Salam semangat!

Tahukah kamu? Salah satu hal yang membuat seseorang kesulitan mencari kerja adalah karena keterampilan yang dipunyai seseorang tidak cocok dengan yang dibutuhkan dunia kerja. Begitu juga dunia usaha membutuhkan skill tertentu agar usaha yang dijalan lancar dan berkembang.

Nah, untuk membantu teman-teman lebih lancar dalam membangun karir dan usaha, DNetwork membuat program baru bernama "Aku Mampu".

Aku Mampu bertujuan membantu teman-teman Penyandang Disabilitas meningkatkan keterampilannya agar sesuai dengan peluang karir dan usaha masa kini, sebagai jawaban dari tantangan dunia kerja dan usaha. 

Apa aja sih rangkaian programnya? Simak di bawah ini, ya!

Ada berbagai macam materi yang dibahas di dalam modul. Diantaranya tentang mempersiapkan CV dan interview dan juga tentang menjadi pekerja lepas, sebuah profesi yang sekarang sedang banyak digeluti. Klik gambar dan link di bawah ini untuk men-download modulnya, ya!           

 Klik untuk dengar Modul     "Aku Mampu"
       Klik untuk download PDF Modul   "Aku Mampu"
Simak Modul       Klik untuk tonton Modul     "Aku Mampu" versi BISINDO
 

Berbagai tema, mulai dari persiapan diri memasuki dunia kerja formal hingga non-formal (freelancing/remote working). Segera daftarkan dirimu dengan klik tombol ini ya!

Kamu yang punya usaha bisa ikut pelatihan dan dapatkan beasiswa untuk membantu modal usaha kamu. Selain itu kamu juga akan mendapatkan pendampingan (mentoring) agar usaha kamu lebih berkembang.

Kami juga akan memberikan sesi online untuk perusahaan. Di sesi ini kami akan membahas tema inklusivitas di dunia kerja dan juga tips & trik mempekerjakan penyandang disabilitas. 

Bagi pencari kerja disabilitas nantinya juga bekesempatan untuk magang dan kerja di perusahaan-perusahaan yang bekerja sama dengan DNetwork.

 

Melalui program Aku Mampu kamu bisa jadi pribadi yang lebih siap untuk meniti karir di dunia kerja atau mengembangkan usaha yang sedang dirintis.

Program ini akan dimulai pada 28 Agustus 2020 dan untuk jumlah peserta yang terbatas. 

Informasi lebih lanjut kamu bisa langsung hubungi DNetwork lewat WhatsApp di 081558775554 atau klik link ini: bit.ly/kontak-dnetwork

 

Segera daftarkan diri kamu ya untuk ikut rangkaian program Aku Mampu!

(Salah seorang barista dari Jumping Stone Bali menjelaskan jenis-jenis alat pembuat kopi saat training Senin (21/6) lalu)

DNetwork - Jaringan Kerja Disabilitas bekerja sama dengan ThisAble Enterprise menyelenggarakan serangkaian pelatihan seru bagi penyandang disabilitas di daerah Bali. Rangkaian pelatihan ini dilaksanakan secara tatap muka, dengan menerapkan protokol kesehatan yang berlaku selama pandemi. Pelatihan pertama diselenggarakan pada Sabtu, 19 Juni 2021 yaitu pelatihan membuat kue dan dilajutkan dengan pelatihan foto produk.
 
Pelatihan membuat kue dirasa penting dan bermanfaat mengingat bisnis kuliner merupakan salah satu potensi usaha di saat pandemi. Sekitar 30 peserta diajari cara membuat  kue kering sederhana yang diisi dengan krim berbagai rasa. Setelah praktik membuat kue, peserta juga diajak memahami dan mempraktikkan teknik foto produk. DNetwork percaya, dalam bisnis apa pun, termasuk kuliner, kualitas foto yang bagus akan semakin menarik hati pembeli.
 
Pelatihan selanjutnya diadakan pada Senin, 21 Juni 2021. Sekitar 30 peserta diajak berkenalan dengan sebuat perusahaan ecommerce yaitu JD.ID yang memiliki program komisi lewat platformnya. Dengan program ini, peserta dapat menambah pemasukan harian dengan mudah lewat memanfaatkan ponsel pintarnya. Setelah pelatihan dari JD.ID ini, peserta diperkenalkan pada salah satu bisnis yang juga potensinya besar yaitu kopi. Mendatangkan barista berpengalaman dari Jumping Stone Coffee Bali, peserta diberikan pemahaman bahwa bisnis kopi tidak harus selalu mahal dan sekaligus diberi kesempatan praktik langsung menggunakan alat-alat pembuatan kopi yang tersedia.

