Dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional, DNetwork yang didukung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengadakan beberapa pelatihan untuk para penyandang disabilitas di bidang content writing, fotografi dan membangun karir di dunia freelance. Melalui pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan para penyandang disabilitas di dunia digital agar bisa bersaing di era digitalisasi dan dapat memanfaatkan platform online untuk pengembangan dan promosi bisnis. Pada era digitalisasi seperti hari ini para pebisnis harus memiliki strategi yang bagus untuk menarik pelanggan di sosial media. Jadi dengan mempunyai kemampuan content writing dan fotografi yang bagus para penyandang disabilitas akan mampu melakukannya. Acara ini berlangsung mulai dari 1 Desember sampai dengan 10 Desember 2021 yang berlangsung secara offline dan online. 

Pelatihan tatap muka berlangsung mulai dari 1 Desember sampai dengan 7 Desember 2021 di Annika Linden Centre Jalan Bakung Nomor 19 Denpasar Kesiman Kertalangu. Dalam pelatihan ini DNetwork bekerjasama dengan Annika Linden Centre melaksanakan 3 hari pelatihan fotografi yang diikuti 15 penyandang disabilitas mulai dari 1 Desember sampai dengan 3 Desember 2021, dilanjutkan dengan 2 hari pelatihan content writing yang diikuti oleh 15 peserta pula. Semua peserta yang mengikuti pelatihan tatap muka berdomisili di Bali dan sangat semangat mengikuti pelatihan untuk mengembangkan skill mereka di bidang fotografi dan content writing.


Webinar selama tiga hari mulai dari 8 Desember sampai dengan 10 Desember 2021 yang membahas tentang Kreatif dengan Ponsel, Media Sosial dan Peluang Kerja Freelance untuk Disabilitas. Selama tiga hari webinar ini diikuti oleh 82 penyandang disabilitas dari seluruh Indonesia termasuk peserta yang telah mengikuti pelatihan tatap muka pada tgl 1 sampai 7 Desember 2021. Harapannya setelah mengikuti 3 sesi webinar ini para peserta mempunyai ide-ide kreatif dalam memanfaatkan ponsel dan sosial media untuk pengembangan bisnis serta memiliki pengetahuan untuk mencari peluang bekerja freelance, sehingga mampu bersaing di era digitalisasi ini.

Sebagai platform yang membantu teman-teman disabilitas terhubung ke dunia kerja, DNetwork Indonesia bekerjasama dengan Pabrik Pie Susu Ajik yang berlokasi di Tuban, Bali, membuka kesempatan untuk teman-teman disabilitas  untuk bergabung sebagai Staf Produksi. Di awal tahun 2022 ini, DNetwork Indonesia telah membantu menghubungkan enam orang Tuli bekerja sebagai Staf Produksi di Pabrik Pie Susu Ajik, salah satu teman Tuli tersebut ialah Ayu Komang Mahadewi, yang sudah mulai bekerja sejak bulan April 2022. Info lowongan sebagai Staf Produksi didapatkan oleh Ayu melalui media sosial DNetwork, dan kemudian mencoba untuk mengajukan lamaran. 

Setelah deadline lowongan ditutup, Ayu mendapatkan panggilan interview dari perusahaan melalui WhatsApp, dan dapat melewati proses interview dengan baik karena tes interview menggunakan tulisan sebagai media komunikasi sehingga Ayu tidak mengalami kesulitan meskipun memiliki hambatan pada pendengaran. 

Saat ini Ayu sudah bekerja sebagai Staf Produksi yang bertugas mencetak kue Pie Susu di Pabrik, dan dia merasa senang dapat bekerja dengan lingkungan yang ramah menerimanya.

“Terima kasih DNetwork yang telah membantu memberikan informasi kerja pada teman-teman disabilitas, sehingga Ayu kini sudah bekerja dan punya penghasilan sendiri.”

Ket. Gambar: dilaksanakan sejak tgl 16 sampai dengan 18 Maret 2022, melalui Program Aku Mampu: Bekerja di Era Digital diharapkan para pencari kerja penyandang disabilitas bisa mendapatkan wawasan tentang persiapan memasuki dunia kerja dan mengenal profesi freelance.

