Descr: Implemented on March 16th until 18th 2022, through I Can: Work in the Digital Era, encourage disabilities job seekers to gain insights and knowledge about freelance profession and its preparation to compete in this digital era.

 

The "Aku Mampu" series is an educational program initiated by DNetwork Indonesia to prepare our users, job seekers with disabilities, to be able to compete in the workforce. Many things need to be prepared by the user before entering the workforce. In addition to the skills they have mastered, for example, build up their self-confidence to apply for jobs, making an attractive application letter and CV to be applied for jobs make job seekers are ready to enter the process of enter the work field. In addition to work preparation, the participants of these trainings are introduced to the profession as freelancers, by offering the services of their abilities. Participants are also given knowledge on how to create an attractive portfolio that can be offered to the potential clients. Therefore, in the Aku Mampu: Bekerja di Era Digital (I Can: Work in the Digital Era) Program, DNetwork Indonesia provides education to job seekers with disabilities about things that need to be prepared before entering the work field in this digital era so that job seekers with disabilities are ready to compete.

This event took place online from March 16th to 18th 2022, and was attended by people with disabilities from all over Indonesia. In this program, job seekers with disabilities get insight for tips and tricks for freelance work, how to arrange a job application CV to be attractive and other preparation. In these three webinar sessions, participants are selected to participate in further mentoring with Bridges for the Future - Plan International Indonesia Foundation, on job preparation training to join the online job fair in June. Hopefully through this program, disabilities job seekers can find job opportunities to support their careers in the future.

As a platform which connects people with disabilities with the workplace, collaborating with Pabrik Pie Susu Ajik (the Pie Susu Ajik Factory) opened opportunities for our users to join as Production Staff. At the beginning of 2022, DNetwork Indonesia helped connect six Deaf people working as Production Staff at the Pie Susu Ajik Factory, one of Deaf is Ayu Komang Mahadewi, who has started working since April 2022. Information on vacancies as Production Staff was obtained by Ayu via social media DNetwork, and then tried to apply.

After the vacancy deadline was closed, Ayu received an interview call from the company via WhatsApp, and was able to pass the interview process well because the interview test used writing as a medium of communication so that Ayu had no difficulty even though she had hearing difficulties.

Currently Ayu is working as a Production Staff in charge of printing Pie Susu cakes at the Factory, and she feels happy to be able to work in a friendly environment to accept her.

"Thank you DNetwork for helping provide work information to friends with disabilities, so Ayu is now working and has her own income."

Descr: Implemented on March 16th until 18th 2022, through I Can: Work in the Digital Era, encourage disabilities job seekers to gain insights and knowledge about freelance profession and its preparation to compete in this digital era.

 

The "Aku Mampu" series is an educational program initiated by DNetwork Indonesia to prepare our users, job seekers with disabilities, to be able to compete in the workforce. Many things need to be prepared by the user before entering the workforce. In addition to the skills they have mastered, for example, build up their self-confidence to apply for jobs, making an attractive application letter and CV to be applied for jobs make job seekers are ready to enter the process of enter the work field. In addition to work preparation, the participants of these trainings are introduced to the profession as freelancers, by offering the services of their abilities. Participants are also given knowledge on how to create an attractive portfolio that can be offered to the potential clients. Therefore, in the Aku Mampu: Bekerja di Era Digital (I Can: Work in the Digital Era) Program, DNetwork Indonesia provides education to job seekers with disabilities about things that need to be prepared before entering the work field in this digital era so that job seekers with disabilities are ready to compete.

This event took place online from March 16th to 18th 2022, and was attended by people with disabilities from all over Indonesia. In this program, job seekers with disabilities get insight for tips and tricks for freelance work, how to arrange a job application CV to be attractive and other preparation. In these three webinar sessions, participants are selected to participate in further mentoring with Bridges for the Future - Plan International Indonesia Foundation, on job preparation training to join the online job fair in June. Hopefully through this program, disabilities job seekers can find job opportunities to support their careers in the future.

Artikel ditulis oleh Ni Komang Yuni Lestari, Kontributor Netra

 

Pada tahun 2016 disahkannya undang-undang nomor 8 tahun 2016 yang mencakup juga tentang penyerapan kuota tenaga kerja bagi penyandang disabilitas, yaitu 2 persen untuk kuota di lembaga pemerintah, dan 1 persen untuk kuota di lembaga swasta. Hal tersebut menunjukan bahwa tidak ada diskriminasi bagi para penyandang disabilitas untuk masuk ke lingkungan kerja, dan merujuk pada UUD tersebut selayaknya  pihak pemberi kerja sudah mulai mempelajari tentang rekrutmen penyandang disabilitas. 

Ada beberapa ragam jenis disabilitas, dan disetiap ragam disabilitas tersebut memiliki kebutuhan yang berbeda-beda. Pada artikel ini akan dibahas bagaimana tips yang sebaiknya dilakukan penyedia kerja agar tidak ragu dalam merekrut pekerja dengan disabilitas sensorik Netra ke dunia kerja. Adapun beberapa hal yang dapat dilakukan penyedia kerja saat hendak merekrut pekerja dengan disabilitas sensorik netra  ialah:

 

  • Diskusi kepada komunitas disabilitas tentang pekerjaan apa saja yang bisa dikerjakan oleh disabilitas Sensorik netra

 

Hal pertama yang dapat dilakukan untuk menepis keraguan ketika hendak merekrut pekerja dengan disabilitas sensorik netra, yakni mencari informasi dari berbagai organisasi atau komunitas disabilitas yang terdapat di berbagai daerah di seluruh Indonesia. Melalui diskusi tersebut dapat memberikan informasi tentang apa saja pekerjaan yang bisa dikerjakan oleh penyandang disabilitas sensorik netra, cara bekerja dengan disabilitas sensorik netra dan hal-hal apa saja yang perlu dilakukan ketika hendak merekrut pekerja dengan disabilitas sensorik netra. 