Sabtu lalu (3/7) DNetwork berkesempatan ngobrol dengan Arrohma Sukma dan Ani Handayani mengenai profesi mereka sebagai petugas call centre di acara Kenali Profesi.

Arrohma saat ini bekerja sebagai petugas call centre di Bank Mandiri dan berdomisili di Jogjakarta. Di kesehariannya ia melayani pelanggan melalui telpon dari berbagai daerah di Indonesia. Lain halnya dengan Ani Handayani yang bekerja di bank BTPN di Kota Semarang. Ia lebih banyak melayani pelanggan melalui media tertulis seperti e-mail, chat, ataupun sosial media.

Sebagai petugas call centre Arrohma dan Ani sama-sama harus menguasai produk yang dimiliki oleh perusahaan masing-masing, sehingga mereka dapat membantu pelanggan memecahkan masalahnya ataupun mendapatkan informasi yang benar dan detail mengenai produk. Selain itu seorang petugas call centre juga harus tahu bagaimana cara berkomunikasi yang baik, benar dan bersopan santun.

Lalu bagaimana jika ada pelanggan yang kurang sopan? Arrohma dan Ani menuturkan bahwa meskipun pelanggan tersebut kurang sopan, namun harus tetap dihadapi dengan sopan dan santun. "Biasanya pelanggan itu bukan marah kepada kita, tapi kepada permasalahannya. Karena itu kita harus tetap sopan dan membantu.", kata Arrohma.

Ada banyak lagi nih hal yang dibahas dalam webinar kali ini. Jika kamu tidak sempat mengikuti sesi Zoom-nya, tidak usah khawatir karena kamu juga bisa menyaksikan tayangan ulangnya lewat Youtube. Silakan klik link ini, ya https://youtu.be/CVzJnYWgwgk .

Profesi apa lagi nih yang akan dibahas lewat webinar Kenali Profesi?
Tunggu kabarnya di media sosial DNetwork, ya!

Foto: 9 perwakilan organisasi disabilitas yang berkomintmen mengembangkan program Jaminan Kesehatan Khusus (Jamkesus) Disabilitas di Provinsi Bali

 

9 organisasi disabilitas berkomitmen untuk menerapkan program Jaminan Kesehatan Khusus (Jamkesus) Disabilitas di Provinsi Bali, termasuk diantaranya adalah DNetwork yang akan turut berperan aktif dalam merencanakan, mengawasi, mensosialisasikan dan memberi masukan terhadap jalannya program Jamkesus Provinsi Bali. 

Untuk mengembangkan model Jamkesus yang sesuai dengan penyandang disabilitas di Provinsi Bali. Team Gugus Tugas akan mengadakan 3 pertemuan dalam setahun guna membahas langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan untuk memaksimalkan kerja dari Team Gugus Tugas. Pertemuan pertama telah diadakan tanggal 27 Mei 2021 lalu untuk membentuk Gugus Tugas alat bantu adaptif. Gugus Tugas ini nantinya bertugas untuk memastikan tersedianya alat bantu dan jaminan kesehatan yang layak dan mampu mendukung kehidupan penyandang disabilitas di Bali.  

Program Jamkesus ini sebelumnya telah sukses dilaksanakan di Provinsi D.I. Yogyakarta dan kini akan diadaptasi di Provinsi Bali. Langkah ini diinisiasi oleh Puspadi Bali, Annika Linden Centre, dan UCPRUK dengan menggandeng 5 organisasi penyandang disabilitas (OPD) dan 4 Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS). Selain itu Gugus Tugas ini juga akan melibatkan perwakilan pemerintah sebanyak 5 orang yang rencananya akan diundang pada pertemuan kedua di bulan Juli mendatang. Harapannya terjadi kerjasama yang baik antara OPD, LKS, dan juga pemerintah, sehingga program Jamkesus Provinsi Bali dapat terlaksana dengan optimal dan meningkatkan kesejahteraan penyandang disabilitas di Provinsi Bali.