 

Rangkaian program Aku Mampu merupakan program edukasi yg diinisiasi DNetwork Indonesia untuk mempersiapkan user kami yakni pencari kerja penyandang disabilitas agar mampu bersaing di dunia kerja. Banyak hal yang perlu dipersiapkan user sebelum memasuki dunia kerja. Selain skill yang sudah mereka kuasai, misalkan menyiapkan rasa percaya diri untuk melamar pekerjaan, membuat surat lamaran dan CV yang menarik untuk melamar pekerjaan sampai dengan interview kerja, sehingga pencari kerja siap memasuki proses masuk ke dunia kerja. Selain persiapan kerja, para peserta pelatihan diajak mengenali profesi sebagai pekerja lepas atau freelance, dengan menawarkan jasa kemampuan mereka. Peserta juga diberi pengetahuan tentang bagaimana membuat portofolio yang menarik yang bisa ditawarkan kepada calon klien. Oleh karenanya di Program Aku Mampu: Bekerja di Era Digital ini DNetwork Indonesia memberikan edukasi kepada pencari kerja penyandang disabilitas tentang hal-hal yang perlu disiapkan sebelum memasuki dunia kerja di era digital ini agar para pencari kerja penyandang disabilitas siap bersaing.

Acara ini berlangsung secara daring pada tanggal 16 sampai dengan 18 Maret 2022, dan diikuti oleh para penyandang disabilitas dari seluruh Indonesia. Di mana dalam program ini para pencari kerja penyandang disabilitas mendapatkan wawasan tentang tips dan trik bekerja freelance, cara menata cv lamaran kerja agar menarik saat melamar kerja serta apa saja yang perlu pencari kerja siapkan sebelum ataupun saat masuk ke dunia kerja. Dalam tiga sesi webinar ini peserta akan diseleksi untuk mengikuti mentoring lanjutan bersama Bridges for the Future - Yayasan Plan International Indonesia, tentang pelatihan persiapan kerja hingga mengikuti bursa kerja secara online di bulan Juni. Harapannya melalui program ini, peserta penyandang disabilitas bisa mencari peluang kerja untuk menunjang karirnya di masa depan.

Artikel ditulis oleh Ni Komang Yuni Lestari, Kontributor Netra

 

Pada tahun 2016 disahkannya undang-undang nomor 8 tahun 2016 yang mencakup juga tentang penyerapan kuota tenaga kerja bagi penyandang disabilitas, yaitu 2 persen untuk kuota di lembaga pemerintah, dan 1 persen untuk kuota di lembaga swasta. Hal tersebut menunjukan bahwa tidak ada diskriminasi bagi para penyandang disabilitas untuk masuk ke lingkungan kerja, dan merujuk pada UUD tersebut selayaknya  pihak pemberi kerja sudah mulai mempelajari tentang rekrutmen penyandang disabilitas. 

Ada beberapa ragam jenis disabilitas, dan disetiap ragam disabilitas tersebut memiliki kebutuhan yang berbeda-beda. Pada artikel ini akan dibahas bagaimana tips yang sebaiknya dilakukan penyedia kerja agar tidak ragu dalam merekrut pekerja dengan disabilitas sensorik Netra ke dunia kerja. Adapun beberapa hal yang dapat dilakukan penyedia kerja saat hendak merekrut pekerja dengan disabilitas sensorik netra  ialah:

 

  • Diskusi kepada komunitas disabilitas tentang pekerjaan apa saja yang bisa dikerjakan oleh disabilitas Sensorik netra

 

Hal pertama yang dapat dilakukan untuk menepis keraguan ketika hendak merekrut pekerja dengan disabilitas sensorik netra, yakni mencari informasi dari berbagai organisasi atau komunitas disabilitas yang terdapat di berbagai daerah di seluruh Indonesia. Melalui diskusi tersebut dapat memberikan informasi tentang apa saja pekerjaan yang bisa dikerjakan oleh penyandang disabilitas sensorik netra, cara bekerja dengan disabilitas sensorik netra dan hal-hal apa saja yang perlu dilakukan ketika hendak merekrut pekerja dengan disabilitas sensorik netra. 

Berdiskusi dengan organisasi atau komunitas disabilitas ini juga dapat memberikan banyak informasi kepada penyedia kerja tentang bagaimana disabilitas sensorik netra dapat melakukan pekerjaan mereka, memberikan referensi dari berbagai bidang pekerjaan yang telah atau pernah dikerjakan penyandang disabilitas sensorik netra, pengalaman kerja mereka dan bagaimana caranya menciptakan lingkungan yang inklusif bagi pekerja dengan disabilitas sensorik netra. Untuk bisa berdiskusi dengan komunitas disabilitas penyedia kerja dapat mencari akun sosial media mereka yang biasanya dapat ditemukan melalui mesin pencarian google. Setelah menemukan akun social media komunitas, penyedia kerja dapat berdiskusi tentang jadwal pertemuan dengan komunitas untuk mencari informasi mengenai cara bekerja dengan disabilitas sensorik netra.

