengintegrasikan karyawan dengan disabilitas dalam proyek kolaboratif, kita akan menghadapi tantangan nyata. Namun, tantangan ini harus dilihat sebagai kesempatan untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih inklusif dan beragam. Selain itu, kami ingin mengajak Anda untuk berkolaborasi dengan DNetwork, sebuah platform jaringan kerja disabilitas yang berkomitmen pada inklusifitas dunia kerja. Bersama-sama, kita dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih ramah disabilitas dan memberi semua individu kesempatan untuk mengembangkan potensi dan berkontribusi. 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami via Email di; [email protected].

Ket. Gambar: Fatma sedang bekerja sebagai Resepsionis

Dewa Ayu Fatma, akrab disapa Fatma, adalah salah satu pengguna DNetwork yang berhasil mendapatkan pekerjaan melalui platform ini. Fatma berbagi kisahnya tentang keinginannya bekerja di kantor pemerintahan, tetapi dia merasa tidak percaya diri karena disabilitasnya sebagai pengguna kursi roda. Stigma yang ada membuatnya ragu akan diterima bekerja. Namun, sebagai ibu dari satu anak, Fatma merasa perlu bekerja untuk menopang kebutuhan rumah tangganya.

Fatma tidak pernah berputus asa dan percaya bahwa melalui DNetwork, dia akan mendapatkan peluang pelatihan dan informasi lowongan kerja. Setelah mengikuti program magang DNetwork di KitaBisaDesign, Fatma melamar posisi Content Writer di OJK melalui informasi yang dipublikasikan oleh DNetwork. Setelah melalui proses rekrutmen, Fatma akhirnya diterima bekerja di OJK Bali sebagai Content Writer dan juga dipercaya untuk mengelola resepsionis.

"Terima kasih DNetwork sudah membantu Fatma mendapatkan pekerjaan dan membuat Fatma lebih percaya diri untuk masuk ke dunia kerja. Semoga DNetwork dapat membantu lebih banyak lagi teman-teman disabilitas untuk mendapatkan pekerjaan.”

Tetap terhubung dengan DNetwork untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai cerita kerja dan program-program kami yang lainnya.

 Hai Sobat DNetwork😊

Tahukah mengapa perusahaan perlu memperhatikan Work-Life Balance (Keseimbangan Kerja dan Kehidupan Pribadi) di tempat kerja? khususnya untuk perusahaan yang memperkerjakan karyawan dengan disabilitas?

Sebagai salah satu aspek yang cukup penting dalam mempertahankan kinerja karyawan di perusahaan, Work-Life Balance merupakan hal yang penting diperhatikan untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan produktif bagi karyawan. Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa HRD di perusahaan perlu memperhatikan Work-Life Balance:

Meningkatkan Kesejahteraan Karyawan

Ketika perusahaan memperhatikan Work-Life Balance pada karyawannya maka karyawan dapat mencapai keseimbangan yang sehat antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, mereka cenderung lebih bahagia, lebih produktif, dan lebih puas dengan pekerjaan mereka. Ini dapat mengurangi tingkat stres dan kelelahan, serta meningkatkan motivasi dan kinerja secara keseluruhan, sehingga berdampak terhadap kesejahteraan karyawan. 

Sebagai contoh, tanyakan pada karyawan penyandang disabilitas anda apakah mereka memiliki masalah pribadi terkait aksesibilitas di lingkungan tempat kerja atau menuju tempat kerja, karena karyawan disabilitas kadang kala enggan untuk menceritakan masalah pribadinya terkait aksibilitas di lingkungan kerja sehingga memicu ketidak nyamanan dalam bekerja.

Menjaga Kebertahanan Karyawan

Ketika karyawan merasa tidak seimbang antara pekerjaan dan kehidupan pribadi selama bekerja, karyawan akan berpeluang untuk mencari kesempatan kerja di perusahaan lain yang menawarkan fleksibilitas yang lebih besar, sehingga perusahaan akan kehilangan karyawan yang kemungkinan memiliki kinerja yang bagus di perusahaan. Dengan memperhatikan Work-Life Balance, HRD dapat membantu mengurangi tingkat dan mempertahankan bakat terbaik dalam perusahaan. Ketika karyawan penyandang disabilitas memiliki skill yang baik dalam melaksanakan tugasnya dengan didukung Work-Life Balance dari perusahaan melalui aksesibilitas yang baik dan suport dari tim maka perusahaan dapat mempertahankan bakat yang baik di perusahaan.

Meningkatkan Produktivitas

Ketika karyawan merasa seimbang antara pekerjaan dan kehidupan pribadi karyawan akan cenderung lebih fokus dan produktif saat bekerja. Mereka memiliki energi yang lebih tinggi dan dapat memberikan kontribusi maksimal terhadap target dari perusahaan. Dengan memperhatikan Work-Life Balance dari karyawan, HRD perusahaan dapat membantu meningkatkan produktivitas keseluruhan perusahaan melalui peningkatan produktivitas kinerja dari seluruh karyawan.

Menarik Pekerja Dengan Keahlian Baru

Dalam persaingan untuk menarik pekerja dengan skill yang terbaik bergabung di perusahaan, perlu bagi perusahaan untuk menawarkan lebih dari sekadar gaji yang kompetitif. Work-Life Balance menjadi faktor kunci yang memengaruhi keputusan karyawan potensial untuk bergabung dengan perusahaan. Dengan menawarkan perhatian pada Work-Life Balance , dapat membuat perusahaan lebih menarik bagi pekerja dengan skil-skill yang baru, sehingga berdampak positif terhadap perkembangan perusahaan.