Berdiskusi dengan organisasi atau komunitas disabilitas ini juga dapat memberikan banyak informasi kepada penyedia kerja tentang bagaimana disabilitas sensorik netra dapat melakukan pekerjaan mereka, memberikan referensi dari berbagai bidang pekerjaan yang telah atau pernah dikerjakan penyandang disabilitas sensorik netra, pengalaman kerja mereka dan bagaimana caranya menciptakan lingkungan yang inklusif bagi pekerja dengan disabilitas sensorik netra. Untuk bisa berdiskusi dengan komunitas disabilitas penyedia kerja dapat mencari akun sosial media mereka yang biasanya dapat ditemukan melalui mesin pencarian google. Setelah menemukan akun social media komunitas, penyedia kerja dapat berdiskusi tentang jadwal pertemuan dengan komunitas untuk mencari informasi mengenai cara bekerja dengan disabilitas sensorik netra.

 

  • Membaca CV dari pelamar disabilitas Sensorik netra

 

Bila hendak merekrut penyandang disabilitas sensorik netra langkah awal yang dapat dilakukan oleh penyedia kerja yaitu dengan membaca CV dari pelamar disabilitas sensorik netra. Dengan membaca CV dari pelamar tersebut penyedia kerja akan dapat mengetahui informasi tentang pendidikan terakhir, skill apa saja yang dikuasai pelamar dengan disabilitas sensorik netra dan pengalaman kerja mereka. Biasanya di dalam CV juga tertera tentang pelatihan apa saja yang pernah mereka ikuti untuk meningkatkan skill mereka, sehingga penyedia kerja bisa mengetahui dan menentukan apakah pelamar memenuhi kualifikasi untuk menduduki posisi lowongan yang dibuka.

 

  • Interview Kerja

 

Bila penyedia kerja masih merasa ragu setelah membaca cv dari pelamar dengan disabilitas sensorik netra, interview kerja juga dapat menjawab keraguan tersebut. Melalui interview kerja penyedia kerja dapat mewawancarai secara langsung pelamar dengan disabilitas sensorik netra terkait hal-hal yang tertera di dalam CV pelamar, dan melalui interview ini penyedia kerja akan dapat mengetahui secara langsung tingkat penglihatan dari pelamar, apakah termasuk netra total (tidak melihat sama sekali) atau low-vision (masih ada sisa penglihatan). 

Selama tahap interview ini penyedia kerja dapat sekaligus menguji pelamar untuk mempraktekan pekerjaan-pekerjaan secara singkat yang akan dikerjakan bilamana sudah diterima bekerja di perusahaan. Misalnya bagaimana seorang disabilitas sensorik netra menggunakan komputer yang sudah diinstal pembaca layar untuk mengerjakan pekerjaannya di perusahaan. Dengan demikian penyedia kerja akan melihat secara langsung bagaimana disabilitas sensorik netra mengerjakan pekerjaan dengan komputer yang sudah diinstal pembaca layar. Bila penyedia kerja belum bisa menyediakan aplikasi pembaca layar, penyedia kerja dapat menginfokan pada pelamar untuk membawa laptop sendiri atau menginstal sendiri aplikasi pembaca layar pada laptop yang disediakan oleh penyedia kerja agar bisa dipergunakan saat interview. Begitu juga dengan pekerjaan lainnya, jadi penyedia kerja dapat menguji secara langsung bagaimana disabilitas sensorik netra mengerjakan pekerjaannya.

 

  • Memberikan Kesempatan Magang

 

Bila penyedia kerja merasa ragu untuk langsung mempekerjakan pekerja dengan disabilitas sensorik netra, Memberikan kesempatan magang bagi pekerja dengan disabilitas sensorik netra  juga dapat menjawab keraguan tersebut, karena melalui proses magang ini penyedia kerja dapat melihat secara langsung bagaimana bekerja dengan disabilitas sensorik netra. Di samping itu, melalui proses magang ini penyedia kerja dan pekerja dapat sama-sama belajar, yaitu penyedia kerja belajar bagaimana bekerja dengan pekerja disabilitas sensorik netra dan pekerja disabilitas sensorik netra dapat belajar bagaimana bekerja di perusahaan. 

Namun dalam mempekerjakan disabilitas sensorik netra pada awalnya diperlukan masa orientasi kerja untuk mengenal lingkungan tempat disabilitas sensorik netra tersebut bekerja baik dalam status kerja magang, training, kontrak ataupun karyawan tetap, karena dengan masa orientasi ini mereka dapat mengenal dan menghapal tempat-tempat yang akan sering dilalui saat bekerja. Ketika disabilitas sensorik netra sudah mengenal dan hapal dengan lingkungan kerjanya, maka mereka bisa bermobilitas secara mandiri di lingkungan kerjanya. Orientasi ini dapat dilakukan dengan mendampingi pekerja selama beberapa hari mengelilingi areal tempat bekerja sehingga mereka dapat menghapal lingkungan kerjanya dan dapat bermobilitas di tempat bekerja secara mandiri.

Nah, itu beberapa hal yang dapat dilakukan bila akan merekrut pekerja dengan disabilitas sensorik Netra. Semoga dapat menjawab keraguan pihak pemberi kerja saat akan merekrut pekerja dengan disabilitas sensorik Netra.

Setelah mengetahui hal-hal tersebut, apakah Anda tertarik untuk mempekerjakan pekerja dengan disabilitas sensorik netra?