 

  • Membaca CV dari pelamar disabilitas Sensorik netra

 

Bila hendak merekrut penyandang disabilitas sensorik netra langkah awal yang dapat dilakukan oleh penyedia kerja yaitu dengan membaca CV dari pelamar disabilitas sensorik netra. Dengan membaca CV dari pelamar tersebut penyedia kerja akan dapat mengetahui informasi tentang pendidikan terakhir, skill apa saja yang dikuasai pelamar dengan disabilitas sensorik netra dan pengalaman kerja mereka. Biasanya di dalam CV juga tertera tentang pelatihan apa saja yang pernah mereka ikuti untuk meningkatkan skill mereka, sehingga penyedia kerja bisa mengetahui dan menentukan apakah pelamar memenuhi kualifikasi untuk menduduki posisi lowongan yang dibuka.

 

  • Interview Kerja

 

Bila penyedia kerja masih merasa ragu setelah membaca cv dari pelamar dengan disabilitas sensorik netra, interview kerja juga dapat menjawab keraguan tersebut. Melalui interview kerja penyedia kerja dapat mewawancarai secara langsung pelamar dengan disabilitas sensorik netra terkait hal-hal yang tertera di dalam CV pelamar, dan melalui interview ini penyedia kerja akan dapat mengetahui secara langsung tingkat penglihatan dari pelamar, apakah termasuk netra total (tidak melihat sama sekali) atau low-vision (masih ada sisa penglihatan). 

Selama tahap interview ini penyedia kerja dapat sekaligus menguji pelamar untuk mempraktekan pekerjaan-pekerjaan secara singkat yang akan dikerjakan bilamana sudah diterima bekerja di perusahaan. Misalnya bagaimana seorang disabilitas sensorik netra menggunakan komputer yang sudah diinstal pembaca layar untuk mengerjakan pekerjaannya di perusahaan. Dengan demikian penyedia kerja akan melihat secara langsung bagaimana disabilitas sensorik netra mengerjakan pekerjaan dengan komputer yang sudah diinstal pembaca layar. Bila penyedia kerja belum bisa menyediakan aplikasi pembaca layar, penyedia kerja dapat menginfokan pada pelamar untuk membawa laptop sendiri atau menginstal sendiri aplikasi pembaca layar pada laptop yang disediakan oleh penyedia kerja agar bisa dipergunakan saat interview. Begitu juga dengan pekerjaan lainnya, jadi penyedia kerja dapat menguji secara langsung bagaimana disabilitas sensorik netra mengerjakan pekerjaannya.

 

  • Memberikan Kesempatan Magang

 

Bila penyedia kerja merasa ragu untuk langsung mempekerjakan pekerja dengan disabilitas sensorik netra, Memberikan kesempatan magang bagi pekerja dengan disabilitas sensorik netra  juga dapat menjawab keraguan tersebut, karena melalui proses magang ini penyedia kerja dapat melihat secara langsung bagaimana bekerja dengan disabilitas sensorik netra. Di samping itu, melalui proses magang ini penyedia kerja dan pekerja dapat sama-sama belajar, yaitu penyedia kerja belajar bagaimana bekerja dengan pekerja disabilitas sensorik netra dan pekerja disabilitas sensorik netra dapat belajar bagaimana bekerja di perusahaan. 

Namun dalam mempekerjakan disabilitas sensorik netra pada awalnya diperlukan masa orientasi kerja untuk mengenal lingkungan tempat disabilitas sensorik netra tersebut bekerja baik dalam status kerja magang, training, kontrak ataupun karyawan tetap, karena dengan masa orientasi ini mereka dapat mengenal dan menghapal tempat-tempat yang akan sering dilalui saat bekerja. Ketika disabilitas sensorik netra sudah mengenal dan hapal dengan lingkungan kerjanya, maka mereka bisa bermobilitas secara mandiri di lingkungan kerjanya. Orientasi ini dapat dilakukan dengan mendampingi pekerja selama beberapa hari mengelilingi areal tempat bekerja sehingga mereka dapat menghapal lingkungan kerjanya dan dapat bermobilitas di tempat bekerja secara mandiri.

Nah, itu beberapa hal yang dapat dilakukan bila akan merekrut pekerja dengan disabilitas sensorik Netra. Semoga dapat menjawab keraguan pihak pemberi kerja saat akan merekrut pekerja dengan disabilitas sensorik Netra.

Setelah mengetahui hal-hal tersebut, apakah Anda tertarik untuk mempekerjakan pekerja dengan disabilitas sensorik netra?