Meningkatkan Citra perusahaan

Work-Life Balance yang diterapkan oleh perusahaan dapat membantu meningkatkan citra perusahaan sebagai tempat kerja yang peduli terhadap kesejahteraan karyawan. Hal Ini dapat memperkuat merek perusahaan sehingga menjadi keunggulan bersaing dalam memikat karyawan dan pelanggan. Apalagi perusahaan mendukung Work-Life Balance      pada karyawan disabilitas dengan aksibilitas yang baik dan lingkungan yang ramah, selain perusahaan mendapatkan citra sebagai tempat kerja yang peduli terhadap kesejahteraan karyawan, perusahaan juga akan mendapat citra sebagai perusahaan yang inklusi.

Memotivasi Pekerja untuk Berinovasi

Karyawan yang memiliki keseimbangan yang baik antara pekerjaan dan kehidupan pribadi akan cenderung lebih kreatif dan inovatif. Karyawan memiliki waktu dan energi untuk mengeksplorasi ide-ide baru di luar pekerjaan mereka, yang dapat menghasilkan solusi yang lebih baik dan terobosan bagi perusahaan.

Mari wujudkan Work-Life Balance yang inklusif di perusahaan Anda dengan mengikuti Program Pelatihan Disabilitas dan Inklusi (Disability and Inclusion Training) dari DNetwork untuk siap untuk menciptakan lingkungan yang inklusi bagi pekerja penyandang disabilitas. 

 

Halo sobat DNetwork! Pernahkah kalian mendengar tentang konsep work-life balance? Mungkin sering kita temui istilah ini di berbagai sumber, tetapi apa sebenarnya artinya dan mengapa penting untuk diperhatikan?

Work-life balance merujuk pada kemampuan seseorang untuk mengatur dan membagi waktu dan energi mereka antara pekerjaan, keluarga, dan tanggung jawab lainnya. Hal ini membantu menghindari konflik antara kehidupan pribadi dan karier.

Secara sederhana, work-life balance adalah kondisi di mana seseorang dapat menjaga keseimbangan antara pekerjaan, kebutuhan pribadi, waktu luang, dan interaksi dengan keluarga. Dengan mencapai work-life balance, seseorang dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas hidup mereka.

Manfaat dari mencapai work-life balance sangat beragam, termasuk:

  1. Mencegah Penyakit: Mencapai keseimbangan ini dapat meningkatkan kebahagiaan dan keoptimisan, yang pada gilirannya dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mengurangi risiko penyakit fisik dan mental.
  1. Meningkatkan Kinerja: Dengan kesehatan fisik dan mental yang baik, karyawan dapat bekerja lebih efisien dan bahkan menemukan inovasi baru yang dapat meningkatkan kinerja mereka dan perusahaan.
  1. Fokus yang Lebih Baik: Dengan energi yang cukup, karyawan dapat lebih fokus pada pekerjaan mereka, tanpa terganggu oleh kekhawatiran atau stres yang berhubungan dengan kehidupan pribadi.
  1. Mengurangi Stres dan Kecemasan: Mencapai keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi dapat mengurangi perasaan jenuh dan stres terhadap pekerjaan, sehingga meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan.

Bagaimana cara mencapai work-life balance? Berikut adalah beberapa tips yang bisa dipertimbangkan:

  1. Mengatur waktu secara efisien

Belajar untuk bekerja secara cerdas dan produktif adalah kunci. Temukan kekuatan dan kelemahanmu, bangun jaringan yang efektif, dan tetap fokus pada tujuan kerja yang realistis.

  1. Mengurangi Prefeksionisme

Mengurangi sikap perfeksionis bisa membantu menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Fokuslah pada pencapaian yang realistis dan jangan terlalu keras pada diri sendiri.

  1. Olahraga!

Jangan lupakan pentingnya olahraga. Aktivitas fisik tidak hanya baik untuk kesehatan fisik, tetapi juga dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan suasana hati.

  1. Tata-tata yuk!

Merapikan meja kerja dan menciptakan lingkungan kerja yang bersih dan rapi dapat meningkatkan kesejahteraan dan motivasi.

  1. Tanya kabar kanan-kiri

Sisihkan waktu untuk berinteraksi dengan orang-orang terdekat, baik itu keluarga, teman, atau rekan kerja. Hubungan yang positif dapat meningkatkan mood dan semangat kerja.

Dengan menerapkan tips-tips ini, kita dapat lebih mendekati pencapaian work-life balance yang sehat dan membangun kehidupan yang lebih memuaskan, baik di tempat kerja maupun di luar jam kerja. Semoga tips ini berguna bagi kalian semua!

Untuk menciptakan lingkungan kerja yang inklusif, kami mengundang Anda untuk bergabung dengan DNetwork, sebuah platform jaringan kerja yang didedikasikan untuk memperkuat hubungan antara tenaga kerja penyandang disabilitas dan penyedia pekerjaan. DNetwork juga menyediakan berbagai sumber daya untuk persiapan dan pengembangan karier profesional bagi pekerja penyandang disabilitas.

Dengan bergabung bersama DNetwork, Anda dapat menjadi bagian dari perubahan positif ini dan membantu menciptakan masa depan yang lebih inklusif bagi seluruh pekerja.

Referensi: