Have an account? Log In or Register

Kuota 1% Bagi Pekerja Disabilitas untuk Masyarakat yang Lebih Produktif

Post by: suri * 06/05/2014 * 0 comments

Penyandang disabilitas merupakan masyarakat minoritas terbesar di dunia. Terdapat sekitar lebih dari 600 juta penduduk disabilitas di dunia, dan menurut data WHO, terdapat sekitar 20 juta penyandang disabilitas di Indonesia yang diperkirakan akan terus bertambah seiring dengan semakin bertambah tuanya populasi dunia.
Keberadaan penyandang disabilitas yang masih tersisihkan dari masyarakat yang disebabkan oleh stigma negative yang telah terlanjur dilabelkan oleh sebagian besar masyarakat, masih menjadi salah satu kendala bagi penyandang disabilitas, khususnya di Indonesia.
Hal tersebut berdampak pada dunia kerja dan tersedianya kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas di Indonesia. Meskipun Pemerintah telah menetapkan di dalam Undang- Undang No. 4 tahun 1997 mengenai penyandang disabilitas, ketentuan kuota 1 % yang mewajibkan perusahaan-perusahaan yang memiliki 100 orang karyawan untuk mempekerjakan 1 orang penyandang disabilitas, namun karena kurangnya  kepedulian perusahaan-perusahaan di Indonesia dalam memberikan kesempatan kepada penyandang disabilitas, aturan tersebut hanya sekedar aturan tertulis.
Masih sedikit perusahaan-perusahaan yang memberikan kesempatan kepada penyandang disabilitas untuk menunjukkan kemampuan mereka. Menurut International Labour Organization, menyingkirkan penyandang disabilitas dari dunia kerja akan mengakibatkan kerugian bagi masyarakat, diantaranya, potensi penyandang disabilitas yang mungkin sangat melebihi keterbatasan mereka menjadi terabaikan. Berdasarkan article yang di tulis Better Work Indonesia, menurut ILO hal tersebut akan berimbas dan merugikan negara 1 hingga 7 persen dari domestik bruto.
Hanya satu hal kecil namun sangat berarti, yang perlu diberikan oleh perusahaan/penyedia kerja kepada penyandang disabilitas yaitu "kesempatan". Berdasarkan study kasus yang dilakukan oleh Better Work Indonesia suatu project hasil kerjasama International Labour Organization dan Internasional Finance Coorporation, di tiga perusahaan yaitu Hotel Dharmawangsa Jakarta, Perusahaan Hoa Lan Joint Stock (Vietnam), dan PT. Dewhirst (Pabrik Garment, Jawa Barat), diperoleh suatu analisa yang mengindikasikan bahwa mempekerjakan penyandang disabilitas memberikan manfaat tersendiri bagi penyedia kerja, seperti:

  1. Penyandang disabilitas merupakan pekerja yang baik dan dapat diandalkan. Banyak dokumen kasus yang menunjukkan perbandingan bahwa pekerja disabilitas lebih baik dalam hal produktivitas, tingkat kecelakaan lebih rendah, dan kemauan yang lebih kuat untuk mempertahankan pekerjaan, dibandingkan dengan tenaga kerja perusahaan pada umumnya.
  2. Penyandang disabilitas menunjukkan bahwa mereka memiliki sumber keahlian dan bakat yang belum dimanfaatkan, termasuk keahlian teknis jika mereka memiliki akses ke pelatihan, dan keahlian pemecahan masalah yang dikembangkan dalam kehidupan sehari-hari.
  3. Merekrut penyandang disabilitas dapat berkontribusi pada keberagaman, kreativitas, dan semangat kerja secara menyeluruh, serta meningkatkan reputasi perusahaan dikalangan pekerjanya, di masyarakat , dan di kalangan konsumen.
Sudah ada beberapa perusahaan-perusahaan yang memberikan kesempatan kepada penyandang disabilitas dalam bekerja, misalnya di daerah Jawa:
  1. Astrawold, yang memberikan kesempatan kepada empat orang tuna netra.
  2. Kedaung group, yang merupakan produsen perlengkapan rumah tangga terbesar di Indonesia, mempekerjakan sekitar 18 orang penyandang disabilitas.
  3. Hotel Crown Plaza, yang mempekerjakan tuna netra sebagai telephone operator and order taking service.
  4. Permata Bank yang mempekerjakan tuna netra sebagai telesales.
Sedangkan di daerah Bali sendiri, perusahaan –perusahaan yang telah mempekerjakan penyandang disabilitas antara lain:
  1. Hotel Pita Maha Resort, yang mempekerjakan 10 orang penyandang disabilitas.
  2. PT. RJH Company yang mempekerjakan 4 orang disabilitas.
  3. Karsa SPA yang mempekerjakan 2 orang tunarungu
  4. Dan Hotel Harris Kuta yang mempekerjakan 2 orang penyandang disabilitas fisik.
Mereka semua telah memberikan kesempatan dan membuktikan bahwa bukan hal yang mustahil bagi perusahaan-perusahaan untuk mempekerjakan penyandang disabilitas.
Inilah saatnya, perusahaan Anda memberikan kesempatan kepada penyandang disabilitas agar mereka dapat membuktikan potensi yang mereka miliki. Karena sesungguhnya, di balik keterbatasan yang mereka miliki terdapat potensi yang tak terbatas.
Yang mereka perlukan adalah adanya kesempatan sehingga mereka dapat berkontribusi di dalam masyarakat,  menjadi warga Negara yang produktif, dan dapat memenuhi kebutuhan hidup mereka sebagai seorang manusia yang memiliki hak yang sama dengan masyarakat lainnya untuk bekerja.
Kesempatan kerja untuk masyarakat yang lebih baik!

Leave your comment (Just for registered users)

Message*

 


This field is required